Hati-Hati, Paparan Blue Light dari Laptop Bisa Membuat Kulit Cepat Kusam

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 28 Juni 2026, 17:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, bekerja di depan laptop seharian kini sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Mulai dari bekerja, meeting online, scrolling media sosial, hingga menonton series sebelum tidur, semuanya membuat wajah terus terpapar layar digital dalam waktu lama. Selama ini, banyak orang hanya fokus pada dampak screen time terhadap mata atau kualitas tidur. Padahal, paparan cahaya dari layar gadget juga dipercaya dapat memengaruhi kondisi kulit, terutama memicu munculnya tanda penuaan dini dan flek hitam yang sering tidak disadari.

Dilansir dari Cleveland Clinic, perangkat seperti laptop, handphone, tablet, hingga televisi memancarkan blue light atau cahaya biru yang dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan kulit.

Bagaimana Blue Light Memengaruhi Kulit?

Meski efeknya tidak sekuat paparan sinar matahari langsung, blue light tetap bisa memberi dampak pada kulit jika terpapar terus-menerus setiap hari. Paparan blue light dapat mempercepat proses penuaan kulit dengan merusak kolagen dan elastin, yaitu komponen penting yang membantu kulit tetap kenyal dan kencang.

Selain itu, blue light juga dapat meningkatkan produksi melanin pada kulit. Hal inilah yang membuat sebagian orang lebih rentan mengalami hiperpigmentasi atau munculnya flek hitam secara perlahan. Terutama pada orang dengan warna kulit yang lebih gelap, efek hiperpigmentasi ini dipercaya bisa lebih mudah terlihat.

 

 

2 dari 3 halaman

Kenapa Flek Hitam Sering Muncul Diam-Diam?

Flek hitam diakibatkan oleh paparan cahaya yang sering muncul perlahan dalam bentuk warna kulit yang tidak merata. [Dok/freepik.com]

Berbeda dengan paparan matahari yang biasanya langsung terasa panas, paparan blue light cenderung tidak terasa secara langsung. Karena itu, banyak orang tidak sadar bahwa kebiasaan duduk lama di depan layar juga bisa memengaruhi kondisi kulit.

Flek hitam akibat paparan cahaya sering muncul perlahan dalam bentuk warna kulit yang tidak merata, noda kehitaman samar, kulit menjadi terlihat kusam, atau muncul bekas jerawat yang lebih sulit memudar. Apalagi jika sehari-hari kulit juga sering terpapar sinar matahari, polusi, dan stres, efeknya bisa semakin terasa.

Cara Melindungi Kulit dari Paparan Blue Light

1. Tetap Gunakan Sunscreen meski di Dalam Ruangan

Banyak orang hanya memakai sunscreen saat keluar rumah. Padahal, jika bekerja di depan laptop selama berjam-jam, perlindungan kulit tetap penting digunakan.

Sahabat Fimela, kamu dapat menggunakan sunscreen yang mengandung iron oxide atau tinted sunscreen dipercaya lebih efektif membantu melindungi kulit dari visible light seperti blue light dibanding sunscreen biasa berwarna putih.

2. Kurangi Brightness Layar yang Terlalu Tinggi

Brightness layar yang terlalu terang bukan hanya membuat mata cepat lelah, tetapi juga meningkatkan paparan cahaya ke wajah. Cobalah menyesuaikan tingkat pencahayaan layar agar lebih nyaman di mata, terutama saat bekerja dalam ruangan gelap atau pada malam hari.

 

 

3 dari 3 halaman

3. Beri Waktu Istirahat untuk Kulit dan Mata

Sahabat Fimela, kamu bisa mencoba untuk mengalihkan pandangan dari layar setiap beberapa waktu. [Dok/freepik.com]

Jika pekerjaan mengharuskan menatap layar sepanjang hari, coba biasakan mengambil jeda kecil secara berkala. Selain membantu mata lebih rileks, kebiasaan ini juga membantu mengurangi paparan blue light terus-menerus pada wajah. Kamu bisa mencoba berdiri sejenak, berjalan kecil, atau mengalihkan pandangan dari layar setiap beberapa waktu.

4. Fokus pada Skincare yang Menjaga Skin Barrier

Kulit yang sehat biasanya lebih kuat menghadapi paparan lingkungan sehari-hari, termasuk polusi dan cahaya digital. Karena itu, selain menggunakan skincare aktif, penting juga menjaga skin barrier tetap sehat dengan moisturizer, hidrasi yang cukup, dan skincare yang tidak terlalu keras di kulit. 

5. Kurangi Screen Time Sebelum Tidur

Paparan layar pada malam hari juga bisa memengaruhi kualitas tidur. Padahal, tidur yang cukup sangat berpengaruh pada proses regenerasi kulit. Semakin kurang tidur, kulit biasanya lebih mudah terlihat kusam dan lelah keesokan harinya.