6 Tips Mengatasinya Tanpa Panik saat Anak Tantrum di Tempat Umum

hilya KamilaDiterbitkan 19 Agustus 2026, 11:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernah merasa kesulitan ketika anak mudah tantrum di tempat umum? Melihat anak tantrum di tempat umum, seringkali membuat orangtua merasa kewalahan. Bahkan, sebagian orangtua masih belum mengetahui bagaimana cara mengatasi anak tantrum di tempat umum.

Dilansir dari parents.com, reaksi orangtua justru berperan penting untuk mengatasi anak tantrum. Sebaiknya, para orangtua jangan bereaksi berlebihan ketika anak menjadi tantrum di tempat umum. Dengan reaksi yang lebih terkendali dalam mengajarkan anak mengelola emosi mereka, hal itu secara tidak langsung dapat melatih anak menjadi lebih bijak.

Apalagi, jika orangtua juga ikut memberikan contoh bagaimana mengelola dan melakukan regulasi emosi dengan tenang bersama anak. Lalu, bagaimana untuk mengelola emosi anak yang sering tantrum? Berikut cara yang tepat untuk para orangtua agar tetap tenang saat anak tantrum di tempat umum.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Cara Tetap Tenang saat Anak Tantrum di Tempat Umum

Sikap tenang bisa menjadi contoh bagi anak dalam mengelola emosi ketika sedang tantrum. (Foto/dok: Freepik)

Dilansir dari greatschools.org, berikut cara untuk orangtua agar tetap tenang menghadapi anak yang tantrum

1. Jangan terpancing emosi

Saat anak tantrum, hal terpenting adalah orang tua tetap tenang. Ketika oranguta marah, membentak, atau menghukum justru akan memperburuk situasi karena anak akan semakin emosional. Dengan berbicara lembut, tetapi tetap tegas, orangtua bisa membantu meredakan suasana. Selain itu, sikap tenang juga menjadi contoh bagi anak dalam mengelola emosi. Jika orang tua ikut panik, anak pun akan semakin sulit untuk menenangkan diri.

2. Jangan menuruti keinginan anak saat tantrum

Memberikan apa yang anak inginkan hanya untuk menghentikan tantrum bisa menjadi kebiasaan buruk. Biasanya, anak akan belajar bahwa tantrum adalah cara efektif untuk mendapatkan sesuatu. Di tempat umum, memang sering muncul rasa tidak enak dilihat orang lain. Namun, tetap konsisten dengan aturan adalah kunci agar anak tidak mengulang perilaku tersebut di kemudian hari.

3. Utamakan keamanan anak

Ketika tantrum terjadi, pastikan anak tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain. Jika situasi tidak kondusif, orangtua bisa memindahkan anak ke tempat yang lebih aman dan tenang. Orangtua bisa membawa anak ke sudut yang lebih sepi, keluar dari keramaian atau ke dalam mobil. Sementara itu, lingkungan yang lebih tenang membantu anak lebih mudah menenangkan diri.

3 dari 3 halaman

4. Tunjukkan empati dan pahami perasaan anak

Orangtua bisa mengatakan kalimat yang bisa menenangkan si kecil untuk memahami perasaan mereka. (Foto/dok: Freepik/prostooleh)

Biasanya, anak menjadi sering tantrum karena merasa kurang dipahami. Itulah sebabnya, penting untuk menunjukkan bahwa orangtua mengerti perasaan mereka dengan mengatakan kalimat yang bisa menenangkan si kecil. Pendekatan ini dapat meredakan emosi anak karena mereka merasa didengar, bukan diabaikan atau dimarahi.

5. Kurangi perhatian saat tantrum memuncak

Jika anak sudah berada di puncak emosi yang ditandai dengan reaksi menjerit bahkan berguling, memberi terlalu banyak perhatian justru bisa memperkuat perilaku tersebut. Dalam kondisi ini, orangtua bisa tetap berada di dekat anak sambil menunggu hingga emosinya mereda. Selain itu, sebaiknya para orangtua juga bisa berusaha untuk tetap tenang. 

6. Ajarkan cara mengelola emosi setelah tantrum selesai

Setelah situasi kembali tenang, orangtua bisa mengajak anak berbicara tentang apa yang terjadi. Sebaiknya, gunakan bahasa sederhana untuk membantu anak memahami perasaannya dan mencari cara yang lebih baik untuk mengekspresikannya di masa depan. Hal ini penting agar anak tetap berusaha belajar mengelola emosi, bukan hanya berhenti tantrum sesaat.

Sahabat Fimela, menghadapi anak tantrum di tempat umum memang bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Namun, dengan tetap tenang, tidak terpancing emosi, serta menunjukkan sikap empati, orangtua dapat membantu anak belajar mengelola perasaannya dengan lebih baik. Konsistensi dalam menerapkan aturan dan memberikan contoh regulasi emosi yang positif juga menjadi kunci agar anak tidak mengulangi perilaku yang sama. Dengan pendekatan yang tepat, momen tantrum bukan hanya bisa diatasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengajarkan anak tentang pengendalian diri dan emosi secara lebih bijak.