Sukses

FimelaMom

Kapan dan Bagaimana Menghentikan Penggunaan Dot yang Tepat?

ringkasan

  • Waktu ideal menghentikan penggunaan dot bervariasi antara 6 hingga 18 bulan, dengan rekomendasi kuat untuk memulai penyapihan sekitar usia 12-18 bulan guna menghindari risiko kesehatan dan perkembangan.
  • Penggunaan dot yang berkepanjangan setelah usia 12-18 bulan dapat meningkatkan risiko infeksi telinga, masalah gigi seperti maloklusi, ketergantungan, gangguan tidur, serta menghambat perkembangan bicara dan ekspresi wajah.
  • Strategi penyapihan dot meliputi pendekatan bertahap dengan membatasi penggunaan, metode "cold turkey", serta cara kreatif seperti "Peri Dot" atau menawarkan alternatif.

Fimela.com, Jakarta - Para ahli merekomendasikan waktu ideal penyapihan dot bervariasi, umumnya antara usia 6 hingga 18 bulan. Keputusan ini mempertimbangkan manfaat awal dan potensi risiko jangka panjang. Memahami rentang usia ini sangat krusial bagi orang tua.

Penggunaan dot seringkali menjadi penyelamat bagi orang tua untuk menenangkan bayi yang rewel atau membantunya tidur. Namun, ada saatnya dot harus dilepaskan demi tumbuh kembang optimal si kecil. Proses ini penting untuk mencegah risiko kesehatan dan perkembangan jangka panjang.

Menghentikan kebiasaan dot bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua dan anak. Berbagai strategi dapat diterapkan, mulai dari pendekatan bertahap hingga metode yang lebih kreatif. Dilansir dari berbagai sumber kita akan membahas panduan lengkapnya untuk Sahabat Fimela.

Waktu Ideal Menghentikan Penggunaan Dot: Manfaat dan Risiko

Penggunaan dot memiliki manfaat signifikan di usia dini, seperti menenangkan bayi dan bahkan mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) saat tidur. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan penawaran dot kepada bayi berusia satu bulan ke atas saat mulai tidur untuk mengurangi risiko SIDS.

Dot juga dapat membantu meredakan nyeri selama prosedur minor seperti suntikan atau tes darah, serta membantu bayi prematur mengembangkan refleks mengisap. Namun, para ahli memiliki pandangan bervariasi mengenai waktu terbaik untuk menghentikan penggunaannya.

Secara umum, disarankan untuk memulai proses penyapihan sekitar usia 12-18 bulan, meskipun banyak anak akan berhenti mengisap dot mereka sendiri tanpa campur tangan orang tua. AAP menyarankan untuk memulai penyapihan dot sekitar 6 bulan dan menyelesaikannya pada usia 2 tahun, sementara American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) merekomendasikan pengurangan pada usia 18 bulan.

Penggunaan dot yang berkepanjangan setelah usia ideal ini dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan dan perkembangan. Salah satunya adalah peningkatan risiko infeksi telinga, terutama setelah usia 12 bulan.

Selain itu, penggunaan dot yang sering atau mengisap jempol yang kuat setelah usia 18 bulan dapat memengaruhi kesehatan gigi anak, menyebabkan gigi bengkok, perubahan keselarasan rahang, hingga maloklusi Kelas II. Efek merugikan pada gigi ini dapat terlihat setelah usia dua tahun, terutama setelah empat tahun.

Risiko lainnya termasuk ketergantungan yang menghambat kemampuan anak menenangkan diri secara mandiri, gangguan tidur jika dot jatuh, serta potensi gangguan pada perkembangan bicara dan ekspresi wajah karena sulitnya anak berbicara dengan dot di mulutnya.

Strategi Bertahap untuk Menghentikan Dot

Menghentikan penggunaan dot secara bertahap seringkali merupakan pendekatan yang paling efektif dan minim drama bagi anak. Pendekatan ini memungkinkan si kecil untuk beradaptasi dengan perubahan tanpa merasa tertekan atau kehilangan kenyamanan secara tiba-tiba.

Mulailah dengan membatasi penggunaan dot hanya pada waktu-waktu tertentu, seperti saat tidur siang dan malam, atau hanya di kamar tidur. Jauhkan dot dari pandangan saat tidak digunakan untuk mengurangi keinginan anak.

Tetapkan tujuan yang realistis berdasarkan kebiasaan penggunaan dot anak saat ini. Misalnya, jika anak menggunakan dot sepanjang hari, mulailah dengan hanya menawarkannya saat stres atau saat sangat membutuhkan kenyamanan.

Penting juga untuk berkomunikasi secara dini dan sering dengan balita mengenai perubahan yang akan datang, terutama untuk anak usia 2,5-3 tahun ke atas yang memiliki kesadaran lebih besar dan dapat memahami bahwa dot akan hilang.

Metode Kreatif dan Alternatif untuk Melepas Dot

Selain pendekatan bertahap, ada beragam metode kreatif dan alternatif yang bisa Sahabat Fimela coba untuk membantu si kecil melepas dot. Beberapa orang tua memilih pendekatan "cold turkey" atau langsung berhenti, dengan menyingkirkan semua dot dari rumah. Metode ini memerlukan keteguhan dan kesiapan menghadapi beberapa malam yang sulit.

Tawarkan alternatif kenyamanan seperti boneka binatang favorit atau selimut lembut sebagai pengganti dot. Berikan anak kesempatan untuk memilih mainan baru sebagai "hadiah" karena telah melepaskan dotnya.

Metode populer lainnya adalah "Peri Dot" (Pacifier Fairy), di mana anak meninggalkan dot mereka untuk "peri dot" dan sebagai gantinya menerima hadiah khusus. Anda juga bisa mengadakan pesta "Selamat Tinggal Dot!" atau mengajak anak "mendonasikan" dot mereka kepada bayi lain yang membutuhkan.

Strategi lain yang bisa dicoba adalah menggunting ujung dot dan menjelaskan bahwa dotnya rusak serta harus dibuang. Selama proses ini, berikan penguatan positif, puji, dan berikan penghargaan kepada anak saat mereka tidak menggunakan dot.

Alihkan perhatian anak dengan aktivitas menyenangkan seperti bermain, membaca buku, atau bernyanyi. Pastikan anak tidak terlalu lapar atau lelah, karena kondisi ini seringkali memicu keinginan untuk menggunakan dot. Jika menyapih bayi yang lebih kecil, gunakan white noise untuk membantu menggantikan isapan sebagai isyarat tidur. Melibatkan dokter gigi anak juga dapat memberikan panduan dan rekomendasi terbaik.

Ingatlah bahwa konsistensi dan dukungan sangat penting untuk penyapihan yang berhasil. Hindari menyapih dot selama perubahan besar dalam hidup anak, transisi besar, atau saat bepergian, agar tidak menambah stres pada proses tersebut. Jika anak Anda kesulitan melepaskan dot, pertimbangkan untuk meminta bantuan dokter anak, dokter gigi, atau profesional kesehatan lainnya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading