Fimela.com, Jakarta - Kalau dulu membawa tumbler atau tote bag hanya dianggap sebagai kebiasaan sederhana untuk mengurangi sampah, sekarang benda-benda reusable justru berubah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Mulai dari tumbler warna-warni, tote bag lucu, tempat makan sendiri, hingga sedotan stainless, semua kini tak hanya soal fungsi, tetapi juga menjadi bagian dari fashion statement.
Di kampus, kantor, kafe, sampai transportasi umum, semakin banyak Gen Z yang terlihat membawa tumbler dengan warna pastel, desain unik, atau stiker personal yang mencerminkan kepribadian mereka. Tumbler bukan lagi sekadar botol minum, tetapi sudah menjadi aksesori pelengkap outfit sehari-hari. Bahkan, banyak orang sengaja memilih warna tumbler yang senada dengan tas, sepatu, atau outfit yang dipakai hari itu.
Fenomena ini terlihat dari populernya berbagai brand tumbler seperti Stanley, Owala, Hydro Flask, hingga Starbucks tumbler yang ramai dibahas di TikTok dan Instagram. Owala misalnya, banyak disukai Gen Z karena pilihan warnanya yang playful dan bisa dipadupadankan. Brand ini bahkan populer karena konsumen suka mengombinasikan warna tutup dan botol agar terlihat lebih personal.
Bagian dari Gaya Hidup
Tidak sedikit pula anak muda yang menganggap tumbler sebagai “emotional support item”, yaitu barang yang selalu dibawa ke mana pun untuk memberi rasa nyaman sekaligus mendukung gaya hidup sehat. Membawa tumbler membuat mereka merasa lebih teratur, lebih rajin minum, dan lebih peduli pada diri sendiri. Banyak juga yang memilih tumbler dengan penanda ukuran air atau target jam minum sebagai bagian dari rutinitas self-care.
Selain tumbler, tote bag kain juga semakin sering dijadikan pelengkap gaya sehari-hari. Tote bag dianggap praktis, ringan, dan bisa dipakai untuk membawa laptop, buku, makeup pouch, sampai belanjaan kecil. Banyak brand kini membuat tote bag dengan desain minimalis, ilustrasi lucu, atau slogan unik yang membuatnya terlihat lebih modis dibanding kantong plastik biasa.
Kebiasaan membawa tempat makan sendiri dan menolak sedotan plastik juga mulai menjadi bagian dari rutinitas harian. Di tengah meningkatnya kesadaran soal lingkungan, semakin banyak anak muda yang membawa lunch box, alat makan portable, atau sedotan reusable saat membeli minuman favorit. Kebiasaan kecil ini dianggap lebih praktis sekaligus membantu mengurangi sampah sekali pakai.
Identitas Baru Gen Z
Meski terlihat sederhana, kebiasaan seperti membawa tumbler, tote bag, dan tempat makan reusable perlahan membentuk identitas baru di kalangan Gen Z. Mereka tidak hanya ingin terlihat stylish, tetapi juga ingin menunjukkan bahwa mereka peduli pada lingkungan. Namun, di balik tren ini, ada juga pengingat bahwa konsep reusable seharusnya dipakai dalam jangka panjang, bukan justru menjadi barang koleksi yang terus dibeli demi mengikuti tren baru. Beberapa pengamat menilai bahwa membeli terlalu banyak tumbler atau tote bag justru bisa menghilangkan tujuan awalnya sebagai barang ramah lingkungan.
Pada akhirnya, membawa tumbler warna-warni atau tote bag favorit memang bisa membuat penampilan terasa lebih menarik. Tapi yang paling penting, kebiasaan kecil tersebut tetap membawa dampak positif jika benar-benar digunakan berulang kali dalam kehidupan sehari-hari.