BINI Bawa Sustainable Fashion ke Coachella, Angkat Budaya Filipina Lewat Outfit Super Detail Ini

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 13 April 2026, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Debut BINI di panggung global Coachella bukan hanya menjadi tonggak penting dalam perjalanan musik mereka, tetapi juga menghadirkan visual spektakuler yang sarat makna. Mengakar kuat pada identitas Filipina, craftsmanship, serta inovasi, outfit yang dikenakan BINI dibuat dari material berkelanjutan dan lembaran emas asli.

Selama penampilan energik berdurasi 45 menit, perhatian penonton tak hanya tertuju pada musik mereka, tetapi juga pada narasi fashion yang begitu kuat. Setiap busana yang dikenakan menjadi perpanjangan dari storytelling mereka—membuktikan bahwa BINI tak hanya merepresentasikan Filipina lewat musik, tetapi juga lewat karya seni yang detailnya begitu diperhatikan.

Melansir abs-cbn.com, salah satu momen paling mencuri perhatian terjadi saat transisi cepat dari lagu “Shagidi” ke “Zero Pressure.” Dalam sekejap, BINI berganti dari busana warrior berwarna emas menjadi outfit siren bernuansa teal-blue yang mengalir.

Perubahan kostum yang mulus ini langsung disambut sorakan meriah penonton dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Pesona Filipina dalam Balutan Warrior Look

BINI saat manggung di Coachella kenakan Warrior Look. [@bini_ph]

Untuk penampilan pembuka, BINI menghadirkan sosok perempuan Filipina yang kuat layaknya warrior. Busana emas yang dirancang oleh Marian Zara bersama Job Dacon, serta ditata oleh Ica Villanueva, sarat akan simbolisme.

Dipadukan dengan topi salakot, tampilan ini langsung menghadirkan nuansa kebanggaan budaya yang kuat, sekaligus menegaskan akar Filipina di panggung internasional.

Di balik tampilannya yang memukau, proses pembuatan busana ini ternyata sangat detail dan penuh ketelitian. Marian Zara membagikan proses pembuatan secara handmade melalui media sosial, memperlihatkan bagaimana teknik tenun tradisional Filipina diintegrasikan ke dalam desain.

Tekstur yang menyerupai anyaman banig serta jahitan detail di setiap aksen menjadi bukti nyata kekayaan warisan budaya yang diangkat dalam desain ini.

3 dari 4 halaman

Fashion Berkelanjutan yang Inovatif

Tak hanya estetika, aspek keberlanjutan juga menjadi fokus utama. Job Dacon mengungkap bahwa setiap outfit dibuat menggunakan 20 hingga 25 lembar emas asli serta sekitar dua pon plastik daur ulang untuk tiap anggota.

Prosesnya pun tidak sederhana—mulai dari melelehkan bahan daur ulang, membentuknya, hingga menyempurnakan setiap detail secara manual.

Desainnya terinspirasi dari berbagai elemen tradisional Filipina, termasuk motif filigree dari ukiran calado yang sering ditemukan di rumah-rumah heritage. Bahkan, cetakan khusus dibuat dari kerang scallop yang berasal dari Pulau Bantayan.

Menariknya, penggemar juga menemukan detail tersembunyi berupa manik-manik berbentuk aksara Baybayin yang semakin memperkaya cerita budaya dalam busana tersebut.

4 dari 4 halaman

Transformasi Jadi Siren Modern yang Elegan

BINI saat manggung di Coachella kenakan Siren Modern yang Elegan. [@bini_ph]

Untuk tampilan kedua, BINI bertransformasi menjadi sosok siren modern dengan sentuhan laut yang memikat. Busana berwarna teal ini dirancang oleh Raf Villas dan tetap ditata oleh Ica Villanueva.

Detail seperti anyaman, tassel yang mengalir, serta tekstur menyerupai ombak menciptakan kesan dinamis sekaligus elegan, merepresentasikan kekuatan dan keindahan laut dalam balutan modern.

Penampilan kedua look semakin sempurna dengan aksesori emas dan putih karya Arnel Papa. Menggunakan elemen mutiara dan bentuk kerang, aksesori ini menjadi penghormatan pada lanskap tropis Filipina yang kaya.