Balenciaga Rilis Koleksi Winter 2026 “ClairObscur”, Terinspirasi Kontras Cahaya dan Gelap Kehidupan

Hilda IrachDiterbitkan 11 Maret 2026, 15:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Rumah mode Prancis Balenciaga menghadirkan narasi emosional yang kuat dalam koleksi Winter 2026 bertajuk “ClairObscur.” Terinspirasi dari teknik artistik klasik yang mengeksplorasi kontras cahaya dan bayangan, koleksi ini tidak hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga tentang kompleksitas kehidupan manusi, tentang kerapuhan, kekuatan, dan keindahan yang muncul dari keduanya.

Direktur kreatif Pierpaolo Piccioli menjelaskan bahwa koleksi ini lahir dari ketertarikannya pada kisah-kisah manusia. Baginya, setiap individu membawa perjalanan hidup yang unik, penuh lapisan emosi, pengalaman, dan kontradiksi.

Piccioli mengungkapkan bahwa ia selalu tertarik pada sisi rapuh dan ketidaksempurnaan manusia. Justru di sanalah ia menemukan bentuk keindahan yang paling autentik. Perspektif tersebut menjadi fondasi kreatif koleksi “ClairObscur,” yang mencoba merangkai berbagai cerita kehidupan menjadi satu narasi visual.

Untuk memperkaya pendekatan tersebut, Piccioli menggandeng sutradara dan kreator serial Euphoria, Sam Levinson, yang dikenal lewat kemampuannya menggambarkan kompleksitas emosi manusia melalui karakter-karakter yang intens dan realistis.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Kolaborasi Seni dan Narasi Emosi

Terinspirasi dari teknik artistik klasik yang mengeksplorasi kontras cahaya dan bayangan, koleksi ini tidak hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga tentang kompleksitas kehidupan manusi, tentang kerapuhan, kekuatan, dan keindahan yang muncul dari keduanya. [Dok/Balenciaga],

Dalam pandangan Piccioli, karya Levinson mampu merepresentasikan realitas kehidupan manusia melalui gambaran yang prismatik, menampilkan kerapuhan sekaligus kekuatan karakter. Itulah alasan mengapa semesta visual Euphoria menjadi bagian dari narasi koleksi ini.

Pertunjukan Balenciaga Winter 2026 dirancang seperti sebuah ruang cerita yang saling terjalin. Bagi Piccioli, runway bukan sekadar panggung busana, melainkan tempat berbagai kisah manusia bertemu dan membuka kemungkinan interpretasi baru. Di tengah gelapnya realitas, ia ingin tetap menghadirkan harapan, sebuah cahaya yang selalu bisa ditemukan di balik bayangan.

3 dari 3 halaman

Fresco of Humanity

Terinspirasi dari teknik artistik klasik yang mengeksplorasi kontras cahaya dan bayangan, koleksi ini tidak hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga tentang kompleksitas kehidupan manusi, tentang kerapuhan, kekuatan, dan keindahan yang muncul dari keduanya. [Dok/Balenciaga],

Levinson sendiri mengaku tergerak oleh cara Piccioli bekerja dengan empati dan intuisi. Ia melihat desainer tersebut sebagai sosok yang memimpin proses kreatif dengan hati, namun tetap mampu menerjemahkan emosi menjadi struktur desain yang presisi dan terukur.

Menurut Levinson, perjalanan dari ide yang sangat personal menuju karya yang dapat dipahami banyak orang merupakan proses yang kompleks, namun Piccioli melakukannya dengan sangat indah sepanjang kariernya.

Ia juga melihat kesamaan antara tema koleksi “ClairObscur” dengan narasi dalam Euphoria, yang kerap mengeksplorasi pilihan hidup manusia dan konsekuensinya. Serial tersebut sering mempertanyakan apakah seseorang mampu menemukan makna hidup yang sebenarnya, atau justru terjebak dalam ilusi modern yang tampak memikat.

Dalam konteks tersebut, Levinson menilai keseimbangan antara terang dan gelap menjadi elemen penting. Tanpa bayangan, cahaya bisa terasa terlalu menyilaukan; sebaliknya tanpa cahaya, kegelapan akan menelan segalanya. Ketegangan antara dua sisi itulah yang membuat kehidupan terasa nyata.

Pada akhirnya, kolaborasi antara Piccioli dan Levinson menghadirkan sebuah visi kreatif yang mereka sebut sebagai “Fresco of Humanity.” Dengan menggunakan konsep clair-obscur, keduanya mencoba melukiskan potret kemanusiaan yang penuh lapisan emosi, dengan satu tujuan sederhana namun mendalam: menghadirkan cinta sebagai inti dari setiap cerita.