Gunungan Sampah Menanti di Balik Meriahnya Coachella 2026

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 14 April 2026, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di tengah gemerlap lampu gurun California dan dentuman musik yang tak pernah benar-benar berhenti, Coachella Valley Music and Arts Festival 2026 kembali menjadi magnet global. Ratusan ribu orang datang untuk merayakan musik, fashion, dan kebebasan berekspresi. Namun ketika panggung dimatikan dan kerumunan pulang, satu hal yang tertinggal dalam jumlah mencengangkan: sampah.

Setiap tahun, Coachella bukan hanya menghasilkan tren gaya hidup, tetapi juga tumpukan limbah dalam skala industri. Bayangkan sebuah kota sementara dengan lebih dari 100.000 orang per hari. Lengkap dengan makanan, minuman, camping, dan gaya hidup serba instan. Dari situ, sampah yang dihasilkan bukan lagi sekadar “banyak”, tetapi masif.

Sejumlah laporan media internasional mencatat bahwa produksi sampah di Coachella dapat mencapai lebih dari 100 ton perhari pada 2019 mengutip dari laman Waste360. University of San Diego juga menyebut dalam satu penyelenggaraan penuh (dua akhir pekan), totaln sampah yang dihasilkan bisa menembus 600 ton lebih limbah. Beberapa estimasi bahkan menyebut angka hingga 1.600 ton per tahun jika seluruh aktivitas festival dihitung secara menyeluruh

Sampah ini berasal dari berbagai sumber, seperti gelas plastik, kemasan makanan, dekorasi sekali pakai, hingga tenda dan perlengkapan camping yang ditinggalkan begitu saja. Fenomena ini bahkan memunculkan istilah tidak resmi di kalangan pengamat lingkungan yang disebut Festival Hangover, kondisi di mana lokasi festival berubah menjadi lanskap penuh sampah setelah acara usai.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Upaya Coachella: Antara Idealisme dan Realitas

The Messengers terlihat selama Festival Musik dan Seni Coachella Valley 2023 pada 21 April 2023 di Indio, California, Amerika Serikat. (Frazer Harrison/Getty untuk Coachella/AFP)

Di balik kritik tersebut, penyelenggara Coachella—melalui promotor Goldenvoice—sebenarnya tidak tinggal diam. Mereka telah mengembangkan berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang cukup ambisius.

Salah satu program utamanya adalah waste diversion, yaitu upaya mengalihkan sampah dari tempat pembuangan akhir ke jalur daur ulang atau kompos. Menurut laporan Palm Springs Life, ratusan ton sampah berhasil dialihkan setiap tahunnya melalui sistem ini.

Namun, efektivitasnya masih terbatas. Hanya sekitar 20% sampah yang benar-benar berhasil didaur ulang, menunjukkan adanya gap besar antara niat dan implementasi (The Post Athens, 2025).

Selama festival berlangsung, Coachella sebenarnya beroperasi seperti mesin logistik raksasa. Ribuan tempat sampah dipisahkan berdasarkan kategori seperti recycle, compost, dan landfill. Ratusan staf bekerja sepanjang waktu untuk mengumpulkan dan memilah limbahSistem pengangkutan dilakukan secara kontinu agar area tetap “terlihat bersih”

Namun, seperti banyak sistem berbasis partisipasi publik, keberhasilannya sangat bergantung pada perilaku pengunjung. Ketika sampah tidak dipilah dengan benar sejak awal, proses daur ulang menjadi jauh lebih sulit bahkan mustahil.

 

3 dari 3 halaman

Sampah dan Gaya Hidup

Yang menarik, Coachella bukan hanya festival musik tapi juga panggung fashion global. Setiap tahun, tren baru lahir dari gurun ini. Namun di sisi lain, budaya fast fashion festival justru menjadi salah satu kontributor limbah.

Pakaian yang hanya dipakai sekali, aksesori murah, hingga dekorasi yang pada akhirnya semuanya berakhir di tempat sampah. Ditambah lagi dengan fenomena “leave-it-behind camping”, di mana pengunjung meninggalkan tenda dan perlengkapan mereka karena dianggap tidak praktis untuk dibawa pulang.

Upaya untuk mengatasi ini sebenarnya sudah ada. Organisasi seperti Global Inheritance bekerja sama dengan Coachella untuk menjalankan kampanye edukasi seperti program penukaran botol plastik, instalasi seni dari bahan daur ulang, dan kampanye kesadaran lingkungan bagi pengunjung muda. Tetapi lagi-lagi, dampaknya masih belum mampu menandingi skala konsumsi festival itu sendiri.