Fimela.com, Jakarta - Banyak orang menaruh tanaman hias di kamar tidur untuk menghadirkan suasana segar dan menenangkan. Namun, dalam feng shui, keberadaan tanaman di ruang istirahat ini memicu pro dan kontra. Sebagian praktisi menilai energi tanaman terlalu aktif untuk kamar yang idealnya tenang.
Sejumlah referensi feng shui seperti BHG Australia dan The Spruce membahas alasan pembatasan tanaman di kamar, sementara sains melalui Science Focus menegaskan bahwa tanaman tidak berbahaya pada malam hari. Ulasan berikut merangkum sudut pandang keduanya agar Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pribadi.
Kesimpulannya tidak tunggal: ada aliran yang menyarankan membatasi tanaman, ada pula yang memandangnya positif. Kuncinya adalah memahami karakter energi ruang tidur, kebiasaan Anda, serta respons tubuh terhadap perubahan suasana kamar.
Mengapa Praktisi Feng Shui Kerap Membatasi Tanaman di Kamar?
Menurut BHG Australia yang mengutip ahli feng shui Dana Claudat, tanaman melambangkan pertumbuhan dan aktivitas. Energi ini bergerak dan terus berkembang, sehingga dianggap dinamis.
Di sisi lain, kamar tidur dirancang sebagai ruang pasif untuk beristirahat. Dalam feng shui, keseimbangan energi menjadi penting; dominasi energi aktif dari tanaman dikhawatirkan mengganggu rasa rileks yang dibutuhkan saat tidur.
Sejalan dengan itu, sebagian penganut feng shui tradisional lebih menyarankan suasana kamar yang sederhana, minim rangsangan visual, dan tidak dipenuhi dekorasi hidup dalam jumlah besar agar kualitas istirahat tetap terjaga.
Unsur Kayu, Air, dan Kesesuaian Elemen di Ruang Istirahat
The Spruce menjelaskan tanaman hidup mewakili unsur kayu yang identik dengan pertumbuhan, ekspansi, kreativitas, dan perkembangan. Karakter ini sangat mendukung area yang menuntut produktivitas seperti ruang kerja atau belajar.
Pada kamar tidur, terutama bagi yang mudah gelisah atau sensitif terhadap lingkungan, energi yang terlalu aktif dapat dirasa kurang sesuai. Karena itu, sejumlah praktisi menyarankan agar jumlah tanaman di kamar dibatasi atau tidak digunakan sama sekali.
Alasan lain berkaitan dengan perawatan. Tanaman memerlukan penyiraman, menghadirkan unsur air di dalam kamar. Dalam beberapa aliran feng shui, keberlimpahan unsur air di ruang tidur dianggap dapat memengaruhi keseimbangan energi. Alternatifnya, tanaman dapat ditempatkan di ruang keluarga atau teras.
Catatan Ilmiah: Benarkah Tanaman Berbahaya saat Malam?
Di luar feng shui, ada anggapan bahwa tanaman di kamar bisa menyebabkan keracunan karbon dioksida pada malam hari. Menurut Science Focus, tanaman memang berhenti berfotosintesis saat gelap dan tetap melakukan respirasi yang menghasilkan karbon dioksida.
Namun, jumlah karbon dioksida dari tanaman hias berukuran normal sangat kecil. Science Focus menambahkan, emisi karbon dioksida dari tanaman di kamar jauh lebih sedikit daripada manusia yang sedang tidur.
Artinya, keberadaan tanaman di kamar tidak menyebabkan keracunan karbon dioksida dan tidak membahayakan kesehatan. Di sisi lain, beberapa jenis tanaman dapat membantu membuat udara terasa lebih segar dan ruangan terasa nyaman.
Penataan Kamar dan Keputusan Personal Menurut Feng Shui
Faktor yang memengaruhi kualitas tidur tidak hanya soal ada tidaknya tanaman. BHG Australia mengutip ahli feng shui Laura Cerrano yang menekankan penempatan tempat tidur sebagai aspek yang berpengaruh besar terhadap energi kamar.
Tempat tidur idealnya memiliki ruang yang relatif seimbang di kedua sisi dan tidak menempel langsung ke salah satu dinding. Penataan ini dipercaya membantu menghadirkan rasa stabil dan harmoni di area istirahat.
Elemen lain seperti pemilihan warna, pencahayaan, dan posisi cermin juga perlu diperhatikan. Misalnya, cermin yang menghadap langsung ke tempat tidur diyakini dapat memperkuat energi tertentu yang berpotensi mengganggu ketenangan.
Meski begitu, feng shui tidak selalu melarang tanaman di kamar. The Spruce menekankan bahwa ada banyak aliran dengan interpretasi berbeda. Beberapa praktisi menilai tanaman membawa energi kehidupan, kesegaran, dan kedekatan dengan alam, bahkan dikaitkan dengan kebaikan hati, fleksibilitas, serta pertumbuhan pribadi.
Pada akhirnya, respons setiap orang bisa berbeda. Jika Anda merasa kamar menjadi lebih segar dan tidur tetap nyenyak, tanaman mungkin tidak menjadi masalah. Namun, bila ruang terasa sesak, sulit rileks, atau Anda sensitif terhadap perubahan suasana, cobalah mengurangi jumlah tanaman. Pilih tanaman yang sehat, ukurannya proporsional dengan ruang, mudah dirawat, dan tidak membuat kamar terasa penuh.