Fimela.com, Jakarta - Sarung bantal menjadi salah satu bagian tempat tidur yang paling sering bersentuhan langsung dengan tubuh setiap hari. Wajah, rambut, hingga kulit kepala menempel pada permukaan kain selama berjam-jam saat tidur yang membuat sarung bantal lebih mudah menyerap berbagai kotoran tanpa disadari.
Meski terlihat bersih dari luar, permukaan sarung bantal sebenarnya dapat menyimpan minyak alami wajah, keringat, debu, sisa skincare, hingga residu produk rambut yang menempel setiap malam. Penumpukan tersebut terjadi secara perlahan sehingga sering tidak terlalu terasa dalam penggunaan sehari-hari.
Karena digunakan terus-menerus, sarung bantal juga bisa menjadi area yang cukup mudah lembap terutama pada orang yang mudah berkeringat saat tidur atau tidur dengan rambut yang masih sedikit basah. Kondisi lembap membuat permukaan kain menjadi lebih mudah menyimpan bakteri dan partikel kecil lainnya.
Dilansir dari BBC.com, perlengkapan tidur disebut dapat mengumpulkan sel kulit mati, tungau debu, hingga berbagai partikel tubuh lain selama digunakan dalam jangka waktu tertentu.
Sahabat Fimela, kebiasaan mengganti sarung bantal secara rutin akhirnya tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan tidur, tetapi juga bisa membantu menjaga area tempat tidur tetap terasa lebih bersih untuk digunakan setiap hari.
Mengapa Sarung Bantal Bisa Menjadi Tempat Bakteri Menumpuk
Sarung bantal menyerap cukup banyak residu dari wajah dan rambut karena terus digunakan setiap malam dalam waktu yang panjang. Semakin lama digunakan tanpa dicuci, semakin banyak pula kotoran kecil yang tertinggal pada permukaan kain.
Sahabat Fimela, minyak alami wajah menjadi salah satu hal yang paling mudah menempel pada sarung bantal. Selain itu, sisa skincare malam, sunscreen yang belum benar-benar terangkat, hingga produk rambut juga dapat berpindah ke kain saat tidur berlangsung.
Keringat saat tidur bisa membuat kondisi kain menjadi lebih lembap terutama di area yang sering terkena wajah dan rambut. Lingkungan yang lembap tersebut bisa membuat bakteri lebih mudah berkembang dibanding permukaan kain yang tetap kering dan rutin dibersihkan.
Selain bakteri, debu dan sel kulit mati juga ikut menumpuk pada sarung bantal setiap hari. Karena ukurannya sangat kecil, penumpukan tersebut sering tidak terlihat langsung meski sarung bantal masih tampak bersih. Sarung bantal yang jarang diganti dapat membuat minyak dan kotoran terus bersentuhan kembali dengan kulit wajah selama tidur.
Seberapa Sering Sarung Bantal Perlu Dicuci dan Diganti
Frekuensi mencuci sarung bantal sebenarnya dapat berbeda tergantung aktivitas sehari-hari, kondisi kulit, serta kebiasaan tidur masing-masing orang. Berikut adalah beberapa tips untuk penggunaan sarung bantal:
-
Sebaiknya Dicuci Secara Rutin Setiap Minggu
Penggunaan harian membuat sarung bantal cepat menyerap minyak dan debu sehingga mencuci secara rutin dapat membantu menjaga permukaannya tetap lebih bersih dan nyaman digunakan.
-
Bisa Diganti Lebih Sering Jika Kulit Mudah Sensitif
Orang dengan kulit berjerawat atau mudah iritasi biasanya memilih mengganti sarung bantal lebih sering untuk membantu mengurangi penumpukan minyak dan kotoran pada kain.
-
Perhatikan Kebiasaan Sebelum Tidur
Tidur dengan rambut basah, menggunakan hair product cukup banyak, atau tidak membersihkan wajah dengan optimal biasanya bisa membuat sarung bantal menjadi lebih cepat kotor dibanding kondisi normal.
-
Gunakan Lebih dari Satu Set Sarung Bantal
Menyediakan beberapa cadangan sarung bantal bisa membantu proses pergantian menjadi lebih praktis sehingga kebiasaan mencuci rutin lebih mudah dilakukan.
-
Pilih Material yang Nyaman dan Mudah Dibersihkan
Bahan seperti katun biasanya lebih mudah menyerap keringat dan terasa nyaman digunakan sehari-hari sekaligus lebih praktis dicuci secara rutin tanpa membuat kain cepat rusak