Fimela.com, Jakarta - Tidak sedikit orangtua merasa kewalahan ketika anak langsung menangis, marah, atau tantrum saat keinginannya tidak dipenuhi. Mulai dari meminta mainan baru, ingin menonton lebih lama, hingga berharap sesuatu terjadi saat itu juga. Situasi seperti ini kerap membuat Moms bertanya-tanya, apakah anak terlalu manja atau sebenarnya sedang menghadapi proses belajar emosional yang wajar?
Faktanya, kemampuan menunda keinginan bukanlah keterampilan yang otomatis dimiliki sejak lahir. Bagian otak yang berfungsi mengatur kontrol diri, kesabaran, serta pengambilan keputusan masih berkembang hingga masa remaja. Karena itu, anak sering kali bereaksi spontan ketika merasa kecewa atau frustrasi. Mereka bukan sengaja sulit diatur, melainkan sedang belajar memahami konsep menunggu, mengenali emosi, dan menerima bahwa tidak semua keinginan bisa terpenuhi secara instan.
Melansir dari Bright Horizon, mengajarkan kesabaran pada anak bukan soal membuat mereka selalu menunggu lebih lama, tetapi membantu mereka memahami proses dan mengelola perasaan saat keinginan belum terpenuhi. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan orangtua dalam keseharian, dengan pendekatan yang lebih hangat dan realistis.
Advertisement
Advertisement
Konsep Menunggu Melalui Komunikasi yang Jujur dan Terukur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569661/original/084780300_1777449942-pexels-artempodrez-8087968.jpg)
1. Gunakan Alat Bantu Visual untuk Waktu
Anak anak lebih mudah memahami waktu jika mereka bisa melihatnya. Gunakan jam pasir, timer di ponsel, atau jam alarm berwarna. Katakan pada mereka, Kamu boleh mendapatkan mainan itu setelah pasir di botol ini habis. Cara ini sangat efektif untuk mengurangi rasa cemas karena mereka memiliki bukti nyata tentang kapan penantian mereka akan berakhir.
2. Berikan Validasi atas Rasa Sulitnya Menunggu
Akui bahwa menunggu itu sulit. Sahabat Fimela bisa mengatakan, Ibu tahu menunggu itu tidak menyenangkan, tapi kita harus bersabar sebentar ya. Validasi ini membuat anak merasa dimengerti. Ketika anak merasa perasaannya dihargai, mereka cenderung lebih kooperatif dan tidak mudah meledak emosinya saat harus menunda keinginan mereka.
3. Hindari Memberikan Janji Palsu
Jangan pernah berkata nanti kalau Anda memang tidak berniat melakukannya. Konsistensi membangun kepercayaan. Jika anak tahu bahwa Anda selalu menepati janji setelah mereka menunggu, mereka akan lebih bersedia untuk bersabar di kesempatan berikutnya. Kepastian dari orang tua adalah fondasi ketenangan bagi emosi anak yang sedang berkembang.
4. Latih Melalui Permainan Antre
Permainan papan sangat baik untuk melatih giliran. Anak belajar bahwa mereka harus menunggu orang lain bergerak sebelum mereka bisa jalan kembali. Aktivitas ini secara tidak langsung mengajarkan etika sosial dan kontrol diri dalam lingkungan yang santai dan kompetitif secara sehat demi membangun karakter yang tangguh.
5. Sesuaikan Ekspektasi, Baik Orangtua Maupun Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569662/original/087289300_1777449945-pexels-gustavo-fring-3985097.jpg)
Pergi ke supermarket bersama anak tentu berbeda dibandingkan saat Anda pergi sendiri. Begitu juga makan di restoran bersama balita yang mungkin belum mampu duduk tenang terlalu lama. Menerima kenyataan ini sejak awal membantu orangtua menjadi lebih fleksibel dan tidak mudah frustrasi. Ada kalanya perasaan mereka terasa begitu besar, tetapi bukan berarti situasi harus ikut menjadi kacau. Justru momen inilah kesempatan terbaik untuk melatih keterampilan emosional anak.
6. Bantu Anak Memahami Ekspektasi Sejak Awal
Sebelum masuk toko atau memulai aktivitas, jelaskan aturan dengan sederhana. Misalnya, “Hari ini kita hanya membeli barang di daftar,” atau “Kamu boleh pilih satu camilan, apel atau wortel?” Percakapan kecil seperti ini membantu anak memahami batasan sekaligus mengurangi permintaan mendadak yang sering memicu tantrum.
7. Ajarkan Keterampilan Menunggu Secara Nyata
Kemampuan menunda keinginan dan mengontrol diri adalah bekal penting sepanjang hidup. Salah satu cara sederhana adalah memberi anak kertas dan pensil saat pergi keluar. Ajak mereka menggambar atau menulis hal yang mereka inginkan. Aktivitas ini membuat anak merasa didengar sekaligus belajar merencanakan, bukan langsung menuntut.
