Sukses

Lifestyle

5 Hal Sederhana yang Membuat Anak Merasa Pendapatnya Dihargai, Orang Tua Perlu Tahu

ringkasan

  • Anak-anak memerlukan rasa hormat dan dihargai layaknya orang dewasa untuk perkembangan optimal.
  • Rasa dihargai berkorelasi dengan kemampuan belajar dan kesediaan anak berbagi ide.
  • Lima frasa sederhana dapat membuat anak merasa penting dan menjadi bagian integral dari keluarga.

Fimela.com, Jakarta - Hal sederhana yang membuat anak merasa pendapatnya dihargai bisa dimulai dari kebiasaan orang tua mendengarkan tanpa buru-buru memotong. Perhatian kecil saat anak berbicara dapat membuat mereka merasa pemikiran dan perasaannya penting.

Dalam keseharian, hal sederhana yang membuat anak merasa pendapatnya dihargai tidak harus berupa keputusan besar. Mengajak anak memilih menu, meminta saran, atau menanyakan pendapat tentang sesuatu di rumah sudah cukup untuk membuat mereka merasa dilibatkan.

Respons positif juga menjadi hal sederhana yang membuat anak merasa pendapatnya dihargai. Meski tidak semua saran bisa diterapkan, orang tua dapat menjelaskan alasannya agar anak tetap merasa didengar dan dipertimbangkan.

Berikut Fimela.com merangkum dari Simply Rooted Family tentang hal sederhana yang membuat anak merasa pendapatnya dihargai, Selasa (1/9/2026).

1. Tanyakan Pendapat Anak

Biasakan mengajukan pertanyaan seperti, "Menurut kamu bagaimana?" atau "Kalau menurut kamu, sebaiknya bagaimana?" Pertanyaan sederhana tersebut menunjukkan bahwa orang tua tertarik pada pemikiran anak dan bersedia mendengarkan sudut pandangnya.

Tidak harus selalu menyangkut keputusan besar. Anak dapat dilibatkan dalam hal sehari-hari, misalnya menentukan menu makan malam, memilih kegiatan akhir pekan, atau memberikan saran mengenai sesuatu di rumah. Ketika pendapatnya didengar dan dipertimbangkan, anak dapat merasa dirinya merupakan bagian penting dalam keluarga.

2. Libatkan Anak dalam Menyelesaikan Masalah

Jangan selalu menganggap orang tua harus menemukan solusi untuk setiap persoalan. Sesekali, mintalah anak memberikan ide atau membantu mencari jalan keluar dari masalah sederhana yang terjadi di rumah. Cara ini juga dapat melatih kemampuan anak dalam berpikir dan melihat suatu persoalan dari berbagai sisi.

Memberikan kesempatan tersebut menunjukkan bahwa orang tua percaya pada kemampuan anak. Solusi yang diberikan mungkin tidak selalu digunakan, tetapi proses mendengarkan dan mempertimbangkannya tetap dapat membuat anak merasa kontribusinya berarti.

3. Minta Bantuan Anak

Meminta bantuan anak dalam tugas tertentu juga dapat menjadi cara sederhana untuk menunjukkan bahwa dirinya dipercaya. Orang tua dapat meminta bantuan sesuai usia dan kemampuan, seperti merapikan meja, memilih barang yang diperlukan, menyusun jadwal kegiatan, atau membantu pekerjaan ringan di rumah.

Selain mengajarkan tanggung jawab, cara ini membuat anak merasa memiliki peran dalam keluarga. Berikan apresiasi setelah mereka membantu agar anak mengetahui bahwa usaha dan kontribusinya diperhatikan, bukan sekadar dianggap sebagai kewajiban.

4. Tanyakan Tentang Pengalamannya

Pertanyaan seperti "Bagaimana harimu?" dapat menjadi awal percakapan yang membuat anak merasa didengarkan. Agar pembicaraan tidak berhenti pada jawaban singkat, orang tua dapat melanjutkannya dengan pertanyaan yang lebih spesifik dan menunjukkan ketertarikan.

Tanyakan hal-hal yang dialami anak, seperti kegiatan yang paling menyenangkan, sesuatu yang membuatnya kesal, atau kejadian menarik di sekolah. Berikan perhatian penuh saat anak bercerita sehingga mereka merasa pengalaman, perasaan, dan pikirannya benar-benar penting.

5. Berikan Apresiasi atas Pendapat dan Usahanya

Ketika anak menyampaikan ide atau berusaha membantu, berikan apresiasi yang tulus. Orang tua dapat mengatakan bahwa idenya menarik, berterima kasih atas bantuannya, atau menghargai usaha yang sudah dilakukan. Bahkan ketika idenya belum dapat diterapkan, jelaskan alasannya agar anak tetap merasa pemikirannya telah dipertimbangkan.

Apresiasi tidak harus selalu berupa hadiah. Perhatian, ucapan positif, dan kesediaan mendengarkan sudah dapat menjadi bentuk penghargaan yang berarti bagi anak. Dengan begitu, mereka dapat merasa lebih percaya diri untuk menyampaikan pendapat dan terlibat dalam percakapan di kemudian hari.

Pada akhirnya, membuat anak merasa pendapatnya dihargai tidak selalu membutuhkan tindakan besar. Memberikan ruang untuk berbicara, mendengarkan tanpa terburu-buru, serta melibatkan mereka dalam hal-hal sederhana di rumah sudah dapat menunjukkan bahwa suara mereka memiliki arti. Kebiasaan tersebut juga membantu membangun hubungan yang lebih terbuka sehingga anak merasa nyaman berbagi pemikiran maupun pengalaman dengan orang tua.

Pertanyaan Seputar Hal Sederhana yang Membuat Anak Merasa Pendapatnya Dihargai

Mengapa penting membuat anak merasa pendapatnya dihargai?

Karena hal tersebut dapat membuat anak merasa didengarkan, dianggap penting, dan lebih percaya diri dalam menyampaikan pemikirannya kepada orang tua.

Bagaimana cara sederhana menghargai pendapat anak?

Orang tua bisa mulai dengan mendengarkan sampai selesai, menanyakan pendapatnya, serta mempertimbangkan sarannya dalam keputusan sederhana di rumah.

Apakah orang tua harus selalu mengikuti keinginan anak?

Tidak. Menghargai pendapat bukan berarti selalu menyetujui keinginan anak. Orang tua tetap dapat mengambil keputusan sambil menjelaskan alasan ketika saran anak belum bisa diterapkan.

Kapan waktu yang tepat untuk menanyakan pendapat anak?

Bisa kapan saja, terutama saat sedang melakukan aktivitas bersama. Misalnya ketika menentukan menu makanan, memilih kegiatan akhir pekan, atau membahas masalah sederhana di rumah.

Apa yang sebaiknya dilakukan ketika pendapat anak berbeda dengan orang tua?

Dengarkan terlebih dahulu tanpa langsung menyalahkan. Orang tua dapat mengajak anak berdiskusi dan menjelaskan sudut pandang masing-masing agar anak tetap merasa dihargai meskipun pendapatnya berbeda.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading