Fimela.com, Jakarta - Lebaran selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh banyak orang. Setelah menjalani satu bulan penuh Ramadan, Hari Raya Idulfitri hadir sebagai waktu untuk kembali ke fitrah, saling memaafkan, dan yang paling istimewa, berkumpul bersama keluarga tercinta.
Di Indonesia, kebersamaan ini begitu lekat dengan satu tradisi yang tak terpisahkan, yaitu mudik. Bukan sekadar perjalanan pulang ke kampung halaman, mudik menjadi perjalanan emosional yang penuh makna. Banyak orang rela menempuh perjalanan panjang, berjam-jam di jalan, bahkan berhari-hari, demi bisa kembali ke rumah, bertemu orang tua, dan merasakan hangatnya kebersamaan keluarga.
Bagi sebagian orang, momen mudik menjadi kesempatan untuk melepas rindu yang selama ini tertahan oleh kesibukan pekerjaan dan rutinitas di kota. Namun bagi sebagai orang mudik menjadi hal yang sulit dilakukan salah satunya pemilik warung—tulang punggung ekonomi retail kita—momen itu seringkali cuma jadi mimpi.
Kendala biaya ataupun sulitnya mengakses tiket transportasi sering kali menjadi alasan mereka untuk mengurungkan niat pulang kampung. Di sisi lain, banyak juga pemilik warung yang memilih untuk tetap standby buka toko demi melayani kebutuhan warga.
Melihar kendala ini, SPRITE memperkenalkan “DIMUDIKIN & KIDUM SPRITE”, inisiatif Ramadan 2026 yang dirancang khusus buat menyatukan kembali para pemilik warung dengan keluarga mereka. Mengusung kampanye “Seger Bener”, program ini mendefinisikan ulang makna Mudik dengan cara meredam "panasnya" fisik dan emosi selama musim mudik, menciptakan momen yang bener-bener menyegarkan.
“Mitra pemilik warung kami adalah detak jantung distribusi lokal. Setahun penuh mereka sudah menyegarkan Indonesia. Di Ramadan ini, giliran kami yang menyegarkan mereka. Mau itu lewat program DIMUDIKIN atau mendatangkan keluarga mereka lewat KIDUM, SPRITE mau mastiin nggak ada yang kehilangan momen hangatnya Lebaran,” ujar Andes Gumilang Hadisucipto, Senior Frontline Brand Manager Coca-Cola Indonesia dalam konfersi pers di Jakarta (26/2).
DIMUDIKIN dan KIDUM
Andes menyampaikan lewat program DIMUDIKIN SPRITE, sekitar 300 pemilik warung bakal diberangkatkan pulang dengan nyaman lewat rute bus khusus lintas Jawa Utara, Jawa Selatan, hingga Sumatra, dengan destinasi populer seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Bandar Lampung.Sampai titik istirahat (rest area) yang dilengkapi booth "Warung Nyegerin SPRITE".
“Nggak cuma tiket gratis, tiap peserta bakal dibekali travel kit lengkap: mulai dari jaket keren branded SPRITE, kotak bagasi, bantal leher, tas lipat, kotak camilan, sampai stok minuman Sprite supaya perjalanan tetap sejuk dan nyaman,” ujarnya.
Jika tidak bisa mudik ke kampung halaman, Sprite juga menghadirkan KIDUM, beberapa pemilik warung yang emang nggak bisa ninggalin tokonya pas puncak Ramadan. SPRITE mengenalkan KIDUM—kata "Mudik" yang dibalik—sebagai sebuah keajaiban yang memutar balik tradisi mudik terbesar di Indonesia.
Melalui KIDUM, 10 keluarga terpilih dari pemilik warung (dua anggota keluarga per orang) dari Sumatra dan Lampung bakal diboyong ke Jakarta buat ngerayain Lebaran bareng. Perjalanan ini dijadwalkan pada 17 dan 25 Maret 2026, mencakup transportasi feri dan bus via Pelabuhan Bakauheni dengan titik pemberhentian di berbagai wilayah Jawa. Dengan travel kit dan rest area yang disediakan, keluarga dipastikan sampai dengan kondisi fresh dan siap buat Lebaran.
Dian Sastrowardoyo, Aktris dan Produser, ikut memberikan dukungannya warung itu punya tempat spesial di hati semua orang, termasuk dirinya.
“Saya excited banget sama kampanye DIMUDIKIN & KIDUM SPRITE ini karena saya paham banget kalau para pemilik warung juga pengen kumpul bareng keluarga pas Lebaran kayak kita semua,”katanya
Acara pelepasan resmi DIMUDIKIN SPRITE bakal digelar tanggal 16 Maret 2026 di Plaza Tenggara, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Sementara, untuk keluarga program KIDUM SPRITE bakal mulai berangkat dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada 17 Maret 2026.