Hotel Mewah Kini Tak Lagi Sekadar Indah, Tapi Juga Memulihkan Alam

Hilda IrachDiterbitkan 12 Mei 2026, 20:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Industri hospitality global mulai bergerak ke arah baru. Jika dulu kemewahan identik dengan desain megah dan fasilitas eksklusif, kini banyak hotel justru berlomba menghadirkan pengalaman menginap yang lebih sadar lingkungan dan berdampak positif bagi komunitas sekitar.

Tren ini terlihat dalam laporan keberlanjutan terbaru Banyan Group bertajuk From One Vision to 100 Possibilities. Tahun 2025 menjadi momen penting bagi grup hospitality tersebut karena menandai 20 tahun sustainability reporting sekaligus pencapaian 100 properti di berbagai negara.

Lewat laporan ini, Banyan Group menunjukkan bagaimana konsep luxury hospitality kini mulai bergeser menuju regenerative tourism, yakni pendekatan wisata yang tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga ikut memulihkan alam dan memberdayakan masyarakat lokal.

2 dari 3 halaman

Dari Bekas Tambang Jadi Resort Hijau

Menikmati sentuhan rasa kuliner yang dipadu dengan keindahan dan kemewahan alam (Foto: Banyan Tree Vabbinfaru/petriepr.com).

Filosofi sustainability Banyan Group sebenarnya sudah dimulai sejak lebih dari tiga dekade lalu. Salah satu proyek awal mereka adalah mengubah bekas tambang timah terbengkalai di Phuket, Thailand, menjadi kawasan resort hijau.

Transformasi tersebut kemudian menjadi fondasi filosofi “Embracing the Environment, Empowering People” yang terus dibawa hingga sekarang. Banyan Group pun berkembang menjadi jaringan hospitality global dengan 13 brand, 100 hotel dan resort, lebih dari 140 spa dan galeri, serta 29 branded residences di 24 negara.

Founder dan Executive Chairman Banyan Group, Ho Kwon Ping, menegaskan bahwa sustainability bukan sekadar pelengkap bisnis, melainkan bagian penting dalam menciptakan nilai jangka panjang.

Dalam laporan sustainability 2025, Banyan Group juga menyoroti sejumlah properti baru yang dibangun dengan pendekatan lebih ramah lingkungan.

Salah satunya adalah Garrya Mù Cang Chải di Vietnam yang mengikuti kontur alami sawah terasering dan hutan bambu di sekitarnya. Resort tersebut menggunakan bambu lokal sebagai material utama dan disebut sebagai resort dengan struktur bambu terbesar di dunia. Pendekatan ini dilakukan untuk meminimalkan gangguan lahan sekaligus menekan embodied carbon dari proses pembangunan.

Sementara itu, Mandai Rainforest Resort by Banyan Tree di Singapura yang menjadi properti ke-100 Banyan Group berhasil memperoleh BCA Green Mark Super Low Energy (Platinum) Award. Resort tersebut menjadi hotel pertama di Singapura yang menerima penghargaan itu berkat desain hemat energi yang diterapkan.

Tak hanya fokus pada bangunan, Banyan Tree Zhuhai Phoenix Bay di China juga menghadirkan desain yang terinspirasi budaya lokal Lingnan melalui elemen kanal air, arsitektur courtyard, hingga seni anyaman bambu tradisional.

3 dari 3 halaman

Sustainability Tak Lagi Sekadar Tren

Keindahan vila yang direnovasi, perpaduan elegan abadi dengan warisan Maldives (Foto: Banyan Tree Vabbinfaru/petriepr.com).

Selain pembangunan properti, Banyan Group juga memperkuat praktik sustainability dalam operasional bisnis mereka. Sepanjang 2025, grup tersebut mencatat penurunan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 1,4 persen dan pengurangan limbah hingga 13 persen meski bisnis terus berkembang.

Tingkat waste diversion rate atau pengalihan limbah juga meningkat menjadi 41 persen dibanding 28 persen pada 2024.

Langkah ini menunjukkan bahwa sustainability kini mulai dipandang sebagai strategi bisnis jangka panjang, bukan sekadar kampanye pemasaran.

Pendekatan sustainability Banyan Group juga terlihat lewat kerja sama dengan komunitas lokal dan artisan tradisional.

Melalui Banyan Gallery, grup tersebut memesan lebih dari 177 ribu produk kerajinan sepanjang 2025, mulai dari tekstil tradisional, keramik, anyaman, hingga paper craft. Program ini mendukung lebih dari 20 komunitas pengrajin dan membantu menjaga warisan budaya lokal tetap hidup.

Tak hanya itu, Banyan Group juga menjalankan berbagai program sosial melalui Banyan Global Foundation dan Greater Good Grants yang berfokus pada pendidikan, pemberdayaan perempuan, pelatihan keterampilan, hingga dukungan bagi masyarakat sekitar properti mereka.

Di tengah meningkatnya minat wisatawan terhadap conscious travel, pendekatan sustainability kini menjadi bagian penting dalam industri hospitality global.

Wisatawan modern tidak lagi hanya mencari hotel yang indah secara visual, tetapi juga pengalaman menginap yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Melalui laporan sustainability terbarunya, Banyan Group menunjukkan bahwa masa depan luxury hospitality tampaknya tidak lagi hanya berbicara soal kemewahan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah destinasi dapat tetap lestari untuk generasi mendatang.