Stefano Gabbana Mundur dari Dolce & Gabbana, Dengan Krisis Fantastis yang Menjerat

Nabila MecadinisaDiterbitkan 13 April 2026, 20:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Dunia fashion global diguncang kabar mengejutkan: Stefano Gabbana dikabarkan mundur dari rumah mode yang ia dirikan bersama Domenico Dolce, yaitu Dolce & Gabbana. Di balik keputusan besar ini, tersimpan persoalan finansial serius—perusahaan disebut tengah menanggung utang mencapai Rp 8,8 triliun.

Kepergian Sosok Visioner

Stefano Gabbana selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu kekuatan kreatif utama di balik identitas Dolce & Gabbana. Bersama Domenico Dolce, ia membangun brand yang identik dengan sensualitas khas Italia, tailoring tajam, dan estetika baroque yang mewah.

Keputusan mundurnya Gabbana tentu bukan sekadar perubahan struktur organisasi. Ini adalah kehilangan arah artistik yang bisa berdampak besar pada positioning brand di industri fashion global. 

 

Beban Finansial yang Membayangi

Laporan mengenai utang Rp 8,8 triliun menjadi perhatian utama. Dalam beberapa tahun terakhir, industri fashion memang menghadapi tekanan besar—mulai dari perubahan perilaku konsumen, disrupsi digital, hingga ketidakpastian ekonomi global.

Bagi brand sebesar Dolce & Gabbana, utang dalam jumlah tersebut menunjukkan adanya tantangan serius dalam menjaga cash flow, ekspansi bisnis, serta operasional yang tetap kompetitif di tengah persaingan dengan rumah mode lain seperti Gucci dan Louis Vuitton.

 

2 dari 3 halaman

Dampak pada Identitas Brand

Desainer D& G, Domenico Dolce dan Stefano Gabbana, di Milan Fashion Week 2026. (dok. AP Photo/Luca Bruno)

Kepergian Gabbana memunculkan pertanyaan besar: apakah Dolce & Gabbana masih bisa mempertahankan DNA desainnya?

Selama ini, kekuatan brand terletak pada kombinasi visi dua pendirinya. Tanpa salah satu dari mereka, ada risiko perubahan arah kreatif—baik menuju pendekatan yang lebih komersial atau justru redefinisi total gaya brand.

Namun di sisi lain, ini juga bisa menjadi peluang untuk transformasi. Banyak rumah mode besar yang justru menemukan “napas baru” setelah pergantian desainer.

Reaksi Industri Fashion

Kabar ini memicu beragam reaksi dari pelaku industri. Sebagian melihatnya sebagai tanda melemahnya brand heritage di tengah dominasi konglomerat fashion besar. Sementara yang lain menilai ini sebagai fase alami dalam siklus bisnis dan kreativitas.

Di era sekarang, keberhasilan brand tidak hanya ditentukan oleh desain, tetapi juga strategi digital, kolaborasi, dan kemampuan membaca pasar generasi muda.

3 dari 3 halaman

Apa Selanjutnya untuk Dolce & Gabbana?

Kim Kardashian bersama Domenico Dolcedan Stefano Gabbana di akhir peragaan busana wanita Dolce & Gabbana Spring Summer 2023 di Milan, Italia, 24 September 2022. Ia melengkapi penampilannya dengan model rambut pirang ala Marilyn Monroe yang di-styling klasik. (AP Photo/Antonio Calanni)

Langkah berikutnya akan sangat menentukan masa depan brand ini. Apakah mereka akan menunjuk creative director baru? Atau memilih mempertahankan arah desain di bawah kendali Domenico Dolce?

Yang jelas, tantangan finansial dan perubahan kepemimpinan ini akan menjadi ujian besar bagi keberlanjutan Dolce & Gabbana sebagai salah satu ikon fashion dunia.