Bukan Cuma Sunah, Ini 7 Manfaat Berbuka dengan 3 Kurma dan Air Bagi Kesehatan Tubuh

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 20 Februari 2026, 13:58 WIB

ringkasan

  • Berbuka dengan 3 kurma dan air adalah tradisi spiritual yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW dan didukung oleh ilmu gizi untuk mengembalikan energi serta hidrasi tubuh secara cepat.
  • Kurma kaya akan gula alami, serat, vitamin, dan mineral esensial yang membantu melancarkan pencernaan, mencegah makan berlebihan, dan memberikan nutrisi lengkap setelah berpuasa.
  • Kandungan antioksidan dan indeks glikemik rendah pada kurma berperan penting dalam melindungi sel tubuh dari radikal bebas, menjaga stabilitas gula darah, serta mendukung kesehatan jantung dan tulang.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, momen berbuka puasa adalah waktu yang penuh berkah dan refleksi spiritual bagi umat Muslim di seluruh dunia. Sebuah tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun adalah memulai berbuka dengan tiga buah kurma dan segelas air. Praktik ini bukan sekadar kebiasaan religius, melainkan juga memiliki dasar ilmiah yang kuat dalam menjaga kesehatan tubuh setelah seharian berpuasa.

Para ahli gizi dan penelitian modern menguatkan hikmah di balik anjuran Nabi Muhammad SAW ini. Berbuka dengan kurma dan air putih merupakan sunnah Nabi yang memiliki banyak manfaat, baik dari segi keagamaan maupun kesehatan.

Tradisi ini berakar kuat dalam ajaran Islam, khususnya dari Sunnah Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW akan berbuka puasa dengan kurma, dan jika kurma tidak tersedia, beliau akan minum beberapa teguk air. Praktik sederhana ini memiliki makna spiritual yang mendalam, melambangkan kerendahan hati, rasa syukur, dan koneksi langsung dengan teladan Nabi.

2 dari 5 halaman

Energi Instan dan Rehidrasi Optimal Setelah Berpuasa

Ilustrasi kurma/Copyright Freepik/azerbaijan_stockers

Setelah berpuasa seharian, tubuh mengalami dehidrasi dan penurunan energi. Mengonsumsi kurma saat berbuka dapat memberikan peningkatan energi cepat karena kaya akan gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa, yang menyediakan sumber energi instan yang sangat dibutuhkan. Gula dalam kurma dapat meningkatkan kadar gula darah hampir seketika, membantu memulihkan energi yang hilang.

Selain itu, kurma mengandung banyak air, yang membantu rehidrasi tubuh dan mengembalikan elektrolit. Kurma secara alami mengandung elektrolit seperti kalium, yang penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh setelah kehilangan cairan seharian. Air mineral juga berperan penting dalam rehidrasi cepat, mencapai sel tubuh hanya dalam waktu sekitar 5 menit.

Menurut ahli gizi Jansen Ongko, M.Sc, R.D., disarankan untuk mengonsumsi tiga hingga lima biji kurma (setara 100-150 kalori) saat berbuka puasa. Ahli gizi Nazima Qureshi menekankan bahwa gejala seperti pusing dan sakit kepala seringkali disebabkan oleh kurangnya hidrasi, sehingga kombinasi kurma dan air sangat efektif.

3 dari 5 halaman

Dukungan Pencernaan dan Nutrisi Lengkap dari Kurma

Kandungan serat yang tinggi dalam kurma sangat mendukung kesehatan pencernaan. Serat membantu melancarkan pergerakan usus, mencegah sembelit, dan meningkatkan volume feses. Serat larut dalam kurma juga dapat meningkatkan kesehatan usus dengan mendukung pertumbuhan bakteri baik.

Kurma adalah sumber nutrisi yang padat, kaya akan vitamin esensial, mineral, dan serat. Buah ini mengandung kalium, magnesium, kalsium, dan zat besi, yang penting untuk menjaga fungsi otot yang tepat dan kesehatan secara keseluruhan. Kurma juga mengandung vitamin A, K, B6, serta mineral seperti tembaga, mangan, fosfor, selenium, natrium kobalt, dan zink.

Lailatul Muniroh SKM MKes, Dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR), menjelaskan bahwa glukosa dalam kurma memberikan sumber energi cepat, fruktosa menjaga kestabilan kadar gula darah, dan sukrosa memberi energi secara bertahap.

4 dari 5 halaman

Mencegah Makan Berlebihan dan Manfaat Antioksidan

Mengonsumsi kurma saat berbuka dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Setelah mengonsumsi kurma dan air, tubuh akan merasa kenyang lebih cepat, sehingga mengurangi keinginan untuk makan berlebihan. Ahli gizi Nazima Qureshi menjelaskan bahwa gula alami dari buah akan membuat tubuh merasa sudah makan, sehingga tidak merasa kelaparan dan cenderung tidak makan berlebihan.

Kurma kaya akan antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik. Antioksidan ini berfungsi melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas—molekul tidak stabil yang dapat memicu berbagai penyakit. Antioksidan ini membantu mengurangi stres oksidatif, peradangan, dan melindungi dari penyakit kronis seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung.

Selain itu, kurma memiliki indeks glikemik rendah hingga sedang (antara 44-53), yang dapat membantu menurunkan glukosa darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Serat dalam kurma memperlambat penyerapan gula, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat setelah dikonsumsi.

5 dari 5 halaman

Kesehatan Jantung dan Tulang yang Terjaga

Kurma rendah lemak dan bebas kolesterol, menjadikannya pilihan sehat untuk jantung. Buah ini sangat kaya akan kalium, komponen penting yang membantu mengatur denyut jantung dan tekanan darah, sehingga dapat melindungi dari stroke dan penyakit jantung koroner.

Kandungan mineral seperti kalsium, magnesium, dan mangan juga penting untuk pertumbuhan tulang yang sehat dan kuat. Dengan tercukupinya nutrisi ini, risiko osteoporosis dapat berkurang. Kurma juga mengandung zat besi tinggi, yang baik untuk mencegah anemia.