Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, penggunaan empeng atau pacifier seringkali menjadi penyelamat bagi banyak orangtua untuk menenangkan bayi. Benda kecil ini memang dapat memberikan kenyamanan instan bagi si kecil, terutama saat rewel atau menjelang tidur. Namun, di balik manfaatnya, muncul pertanyaan penting: kapan dan bagaimana menghentikan penggunaan empeng agar tidak mengganggu tumbuh kembang anak?
Memahami waktu yang tepat untuk menyapih empeng sangat krusial demi mendukung perkembangan optimal buah hati Anda. Keputusan ini tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga memengaruhi kesehatan gigi, kemampuan bicara, hingga risiko infeksi telinga. Para ahli pun memberikan beragam panduan yang bisa menjadi acuan bagi orang tua.
Artikel ini akan membahas secara tuntas mengenai panduan cara dan kapan menghentikan penggunaan empeng pada bayi. Kami akan mengupas rekomendasi dari berbagai organisasi kesehatan serta strategi efektif yang bisa Anda terapkan. Tujuannya agar proses transisi ini berjalan lancar dan minim drama bagi si kecil.
Kapan Waktu Ideal untuk Menghentikan Penggunaan Empeng pada Bayi?
Menentukan waktu yang tepat untuk menghentikan penggunaan empeng memang bervariasi pada setiap anak, Sahabat Fimela. Namun, banyak ahli merekomendasikan untuk memulai proses penyapihan pada usia tertentu guna mencegah potensi masalah kesehatan dan perkembangan di kemudian hari. Sebagian besar anak akan berhenti menggunakan empeng dengan sendirinya antara usia 2 hingga 4 tahun.
Organisasi kesehatan terkemuka di Amerika Serikat memiliki rekomendasi spesifik yang bisa menjadi panduan. American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan untuk mempertimbangkan menawarkan empeng kepada bayi berusia satu bulan ke atas saat tidur untuk mengurangi risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS). Namun, mereka juga merekomendasikan untuk menunda penggunaan empeng pada bayi yang disusui sampai menyusui sudah mapan, biasanya sekitar 3 hingga 4 minggu setelah lahir. AAP menyarankan penghentian empeng pada usia 12 bulan dan menyelesaikan prosesnya pada usia 2 tahun.
Sementara itu, American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) merekomendasikan untuk mengurangi penggunaan empeng dan kebiasaan mengisap jempol pada usia 18 bulan, serta menghentikannya paling lambat pada usia 3 tahun. Mereka menekankan bahwa penggunaan empeng setelah 12 bulan dapat meningkatkan risiko otitis media akut (infeksi telinga) dan setelah 18 bulan dapat memengaruhi perkembangan kompleks orofasial, yang berpotensi menyebabkan masalah gigi. American Academy of Family Practice juga merekomendasikan pengurangan atau penghentian empeng pada enam bulan kedua kehidupan untuk mengurangi risiko infeksi telinga.
Penggunaan empeng yang berkepanjangan dapat menimbulkan beberapa masalah serius. Selain infeksi telinga, masalah gigi seperti gigi bengkok, gigitan terbuka, dan perubahan keselarasan rahang dapat terjadi, terutama jika empeng terus digunakan setelah usia 18 bulan atau 2 tahun. Empeng juga berpotensi menunda produksi bicara yang jelas atau mengembangkan pola bicara yang memerlukan koreksi, terutama pada usia 12-24 bulan saat perkembangan bahasa sedang kritis. Terakhir, ketergantungan pada empeng dapat menghambat kemampuan anak untuk menenangkan diri secara mandiri dan mengganggu pola tidur mereka.
Strategi Efektif Menghentikan Penggunaan Empeng pada Bayi
Menghentikan penggunaan empeng memang bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua dan si kecil. Namun, dengan strategi yang tepat, proses ini dapat berjalan lebih lancar dan minim drama. Salah satu pendekatan yang banyak direkomendasikan adalah metode bertahap atau weaning method.
