Menu Camilan yang Sehat dan Lezat, Berikut Cara Membuat Focaccia yang Tebal dan Krispi Ala Italia

hilya KamilaDiterbitkan 19 Juni 2026, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, siapa yang tak suka dengan focaccia, hidangan khas Italia ini? Focaccia tentunya bisa menjadi salah satu menu camilan di rumah. Dengan berbagai bahan yang mudah didapatkan, Sahabat Fimela bisa menyajikan focaccia sebagai santapan yang mengenyangkan bagi keluarga. Selain praktis dibuat, focaccia juga menjadi salah satu menu camilan yang ideal, cocok bagi Sahabat Fimela yang ingin menerapkan gaya hidup sehat.

Dilansir dari greatbritishchefs.com, focaccia dikenal sebagai roti dengan minyak zaitun dan memiliki beberapa teknik tertentu dalam pembuatannya. Namun, biasanya menu camilan focaccia dimasak mirip dengan pizza yang dipanggang dalam oven yang sangat panas. Selain itu, focaccia juga dihidangkan dengan berbagai jenis topping, seperti tomat dan keju yang meleleh. 

Untuk sehari-hari, focaccia pun juga sangat cocok sebagai menu sarapan di pagi hari. Dengan berbagai kandungan yang menyehatkan tubuh, focaccia bisa menjadi salah satu penambah energi sebelum memulai aktivitas. Lalu, bagaimana cara menyajikan focaccia yang tebal dan krispi? Yuk simak pembahasan berikut agar Sahabat Fimela bisa membuat focaccia di rumah sendiri untuk menu makanan di rumah bersama keluarga. 

2 dari 3 halaman

Panduan Memasak Focaccia yang Tebal dan Tetap Krispi

Dengan berbagai kandungan yang menyehatkan tubuh, focaccia bisa menjadi salah satu penambah energi sebelum memulai aktivitas. (Foto/dok: Freepik/cookie_studio)

Bahan-bahan

  • 190 ml air hangat
  • 20 ml extra virgin olive oil
  • 7 gram garam
  • 1 sdt malt extract atau gula
  • 310 gram tepung roti protein tinggi
  • 6 gram ragi instan kering atau 12 gram ragi segar
  • Extra virgin olive oil secukupnya
  • Flaky sea salt secukupnya
  • 1 tangkai rosemary, cincang halus

Cara membuat

1. Langkah pertama, ambil setengah bagian air hangat, lalu campurkan dengan gula atau malt extract dan garam. Aduk hingga larut sempurna. Kemudian, pada wadah terpisah, larutkan ragi ke dalam sisa air hangat. Diamkan beberapa menit hingga ragi mulai aktif. Masukkan tepung sedikit demi sedikit ke campuran ragi, lalu tambahkan campuran air garam. Aduk hingga membentuk adonan lembut dan sedikit lengket.

2. Selanjutnya, uleni adonan sekitar 5 menit sampai terasa halus dan elastis. Setelah itu, pindahkan ke loyang atau wadah yang sudah diolesi olive oil agar tidak lengket. Tutup adonan dan diamkan di tempat hangat selama sekitar 1 jam hingga mengembang dua kali lipat. 

3. Setelah mengembang, tekan perlahan adonan menggunakan ujung jari hingga memenuhi loyang. Pastikan masih ada olive oil di bawah adonan agar bagian bawah focaccia bisa menjadi krispi saat dipanggang.

4. Berikutnya, taburi flaky sea salt dan rosemary cincang. Buat cekungan kecil menggunakan ujung jari di seluruh permukaan adonan, lalu siram lagi dengan olive oil agar hasilnya lebih gurih dan renyah. Panggang dalam oven suhu 200°C selama sekitar 15–20 menit hingga permukaannya berwarna golden brown dan bagian bawah terasa renyah.

5. Setelah matang, angkat focaccia dari loyang dan dinginkan di atas rak kawat agar teksturnya tetap krispi. Selamat menikmati focaccia yang paling nikmat untuk disantap saat masih hangat. 

3 dari 3 halaman

Tips Menjaga Tekstur Focaccia agar Masih Krispi

Focaccia bisa langsung dipanaskan kembali atau dipanggang sebentar di oven sebelum disajikan. (Foto/dok: Freepik)

1. Simpan focaccia di tempat yang tepat

Biasanya focaccia menjadi cepat basi dalam beberapa hari. Sebaiknya, Sahabat Fimela bisa langsung menyantap focaccia atau menyimpan focaccia dalam wadah yang kedap udara di suhu ruangan. Setelah menyimpan untuk menu makanan besok, bisa langsung dipanaskan kembali atau dipanggang sebentar di oven sebelum disajikan.

2. Bekukan focaccia dengan cara yang sesuai

Jika kita ingin menaruh focaccia di kulkas, apakah diperbolehkan? Ternyata, focaccia bisa dibekukan dengan baik, tetapi tetap pastikan agar membungkusnya rapat-rapat. Apabila ingin mendapatkan tekstur yang lebih baik, Sahabat Fimela bisa hangatkan terlebih dahulu sebelum disajikan.

3. Panaskan kembali focaccia jika ingin dihidangkan

Jika focaccia sudah ditaruh selama satu hari, sebaiknya Sahabat Fimela bisa menyajikan dengan menghangatkan terlebih dahulu. Focaccia yang hangat lebih mempunyai tekstur yang lembut. Jika ingin mendapatkan tekstur yang lembut dan hangat, Sahabat Fimela bisa panaskan kembali focaccia di dalam oven daripada menggunakan microwave. Memanaskan focaccia di oven selama 10-15 menit akan mendapatkan hasil yang lebih renyah. 

Sahabat Fimela, focaccia tak hanya menjadi camilan khas Italia yang lezat, tetapi juga pilihan menu rumahan yang praktis, mengenyangkan, dan cocok dinikmati bersama keluarga. Dengan perpaduan olive oil, rosemary, serta teknik pemanggangan yang tepat, focaccia dapat menghasilkan tekstur tebal di bagian dalam dan krispi di bagian luar yang begitu menggugah selera. Selain mudah dibuat dengan bahan sederhana, focaccia juga bisa menjadi menu sarapan maupun teman bersantai di rumah. Agar cita rasanya tetap nikmat, penyimpanan dan cara memanaskan kembali focaccia juga perlu diperhatikan supaya teksturnya tetap renyah dan hangat saat disantap. Jadi, tak ada salahnya mencoba membuat focaccia sendiri di rumah untuk menghadirkan sajian sederhana yang istimewa dan penuh kehangatan.