5 Cara Menjaga Kesehatan Usus agar Pikiran Menjadi Lebih Bahagia dan Tidak Mudah Stres

hilya KamilaDiterbitkan 23 Juni 2026, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, selama ini banyak orang menganggap kesehatan usus hanya berkaitan dengan sistem pencernaan semata. Padahal, kondisi usus ternyata juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan kesehatan mental dan suasana hati seseorang.

Dilansir dari webmd.com, usus dan otak saling terhubung melalui sistem komunikasi yang dikenal sebagai gut-brain connection atau hubungan usus dan otak. Hubungan inilah yang membuat kondisi emosional dapat mempengaruhi pencernaan, begitu pula sebaliknya. 

Menariknya lagi, usus sering disebut sebagai “otak kedua” karena memiliki jutaan sel saraf dan mikroorganisme yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Di dalam usus terdapat triliunan bakteri baik yang membantu memproduksi berbagai zat kimia penting, termasuk serotonin yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan.

Ketika keseimbangan bakteri di usus terganggu, kondisi tersebut juga dapat mempengaruhi suasana hati, tingkat stres hingga kesehatan mental secara keseluruhan. Itulah sebabnya, menjaga kesehatan usus menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat yang sering kali tidak disadari banyak orang. 

Tidak hanya melalui makanan sehat, menjaga kesehatan usus dan mental juga dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana sehari-hari seperti tidur cukup, rutin berolahraga, mengelola stres, dan memperhatikan pola makan yang lebih seimbang.

Ketika usus berada dalam kondisi yang sehat, tubuh biasanya terasa lebih nyaman, energi lebih stabil, dan pikiran pun menjadi lebih tenang. Itulah mengapa kesehatan usus kini semakin banyak diperhatikan karena dianggap memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup secara menyeluruh.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Cara Meningkatkan Kesehatan Usus dan Mental yang Saling Berhubungan

Cara utama meningkatkan kesehatan usus adalah memperbanyak asupan serat dari buah, sayur, kacang-kacangan, oats, dan biji-bijian utuh. (Foto/dok: Freepik/jcomp)

1. Mengonsumsi makanan tinggi serat untuk menjaga keseimbangan bakteri baik

Salah satu cara utama meningkatkan kesehatan usus adalah memperbanyak asupan serat dari buah, sayur, kacang-kacangan, oats, dan biji-bijian utuh. Selain itu, serat membantu memberi makan bakteri baik di dalam usus sehingga mikrobiota tetap seimbang. Menariknya, bakteri baik ini juga berperan dalam membantu mengurangi peradangan dan mendukung produksi zat kimia yang berkaitan dengan suasana hati. Oleh sebab itu, pola makan tinggi serat tidak hanya baik untuk pencernaan, tetapi juga dapat membantu tubuh merasa lebih nyaman secara emosional.

2. Mengonsumsi makanan kaya omega-3 untuk membantu fungsi otak

Omega-3 dikenal baik untuk kesehatan otak, tetapi ternyata juga memiliki manfaat besar untuk usus. Nutrisi ini membantu mengurangi peradangan dan mendukung fungsi kognitif serta suasana hati. Makanan seperti salmon, sarden, flaxseed, walnut, dan makarel termasuk sumber omega-3 yang baik untuk dikonsumsi secara rutin. Selain membantu meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, omega-3 juga dapat membantu tubuh lebih baik dalam menghadapi stres sehari-hari.

3. Menjaga tubuh tetap terhidrasi agar sistem pencernaan bekerja optimal

Sahabat Fimela, kebiasaan sederhana seperti minum air putih yang cukup ternyata juga berpengaruh besar terhadap kesehatan usus. Selain itu, tubuh memerlukan hidrasi yang baik agar proses pencernaan berjalan lancar. Ketika tubuh kekurangan cairan, sistem pencernaan bisa menjadi kurang optimal dan memicu rasa tidak nyaman pada perut. Kondisi ini terkadang juga membuat tubuh terasa lebih mudah lelah dan mempengaruhi suasana hati. Itulah sebabnya, mencukupi kebutuhan cairan harian menjadi langkah sederhana tetapi penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.

3 dari 3 halaman

4. Rutin berolahraga untuk membantu mengurangi stres

Olahraga tidak hanya baik untuk kebugaran tubuh, tetapi juga membantu menjaga kesehatan usus dan mental secara bersamaan. (Foto/dok: Freepik)

Olahraga tidak hanya baik untuk kebugaran tubuh, tetapi juga membantu menjaga kesehatan usus dan mental secara bersamaan. Aktivitas fisik membantu tubuh melepaskan hormon yang dapat memperbaiki suasana hati sekaligus membantu mengurangi stres. Olahraga ringan seperti berjalan kaki secara rutin dapat membantu meningkatkan kesejahteraan emosional. Saat stres lebih terkendali, sistem pencernaan biasanya juga bekerja lebih baik karena hubungan antara usus dan otak menjadi lebih seimbang.

5. Mengelola stres agar kesehatan usus tidak terganggu

Stres berkepanjangan dapat memengaruhi kondisi usus secara langsung. Ketika seseorang merasa cemas atau stres, tubuh akan melepaskan hormon tertentu yang dapat memicu gangguan pencernaan seperti perut tidak nyaman, mual, kembung hingga perubahan pola buang air. Maka dari itu, menjaga kesehatan mental juga menjadi bagian penting dari menjaga kesehatan usus.

Sahabat Fimela bisa mencoba teknik relaksasi sederhana seperti meditasi ringan, journaling, mendengarkan musik, bahkan mengambil waktu istirahat yang cukup di tengah aktivitas yang padat.

Sahabat Fimela, menjaga kesehatan usus ternyata bukan hanya tentang membuat sistem pencernaan bekerja dengan baik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam merawat kesehatan mental dan keseimbangan emosional.

Melalui hubungan erat antara usus dan otak, kebiasaan sederhana seperti mengonsumsi makanan tinggi serat, memenuhi asupan omega-3, minum air yang cukup, rutin berolahraga, hingga mengelola stres dapat membantu tubuh terasa lebih sehat sekaligus pikiran menjadi lebih tenang. Ketika kesehatan usus terjaga dengan baik, tubuh biasanya akan terasa lebih nyaman, energi lebih stabil, dan suasana hati pun cenderung lebih positif.