Dalam pendekatan bertahap, Sahabat Fimela dapat mengurangi waktu penggunaan empeng secara perlahan. Mulailah dengan membatasi empeng hanya untuk waktu tidur siang dan malam. Kemudian, secara bertahap hilangkan penggunaannya di zona bebas stres, seperti saat bermain di rumah. Setelah itu, hanya izinkan di tempat tidur saat tidur siang dan malam, lalu hilangkan saat tidur siang, dan akhirnya saat tidur malam. Perlahan tingkatkan jumlah waktu anak tidak menggunakan empeng hingga benar-benar terlepas.
Alternatif lain adalah metode "cold turkey" atau langsung berhenti. Metode ini melibatkan pengambilan empeng sepenuhnya dan tidak memberikannya kembali, meskipun anak mungkin menangis atau memohon. Jika memilih cara ini, pastikan untuk menyingkirkan semua empeng dari rumah agar anak tidak dapat menemukannya. Meskipun mungkin ada beberapa malam yang sulit, tetaplah teguh dan konsisten dengan keputusan Anda.
Selain itu, memberikan alternatif kenyamanan juga sangat membantu. Tawarkan "lovey" pengganti seperti mainan boneka yang aman atau selimut lembut yang bisa dipeluk. Bantu anak menemukan strategi menenangkan diri yang baru, misalnya dengan berpelukan dengan mainan favorit atau mendengarkan musik yang menenangkan. Untuk anak berusia 1 tahun atau lebih, mereka dapat tidur dengan selimut ringan atau boneka binatang untuk membantu menenangkan diri tanpa empeng.
Melibatkan Si Kecil dan Penguatan Positif dalam Prosesnya
Melibatkan anak dalam proses pengambilan keputusan, meskipun sederhana, dapat membuat mereka merasa lebih dihargai dan mengurangi resistensi terhadap perubahan. Sahabat Fimela bisa memilih hari khusus bersama untuk melepaskan empeng, misalnya saat ulang tahun anak. Beri tahu mereka bahwa sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal pada empeng karena mereka sudah besar.
Banyak orang tua menggunakan pendekatan kreatif seperti "Binky Fairy" atau Peri Empeng. Ceritakan kepada anak bahwa Peri Empeng akan datang di malam hari dan menukar empeng mereka dengan hadiah khusus. Alternatifnya, biarkan anak memilih mainan baru sebagai ganti empengnya. Anda juga bisa mengadakan "Pesta Perpisahan Empeng" untuk merayakan langkah besar anak menuju kemandirian. Penting untuk berbicara dengan anak dengan suara yang menenangkan, menjelaskan alasan di balik keputusan ini, dan meyakinkan mereka bahwa Anda percaya mereka bisa melakukannya.
Penguatan positif dan pujian adalah kunci keberhasilan dalam proses ini. Setiap kali anak tidak menggunakan empeng atau menunjukkan kemajuan, berikan pujian tulus. Anda bisa memberikan hadiah non-makanan, seperti stiker di kalender atau kunjungan ke taman favorit mereka. Ingatlah, pujian positif bekerja jauh lebih baik dan lebih cepat daripada hukuman, serta membangun rasa percaya diri pada anak.
Beberapa strategi lain juga bisa dicoba. Jika anak cenderung menggunakan empeng saat bosan, sibukkan tangan mereka dengan aktivitas menyenangkan seperti mewarnai atau bermain balok. Anda juga bisa mencoba memotong ujung empeng dengan gunting, lalu menjelaskan bahwa empengnya rusak dan harus dibuang. Seiring anak tumbuh dan tidak lagi membutuhkan empeng sebagai alat menenangkan, cukup berhentilah menawarkannya. Jika proses ini terasa sangat sulit, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak, dokter gigi, atau profesional kesehatan lainnya untuk mendapatkan bantuan dan saran lebih lanjut.