8. Tidak Selalu Mengandalkan Gadget
Memberikan ponsel atau tablet saat anak menunggu memang terasa praktis, tetapi jika terlalu sering dilakukan, anak kehilangan kesempatan belajar menghibur diri sendiri, melatih fokus, dan membangun kemampuan komunikasi. Waktu menunggu justru bisa menjadi latihan kesabaran yang berharga.
Advertisement
Membangun Rutinitas Harian yang Secara Alami Membentuk Karakter Sabar pada Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569663/original/087087600_1777449947-pexels-gustavo-fring-4149023.jpg)
Sahabat Fimela, selain tips praktis, menciptakan rutinitas harian yang stabil adalah fondasi jangka panjang agar anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih sabar. Rutinitas memberikan struktur dan rasa aman. Saat anak mengetahui urutan aktivitas mereka, mereka secara alami belajar tentang urutan dan proses. Keteraturan ini membantu menurunkan tingkat kecemasan karena mereka bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya, sehingga keinginan mereka tidak lagi bersifat impulsif.
Salah satu rutinitas yang sangat efektif adalah melibatkan anak dalam kegiatan yang membutuhkan proses lama, seperti berkebun atau memasak bersama. Saat menanam biji bunga, anak belajar bahwa bunga tidak akan mekar dalam semalam. Begitu juga saat membuat kue, ada proses menimbang bahan dan menunggu waktu memanggang. Pengalaman nyata ini memberikan pelajaran berharga bahwa hal hal terbaik dalam hidup sering kali membutuhkan waktu dan usaha yang konsisten untuk dicapai.
Terakhir, ingatlah bahwa Sahabat Fimela adalah cermin utama bagi si kecil. Perhatikan bagaimana Anda bereaksi saat terjebak macet atau saat antrean terasa panjang. Jika Anda menunjukkan ketenangan, anak akan menyerap energi tersebut sebagai norma perilaku. Melatih kesabaran adalah perjalanan maraton, bukan lari cepat.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569660/original/013843200_1777449938-pexels-artempodrez-6951484.jpg)
![Alyssa Daguise buktikan bahwa dirinya tak hanya sekadar bumil glowing tapi juga fashionable mama [@alyssadaguise]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/3unXmjBHzsgf6tbkHdT7tylJAUg=/0x23:1080x1103/200x200/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554685/original/000301200_1776091833-SnapInsta.to_670688104_18581626381057164_3767344184430632019_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568648/original/071668600_1777366731-pexels-rdne-8363772.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492613/original/005704700_1770179711-pexels-ketut-subiyanto-4473865.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542574/original/034170700_1774946838-medium-shot-people-yoga-mat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572111/original/028475500_1777774433-pexels-cottonbro-7118214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7826343/original/031913400_1780645907-pexels-cottonbro-6181839.jpg)
![Bikin anak makin sehat, ini rahasia trik stimulasi grounding. [Dok/Pexels.com/Ron Lach].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/cgstAcTvTYUIV7GNtQsuPEOVcXU=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7955671/original/027065700_1780791938-pexels-ron-lach-10033218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5934075/original/055087900_1778831527-pexels-maksgelatin-4775196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293366/original/017821600_1783695315-DSC09836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488589/original/000791000_1769757751-mom-comforting-her-upset-daughter.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5932615/original/009181300_1778830171-little-boy-outdoor-crying.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570303/original/045253200_1777521902-mom-daughter-making-high-five_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457158/original/075801100_1766989393-senivpetro.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542574/original/034170700_1774946838-medium-shot-people-yoga-mat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5436169/original/033702700_1765164894-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326200/original/073461400_1786965125-gem2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326201/original/003720900_1786965126-gem3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335646/original/011346500_1788009959-IMG-20260829-WA0049.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335626/original/080018000_1788008067-1000118220.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5292222/original/022875000_1753247405-efee62e2-84c3-4d97-89c6-32bf7b5f099d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335594/original/051360000_1788001267-f88a50f6-f3e5-4260-8d0d-80e85f511f82.jpg)
![Bangun kesabaran anak lewat kebiasaan kecil. [Dok/Pexels.com/kaylabridge].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/SFJrmjfrsl1RtYfqCUPrlp8dAqo=/260x125/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569660/original/013843200_1777449938-pexels-artempodrez-6951484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336847/original/013157500_1788185284-JENNIE_Transitions_SINGLE_39x39.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336742/original/050613300_1788174435-Depositphotos_849093632_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336763/original/098332700_1788175257-pexels-jacky-xing-776569260-29132158__1_.jpg)