Teknik Bernapas Sederhana yang Bisa Mengaktifkan Saraf Penenang Tubuh

Sarah ArsaliyanaDiterbitkan 21 Juni 2026, 17:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Saat tubuh merasa tertekan atau cemas, perubahan pertama yang sering muncul biasanya ada pada pola napas. Napas menjadi lebih cepat, pendek, dan tidak teratur meski seseorang mungkin tidak langsung menyadarinya.

Sahabat Fimela, respon tersebut sebenarnya berkaitan dengan cara sistem saraf bekerja saat tubuh menghadapi tekanan. Tubuh secara otomatis masuk ke mode waspada sehingga detak jantung meningkat dan pernapasan ikut berubah mengikuti kondisi tersebut.

Dilansir dari TheSupportiveCare.com, pola napas yang lebih lambat dan terkontrol dapat membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang berperan dalam membantu tubuh kembali rileks.

Karena itu, teknik pernapasan mulai banyak dipilih sebagai salah satu cara sederhana untuk membantu tubuh lebih tenang tanpa membutuhkan alat khusus. Breathwork juga terasa lebih praktis karena dapat dilakukan di rumah, di tempat kerja, bahkan di sela aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari BBC.com, latihan pernapasan selama beberapa menit dapat membantu menurunkan stres sekaligus membantu tubuh agar lebih stabil secara fisik maupun emosional.

2 dari 3 halaman

Mengapa Pernapasan Berperan Penting Saat Stres

Napas yang lebih lambat dapat membantu tubuh menerima sinyal bahwa situasi mulai aman (Sumber: Pexels.com)

Saat tubuh berada dalam kondisi stres, sistem saraf biasanya langsung memberikan respon untuk membantu tubuh tetap siaga. Kondisi ini membuat napas berubah menjadi lebih cepat karena tubuh merasa perlu bersiap menghadapi tekanan tertentu.

Perubahan pola napas tersebut sering membuat tubuh terasa semakin tegang. Beberapa orang mulai merasa dada lebih sesak, bahu ikut menegang, atau pikiran terasa semakin sulit fokus ketika napas menjadi terlalu cepat dan pendek.

Sebaliknya, napas yang lebih lambat dapat membantu tubuh menerima sinyal bahwa situasi mulai aman. Ketika ritme napas lebih stabil, tubuh perlahan mulai mengurangi respon waspada yang sebelumnya muncul akibat stres.

Sahabat Fimela, pola napas juga cukup berpengaruh terhadap kondisi emosional sehari-hari. Saat seseorang mulai mengatur napas dengan lebih sadar, tubuh biasanya terasa lebih nyaman sehingga pikiran tidak terlalu mudah panik atau terburu-buru.

Selain itu, teknik pernapasan sering membantu seseorang lebih mudah menyadari kondisi tubuhnya sendiri. Fokus pada napas bisa membuat perhatian tidak terus-menerus tertuju pada rasa cemas atau tekanan yang sedang dirasakan saat itu.

3 dari 3 halaman

Cara Mudah Melatih Pernapasan agar Tubuh Lebih Rileks

Berikut adalah teknik sederhana yang dapat dilakukan (Sumber: Pexels.com)

Melatih pernapasan tidak selalu membutuhkan waktu lama atau suasana tertentu. Berikut adalah teknik sederhana yang dapat dilakukan:

  • Tarik Napas dengan Ritme Lebih Lambat

Bernapas lebih perlahan dapat membantu tubuh mengurangi respon tegang yang muncul saat stres. Ritme napas yang stabil biasanya membuat tubuh terasa lebih nyaman dibanding bernapas terburu-buru.

  • Fokus Mengembuskan Napas Lebih Panjang

Mengembuskan napas lebih panjang bisa membantu tubuh masuk ke kondisi yang lebih rileks. Banyak teknik pernapasan menggunakan cara ini untuk membantu menurunkan ketegangan fisik secara perlahan.

  • Gunakan Pernapasan dari Area Perut

Pernapasan yang melibatkan area perut membantu aliran napas terasa lebih dalam dan stabil. Teknik ini juga membuat tubuh tidak terlalu tegang pada area dada dan bahu.

  • Cari Posisi Tubuh yang Nyaman

Duduk dengan posisi nyaman atau melemaskan bahu dapat membantu latihan pernapasan terasa lebih efektif. Tubuh yang terlalu tegang biasanya membuat ritme napas lebih sulit diatur dengan tenang.

  • Latih Secara Rutin dalam Aktivitas Sehari-hari

Teknik pernapasan biasanya terasa lebih mudah dilakukan jika dibiasakan secara rutin misalnya sebelum tidur, saat mulai merasa panik, atau ketika tubuh mulai terasa lelah setelah beraktivitas sepanjang hari.