Fimela.com, Jakarta - Di tengah gaya hidup modern yang serba konsumtif, pasangan selebritas Cynthia Lamusu dan Surya Saputra hadir dengan pilihan berbeda. Keduanya menjadi sorotan publik setelah memutuskan untuk menerapkan frugal living, sebuah gaya hidup yang menekankan pengelolaan keuangan bijak dan hemat. Keputusan ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari perencanaan matang demi tumbuh kembang anak-anak mereka dan tujuan jangka panjang keluarga.
Lantas, apa sebenarnya frugal living itu dan bagaimana Cynthia Lamusu serta Surya Saputra mengaplikasikannya dalam keseharian?
Mengenal Frugal Living: Hemat Bukan Berarti Pelit
Frugal living dapat diartikan sebagai gaya hidup hemat yang berfokus pada pengeluaran bijaksana dan penuh pertimbangan. Istilah ini berasal dari kata 'frugal' yang berarti hemat, dan 'living' yang berarti kehidupan. Tujuan utamanya adalah mengurangi pengeluaran dengan membeli barang yang benar-benar dibutuhkan, sekaligus menghindari pemborosan.
Penting untuk diingat, frugal living tidak sama dengan pelit atau hidup dalam keterbatasan. Sebaliknya, gaya hidup ini mendorong seseorang untuk hidup sederhana, menghargai apa yang dimiliki, dan membuat keputusan finansial yang cerdas tanpa mengorbankan kualitas hidup. Orang yang menjalani gaya hidup ini cenderung membandingkan harga, mencari diskon, dan mencari cara lain untuk mengurangi pengeluaran saat berbelanja.
Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari penerapan frugal living, antara lain:
- Mengelola keuangan dengan bijak: Membantu mengatur waktu dan keuangan lebih baik.
- Mengurangi pengeluaran tidak perlu: Mengalokasikan dana untuk hal-hal yang benar-benar penting.
- Mencapai tujuan keuangan jangka panjang: Seperti menabung untuk masa pensiun, dana darurat, atau membeli rumah.
- Meningkatkan kemandirian finansial: Memberikan kebebasan dalam mengambil keputusan keuangan.
- Menghindari utang: Dengan mengontrol pengeluaran dan memprioritaskan pembayaran utang.
- Meningkatkan kreativitas: Mendorong penerapan prinsip Do It Yourself (DIY) dan memanfaatkan sumber daya yang ada.
- Kualitas hidup lebih baik: Fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.
- Dampak positif untuk lingkungan: Mengurangi limbah dan konsumsi berlebihan.
Inspirasi Frugal Living ala Cynthia Lamusu dan Surya Saputra
Cynthia Lamusu dan Surya Saputra baru-baru ini menjadi perbincangan setelah pindah ke rumah yang lebih kecil. Keputusan ini, yang sudah direncanakan sejak dua tahun lalu, bukan karena kesulitan ekonomi, melainkan pilihan sadar untuk menerapkan frugal living. Rumah yang mereka tempati saat ini adalah hunian pertama mereka saat baru menikah, sementara rumah sebelumnya kini disewakan sebagai homestay, membuka ladang bisnis baru bagi keluarga.
Alasan utama di balik kepindahan ke hunian yang lebih compact ini adalah demi tumbuh kembang anak-anak. Cynthia berharap anak-anaknya dapat belajar bersosialisasi dengan tetangga dan menikmati masa kecil di lingkungan yang lebih aman. Dalam praktiknya, pasangan ini berfokus pada beberapa aspek:
- Prioritas Kebutuhan: Mereka mengutamakan apa yang benar-benar dibutuhkan daripada sekadar keinginan.
- Menyortir Barang: Dengan rumah yang lebih kecil, mereka belajar untuk lebih selektif dalam memiliki barang dan hanya membeli yang diperlukan. Ini menjadi tantangan tersendiri karena hunian yang kompak menuntut kedisiplinan dalam mengatur barang agar tetap rapi.
- Mendidik Anak: Mereka mengajarkan anak-anak untuk meletakkan barang di tempatnya. Di rumah kecil, sedikit berantakan akan langsung terlihat.
- Perabotan Sederhana: Rumah baru mereka dilengkapi perabotan yang sederhana dan ekonomis. Dapur didominasi warna putih dengan furnitur minimalis, sementara ruang makan menggunakan meja dan kursi kayu yang dipilih karena ketahanannya.
Lebih dari Sekadar Hemat: Makna Frugal Living bagi Keluarga
Melalui keputusan ini, Cynthia Lamusu dan Surya Saputra menunjukkan bahwa frugal living adalah pilihan gaya hidup yang cerdas dan bijaksana, bukan tanda kesulitan finansial. Ini adalah tentang membuat keputusan yang disengaja untuk mengelola sumber daya dengan lebih baik. Tujuannya adalah mencapai tujuan jangka panjang, termasuk kesejahteraan keluarga dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik bagi anak-anak mereka.
Gaya hidup ini mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari kepemilikan benda mewah, melainkan dari prioritas yang tepat dan pengelolaan hidup yang penuh kesadaran. Dengan begitu, frugal living dapat menjadi jembatan menuju kebebasan finansial dan masa depan yang lebih aman.