6 Manfaat Makanan Organik untuk Menu Keluarga di Rumah agar Hidup Sehat

hilya KamilaDiterbitkan 28 Maret 2026, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, seringkali kita menjumpai berita tentang kesehatan tubuh. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak munculnya beragam makanan hingga menjadi tren. Akan tetapi, banyak diluaran sana yang menjual makanan tanpa memperhatikan kandungannya. Oleh sebab itu, kesehatan tubuh pun semakin rentan apabila kita tidak selektif dalam memilih makanan dan tidak menerapkan hidup sehat.

Hal itu juga berlaku untuk menu masakan di rumah. Tidak jarang, beberapa orang pun lebih memilih untuk membeli makanan daripada harus masak sendiri. Apabila kita tidak memperhatikan hidup sehat, tubuh semakin sulit untuk mendapatkan asupan nutrisi yang baik dan gizi seimbang. 

Untuk mengatasi permasalah tersebut, Sahabat Fimela dapat mencoba untuk membuat makanan organik setiap harinya. Dilansir dari theorganicage.com, Dalam beberapa tahun terakhir, makanan organik semakin populer karena banyak orang yang semakin sadar akan kesehatan, lingkungan, dan kualitas makanan mereka. Makanan organik merupakan hasil dari pertanian organik dengan menghindari pestisida sintetis, pupuk kimia, dan organisme hasil rekayasa genetika. Umumnya, cara memperoleh makanan organik ini lebih fokus pada metode yang alami dan berkelanjutan. Lalu, apa saja manfaat makanan organik? Mari simak berbagai manfaat makanan bebas dari bahan kimia tersebut.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Keunggulan Mengonsumsi Makanan Organik

Makanan organik seringkali mengandung kadar antioksidan yang lebih tinggi. (Foto/dok: Pexels/Antoni Shkraba Studio)

1. Rendahnya kandungan pestisida

Alasan paling meyakinkan untuk memilih makanan organik adalah berkurangnya kandungan pestisida sintetis yang dapat membahayakan tubuh. Bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan wanita hamil yang mana paparan pestisida tingkat rendah sekalipun dapat mempengaruhi kesehatan mereka. Dengan memilih produk organik, Sahabat Fimela dapat meminimalkan risiko bahan kimia dalam jangka panjang sehingga hal tersebut menjadi salah satu manfaat utama dari makanan organik.

2. Memiliki kandungan antioksidan yang tinggi

Makanan organik seringkali mengandung kadar antioksidan yang lebih tinggi. Hal tersebut sangat penting untuk meminimalisir penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kesehatan jangka panjang dan meminimalisir risiko penyakit, kita dapat mengonsumsi makanan organik sebagai salah satu cara menerapkan pola hidup sehat. 

3. Berkurangnya risiko obesitas dan masalah metabolisme tubuh

Mengonsumsi makanan organik sangat berkaitan erat dengan masalah berat badan dan kesehatan metabolisme. Dengan mengonsumsi makanan organik yang mengandung rendahnya paparan pestisida, kepadatan nutrisi yang lebih tinggi, dan kecenderungan konsumen organik dapat mengurangi risiko penyakit obesitas. Hal tersebut menunjukan bahwa makanan organik sangat bermanfaat untuk kesehatan jangka panjang.

3 dari 3 halaman

4. Meningkatkan kesehatan jantung

Produk hewani organik seperti daging dan susu bermanfaat bagi kesehatan jantung. (Foto/dok: Pexels/www.kaboompics.com)

Produk hewani organik seperti daging dan susu mengandung kadar asam lemak omega-3 yang lebih tinggi sehingga bermanfaat bagi kesehatan jantung. Penelitian juga menunjukkan bahwa susu dan daging organik memiliki 50% lebih banyak omega 3 karena pakan berbasis rumput untuk hewan ternak. Hal tersebut lebih baik apabila dibandingkan dengan hewan ternak yang diberi pakan biji-bijian. Selain itu, omega 3 sangat penting untuk mengurangi peradangan dan mengurangi risiko penyakit jantung. 

5. Kaya nutrisi penting bagi ibu hamil dan anak-anak

Bagi ibu hamil dan anak-anak kecil, makanan organik memberikan keuntungan pada kesehatan. Selain itu, penelitian menunjukkan apabila mnegonsumsi sayuran organik selama kehamilan, dapat mengurangi risiko obesitas pra-kehamilan dan diabetes gestasional. Di sisi lain, pada anak-anak, manfaat makanan organik dapat mengurangi risiko ADHD dan masalah perkembangan saraf. Dengan demikian, makanan organik dapat bermanfaat bagi ibu hamil dan anak-anak karena mengandung banyak nutrisi sehingga terhindar dari risiko penyakit.

6. Keberlanjutan ekosistem yang terjaga

Makanan organik tidak hanya meningkatkan kesehatan, tetapi tetapi juga berdampak baik bagi planet ini. Dengan melakukan pertanian organik, hal tersebut dapat mendorong keberlanjutan dengan meningkatkan kesehatan tanah, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta melindungi kualitas air dan udara. Selain itu, pertanian organik berkontribusi pada ekosistem yang lebih sehat. 

Sahabat Fimela, memilih makanan organik merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan keluarga sekaligus lingkungan. Dengan kandungan pestisida yang lebih rendah, kadar antioksidan dan omega 3 yang lebih tinggi, serta manfaatnya bagi ibu hamil dan anak-anak, makanan organik dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit dan mendukung kesehatan jangka panjang. Di sisi lain, praktik pertanian organik yang dilakukan juga dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan yang lebih baik. Oleh sebab itu, Sahabat Fimela dapat lebih selektif dalam mempertimbangkan menu makanan organik di rumah untuk menjaga kesehatan keluarga.