4 Tanda Anak Mulai Bisa Mengambil Keputusan secara Mandiri

hilya KamilaDiterbitkan 17 April 2026, 09:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, seiring pertumbuhan si kecil, anak semakin memiliki pilihan mereka sendiri. Itulah sebabnya, kemampuan anak untuk mengambil keputusan sendiri sangat diperlukan agar mereka bisa menetapkan pilihan. Dengan kemampuan anak mandiri atau sudah bisa mengambil keputusan sendiri, orangtua pastinya merasa bangga dengan mereka.

Akan tetapi, dilansir dari aol.com, perubahan sikap anak yang mampu menentukan pilihan apakah mencerminkan kemandirian anak atau hanya proses mencoba hal-hal baru. Untuk membangun keterampilan yang mampu mengambil keputusan dan membentuk anak mandiri, orangtua bisa memberikan kebebasan kepada mereka agar bisa belajar dari pengalaman.

Selain itu, dengan memberikan kepercayaan pada anak, hal itu bisa mengembangkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat.  Selaras hal tersebut, orangtua bisa melihat tanda-tanda anak yang sudah mampu mengambil keputusan.

Dengan membimbing dan mengarahkan si kecil, mereka bisa menjadi lebih mandiri menentukan pilihan. Lalu, apa saja tanda-tanda anak yang sudah mampu menetapkan keputusan dengan mandiri? Berikut penjelasan tanda-tanda anak sudah mulai bisa menentukan pilihan sendiri tanpa bantuan orangtua.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Ciri-Ciri Anak yang Sudah Mulai Mandiri dalam Menentukan Pilihan

Apabila anak mulai melakukan hal-hal yang belum diarahkan orangtua, itu bisa menjadi pertanda bahwa mereka sudah mampu untuk mengambil keputusan sendiri. (Foto/dok: Freepik)

1. Mengerjakan tugas dengan inisiatif sendiri

Apabila anak mulai melakukan hal-hal yang belum diarahkan orangtua, itu bisa menjadi pertanda bahwa mereka sudah mampu untuk mengambil keputusan sendiri. Hal ini menjadi langkah besar ketika mereka memutuskan untuk memulai sesuatu tanpa menunggu perintah dari orangtua. Mungkin, ketika orangtua melihat anak yang sudah bisa menyelesaikan masalah, inilah menjadi tanda-tanda bahwa anak sedang melatih kemandirian dalam rutinitas sehari-hari. Dengan mendorong anak untuk mencoba hal baru dan memberikan apresiasi, mereka bisa mengambil inisiatif secara mandiri.

2. Bertanggung jawab dengan tugasnya

Anak-anak yang bisa bertanggung jawab mungkin terlihat dari cara mereka yang menyelesaikan tugas sendiri. Misalnya, ketika anak mulai membantu menyiapkan meja makan atau merapikan mainannya, mereka menganggap bahwa tugas-tugas ini harus diselesaikan secara mandiri. Dengan mengambil tanggung jawab untuk mengerjakan pekerjaan rumah, hal itu bisa mengajarkan keterampilan hidup yang penting. Selain itu, mereka bisa belajar untuk dapat diandalkan sehingga merasa bangga terhadap apa yang dilakukan. Pekerjaan atau tugas yang dilakukan anak tidaklah selalu sempurna, tetapi setiap usaha yang mereka lakukan dapat membantu anak menjadi lebih percaya diri.

3. Mencoba aktivitas baru dengan antusias

Ketika anak merasa semangat dalam mencoba sesuatu hal, itu menjadi salah satu tanda kemandirian. Dengan kemandirian, mereka bisa menjadi mampu untuk menentukan pilihan. Semangat atau inisiatif yang dilakukan mereka, dapat menunjukan bahwa mereka siap menghadapi tantangan dan belajar melalui pengalaman. Selain itu, apabila anak sudah berusaha untuk melakukan segala sesuatu dengan upaya sendiri, orangtua dapat memberikan pujian sehingga anak merasa diapresiasi dan dihargai.

4. Mampu memecahkan masalah sendiri

Sikap anak yang mampu menentukan pilihan dapat dilihat dari cara mereka yang dapat mencoba memecahkan masalah tanpa meminta bantuan. Hal ini menunjukkan bahwa anak menggunakan kemampuan berpikir mereka dengan menghasilkan ide-ide baru. Bahkan, tidak jarang anak-anak bersedia untuk mencoba dan pantang menyerah sampai menemukan solusi dalam permasalahan mereka. Karakter anak yang mampu memecahkan masalah dapat membangun kepercayaan diri dan membantu belajar menentukan pilihan sendiri. 

3 dari 3 halaman

Tips Menumbuhkan Keterampilan Pengambilan Keputusan pada Anak

Membiarkan anak membuat pilihan yang sesuai dengan usia mereka, hal itu bisa membantu mereka memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. (Foto/dok: Freepik/jcomp)

Dilansir dari vikaasa.org, terdapat beberapa cara untuk mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan pada anak. 

1. Mulai dari hal-hal sederhana

Mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan dapat dimulai sedini mungkin. Dengan membiarkan anak membuat pilihan yang sesuai dengan usia mereka, hal itu bisa membantu mereka memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Misalnya, membiarkan anak memilih antara dua camilan sehat atau memutuskan buku apa yang akan dibaca sebelum tidur menjadi cara untuk melatih mengambil keputusan dengan mandiri.

2. Memberikan bimbingan kepada anak

Seiring pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, peran orangtua sebagai fasilitator sangat penting untuk menumbuhkan keterampilan pengambilan keputusan sendiri. Beri mereka ruang untuk memutuskan, tetapi orangtua juga tetap memberikan arahan kepada mereka. Selain itu, proses ini bisa disebut sebagai "pengembangan bertahap" (scaffolding), dimana orangtua memberikan dukungan terstruktur yang secara perlahan-lahan.

3. Mendorong Introspeksi dari Kesalahan

Selalu beri tahu anak-anak bahwa tidak semua keputusan akan menghasilkan hasil yang sempurna. Dengan membiarkan anak-anak membuat kesalahan, hal itu bisa membantu mereka memahami sebab dan akibat. Melalui evaluasi dari kesalahan yang mereka lakukan, anak bisa menjadi lebih cermat dan tepat dalam mengambil suatu keputusan.

Sahabat Fimela, kemampuan anak dalam mengambil keputusan sederhana merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang menuju kemandirian. Perubahan sikap anak yang mulai berani memilih, berinisiatif, hingga bertanggung jawab atas tugasnya dapat menjadi tanda bahwa mereka sedang belajar menentukan pilihan sendiri. Oleh karena itu, peran orangtua sangat dibutuhkan untuk memberikan ruang, kepercayaan, serta bimbingan yang tepat.