Jangan Disepelekan, Kebiasaan Ini Bisa Mempercepat Penuaan Kulit meski Sudah Pakai Skincare Mahal

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 23 Juni 2026, 09:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, memakai skincare mahal memang bisa membantu menjaga kesehatan kulit. Namun ternyata terdapat kebiasaan sehari-hari yang justru dapat membuat menjadi kulit menjadi lebih cepat kusam hingga terlihat menua sebelum waktunya.

Tidak sedikit orang yang sudah rutin memakai serum, moisturizer, bahkan treatment mahal, tetapi hasilnya terasa kurang maksimal karena masih melakukan kebiasaan yang merusak skin barrier dan mempercepat penuaan kulit. Dilansir dari WebMD, berikut beberapa kebiasaan buruk yang sering dianggap sepele tetapi bisa berdampak besar pada kondisi kulit wajah.

1. Tidur tanpa Membersihkan Wajah

Setelah hari yang panjang, rasa malas untuk membersihkan wajah sebelum tidur memang sangat relatable. Namun meski wajah terlihat baik-baik saja, bukan berarti kulit benar-benar bersih.

Sisa makeup, minyak, debu, dan polusi yang menempel sepanjang hari bisa memicu peradangan, menyumbat pori-pori, dan mempercepat munculnya jerawat maupun tanda penuaan dini. Karena itu, membersihkan wajah sebelum tidur tetap menjadi langkah penting, bahkan saat kamu sedang terlalu lelah untuk skincare panjang.

2. Terlalu Sering Terpapar Matahari tanpa Sunscreen

Banyak orang baru memakai sunscreen saat pergi ke pantai atau liburan outdoor. Padahal, paparan sinar UV tetap bisa merusak kulit meski cuaca mendung atau hanya beraktivitas sehari-hari.

Paparan matahari berlebih dapat mempercepat munculnya garis halus, flek hitam, kulit kusam, hingga kerusakan kolagen. Karena itu, penggunaan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari tetap penting untuk membantu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

 

 

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

3. Konsumsi Gula Berlebihan

Mengonsumsi gula berlebih dapat mempercepat proses penuaan kulit. [Dok/freepik.com/wayhomestudio]

Bukan hanya skincare, kondisi kulit juga dipengaruhi pola makan sehari-hari. Konsumsi gula berlebihan dipercaya dapat mempercepat proses penuaan kulit karena memengaruhi kolagen dan elastisitas kulit.

Tidak hanya dari makanan manis, gula juga banyak ditemukan pada makanan olahan dan karbohidrat sederhana seperti roti putih atau minuman tinggi gula. Sebaliknya, buah, sayur, dan makanan kaya antioksidan bisa membantu kulit tampak lebih sehat dan segar.

4. Sering Memencet Jerawat

Saat muncul jerawat besar di wajah, rasanya memang ingin segera memencetnya agar cepat hilang. Namun kebiasaan ini justru bisa memperparah kondisi kulit. Memencet jerawat dapat menyebabkan peradangan, bekas jerawat, iritasi, bahkan infeksi pada kulit. Daripada memencetnya, lebih baik gunakan produk acne treatment yang sesuai dan beri waktu kulit untuk pulih secara perlahan.

 

 

 

3 dari 3 halaman

5. Terlalu Kasar saat Eksfoliasi

Ekfoliasi terlalu keras dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif, mudah merah, terasa perih, dan kehilangan kelembapan alami. [Dok/freepik.com]

Banyak orang mengira kulit kering dan mengelupas harus segera discrub atau dieksfoliasi agar kembali halus. Padahal, eksfoliasi yang terlalu keras justru bisa merusak skin barrier. Akibatnya, kulit menjadi lebih sensitif, mudah merah, terasa perih, dan kehilangan kelembapan alami. Jika kulit sedang sangat kering, fokus utama sebaiknya adalah hidrasi dan menjaga kelembapan kulit, bukan menggosoknya terlalu keras.

6. Merokok

Merokok bukan hanya berdampak pada kesehatan tubuh, tetapi juga sangat memengaruhi kondisi kulit. Nikotin dapat mengurangi aliran darah ke kulit sehingga kulit kekurangan oksigen dan nutrisi penting. Selain itu, zat kimia dalam rokok juga merusak kolagen dan elastin yang membantu kulit tetap kencang. Akibatnya, kulit perokok cenderung terlihat lebih kusam, tipis, mudah berkerut, dan tampak lebih tua.

7. Menganggap Semua Produk dengan Kandungan Tinggi Lebih Baik

Tidak sedikit orang berpikir semakin tinggi kandungan aktif dalam skincare, semakin cepat hasilnya terlihat. Padahal, penggunaan bahan aktif terlalu kuat justru bisa membuat kulit iritasi, terutama pada kulit sensitif. Kulit yang terus mengalami iritasi biasanya menjadi lebih mudah breakout, kemerahan, dan terasa tidak nyaman.