6 Tips Memilih Mainan Edukatif Anak agar Menjadi Lebih Kreatif

hilya KamilaDiterbitkan 21 Juli 2026, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, dalam tips parenting, memilih mainan anak sering kali terasa membingungkan karena begitu banyak produk yang mengklaim dirinya sebagai “mainan edukatif.” Padahal, tidak semua mainan dengan label edukasi benar-benar membantu perkembangan anak secara optimal.

Dilansir dari educationaltoys.co.uk, mainan edukatif yang baik sebenarnya tidak harus mahal atau canggih, tetapi mampu membantu anak belajar melalui aktivitas bermain yang menyenangkan.

Saat bermain, anak tidak hanya merasa terhibur, tetapi juga sedang belajar banyak hal baru. Mulai dari melatih kemampuan motorik, belajar memecahkan masalah, meningkatkan kreativitas hingga mengembangkan kemampuan komunikasi dan sosial.

Tips parenting bagi orangtua perlu memilih mainan yang tepat menjadi penting agar waktu bermain anak terasa lebih bermanfaat sekaligus mendukung tumbuh kembangnya. Mainan sederhana seperti balok susun, puzzle atau pretend play bahkan sering dianggap lebih efektif dibanding mainan elektronik yang terlalu pasif.

Menariknya lagi, mainan edukatif yang tepat juga dapat membantu anak lebih fokus, percaya diri, dan tidak mudah bosan saat bermain. Mainan open-ended yang bisa dimainkan dengan banyak cara membuat anak bebas berimajinasi dan mengeksplorasi ide baru setiap hari. Dengan memahami beberapa tips dasar dalam memilih mainan, Sahabat Fimela bisa membantu menciptakan pengalaman bermain yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendukung proses belajar anak secara alami di rumah.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Tips Memilih Mainan Anak yang Edukatif

Mainan edukatif yang baik bukan hanya sekadar menghibur, tetapi juga membuat anak ikut berpikir dan bereksplorasi saat bermain. (Foto/dok: Freepik/jcomp)

1. Pilih mainan yang membuat anak aktif berpikir

Sahabat Fimela, mainan edukatif yang baik bukan hanya sekadar menghibur, tetapi juga membuat anak ikut berpikir dan bereksplorasi saat bermain. Selain itu, mainan yang terlalu banyak tombol otomatis atau suara sering kali membuat anak hanya menjadi penonton pasif. Sebaliknya, mainan seperti balok susun, puzzle atau pretend play justru membantu anak belajar memecahkan masalah, mencoba hal baru, dan menggunakan imajinasi mereka sendiri.

2. Utamakan mainan yang bisa dimainkan dengan banyak cara

Mainan open-ended adalah jenis mainan yang tidak memiliki satu cara bermain saja. Misalnya, balok bisa disusun menjadi rumah hari ini, lalu berubah menjadi jembatan atau kota kecil di lain waktu. Mainan seperti ini membantu anak lebih kreatif karena mereka bebas berimajinasi dan menemukan ide permainan baru setiap hari. Selain lebih tahan lama untuk dimainkan, mainan open-ended juga membantu anak belajar berpikir fleksibel dan mandiri.

3. Sesuaikan dengan usia dan kemampuan anak

Salah satu kesalahan yang sering terjadi saat memilih mainan adalah hanya melihat label usia tanpa mempertimbangkan kemampuan anak. Padahal, setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda. Mainan yang terlalu sulit bisa membuat anak frustrasi, sedangkan yang terlalu mudah membuat mereka cepat bosan. Itulah sebabnya, orangtua perlu untuk memilih mainan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak agar mereka merasa tertantang tetapi tetap menikmati proses bermain.

3 dari 3 halaman

4. Pilih mainan yang membantu perkembangan keterampilan tertentu

Mainan edukatif sebaiknya memiliki manfaat untuk melatih kemampuan anak, seperti motorik halus, bahasa, kreativitas atau problem solving. (Foto/dok: Freepik)

Mainan edukatif sebaiknya memiliki manfaat untuk melatih kemampuan anak, seperti motorik halus, bahasa, kreativitas atau problem solving. Misalnya, puzzle membantu melatih fokus dan logika, sedangkan mainan memasak-masakan dapat membantu perkembangan bahasa dan kemampuan sosial anak. Dengan memilih mainan yang tepat, waktu bermain pun bisa menjadi kesempatan belajar yang menyenangkan tanpa terasa seperti belajar formal.

5. Perhatikan keamanan dan kualitas bahan mainan

Selain edukatif, keamanan tetap menjadi hal penting saat memilih mainan anak. Pastikan mainan terbuat dari bahan yang aman, tidak memiliki sudut tajam, dan tidak mudah rusak. Untuk anak usia kecil, hindari mainan dengan bagian kecil yang mudah dilepas karena berisiko tertelan. Mainan berkualitas baik biasanya juga lebih tahan lama sehingga dapat digunakan dalam waktu lebih panjang.

6. Pilih mainan yang bisa dimainkan bersama orangtua

Mainan edukatif akan terasa lebih menyenangkan jika dimainkan bersama. Sahabat Fimela, bermain bersama anak membantu mereka belajar berkomunikasi, berbagi cerita, dan meningkatkan kedekatan emosional dengan orangtua. Bahkan, aktivitas sederhana seperti menyusun balok atau bermain peran dapat menjadi momen belajar yang berharga untuk anak.

Sahabat Fimela, memilih mainan edukatif untuk anak sebenarnya tidak harus selalu mahal atau penuh teknologi canggih. Yang terpenting, mainan tersebut mampu membuat anak aktif berpikir, berimajinasi, serta belajar berbagai keterampilan baru melalui proses bermain yang menyenangkan. Dengan memilih mainan yang sesuai usia, aman, dan dapat mendukung perkembangan motorik, kreativitas, maupun kemampuan sosial anak, waktu bermain pun bisa menjadi momen belajar yang lebih bermakna. Selain membantu tumbuh kembang si kecil, bermain bersama menggunakan mainan edukatif juga dapat mempererat hubungan emosional antara anak dan orangtua di rumah.