Fimela.com, Jakarta - Di dunia fashion, hanya sedikit aksesori yang mampu melampaui fungsinya sebagai pelengkap penampilan dan menjelma menjadi simbol budaya pop. Salah satunya adalah FENDI Baguette, tas ikonis yang selama lebih dari dua dekade berhasil mempertahankan statusnya sebagai salah satu desain paling berpengaruh dalam sejarah mode modern.
Diperkenalkan pertama kali pada akhir 1990-an, Baguette hadir di tengah dominasi tren minimalisme yang kala itu menguasai industri fashion. Saat banyak rumah mode mengedepankan siluet sederhana dengan warna-warna netral, FENDI justru mengambil arah berbeda.
Dengan bentuk mungil yang dirancang untuk dikenakan di bawah lengan layaknya roti baguette Prancis, tas ini tampil berani melalui permainan warna, material eksperimental, bordir artistik, hingga teknik craftsmanship yang kaya detail. Kehadirannya menjadi simbol perlawanan terhadap keseragaman sekaligus pernyataan bahwa fashion adalah medium untuk mengekspresikan identitas.
Lebih dari sekadar tas, Baguette menjadi representasi karakter orang yang mengenakannya.
Dari Carrie Bradshaw hingga Generasi Baru Fashion Enthusiast
Popularitas FENDI Baguette semakin melejit ketika tampil dalam serial legendaris Sex and the City. Salah satu adegan paling ikonis terjadi saat karakter Carrie Bradshaw yang diperankan Sarah Jessica Parker berkata, "It's not a bag, it's a Baguette."
Kalimat tersebut kemudian menjadi bagian dari sejarah budaya pop dan melekat erat dengan identitas tas tersebut hingga hari ini.
Lebih dari 25 tahun sejak pertama kali diperkenalkan, Baguette tetap relevan di tengah perubahan tren yang silih berganti. Rahasianya terletak pada kemampuannya untuk terus berevolusi tanpa kehilangan DNA aslinya sebagai simbol individualitas dan kreativitas.
Semangat ekspresi diri inilah yang kembali diangkat FENDI melalui kampanye terbaru bertajuk "It's Not a Bag, It's a Baguette®". Kampanye tersebut menghadirkan sejumlah figur global dengan karakter yang sangat beragam, mulai dari Sarah Jessica Parker, Jessica Alba, Emma D'Arcy, hingga para duta FENDI seperti Bang Chan, MINA, Song Yuqi, dan Ren Meguro.
Dibintangi Figur Global
Turut bergabung pula Sophie Thatcher, Iris Law, serta Tecla Insolia. Dipotret oleh fotografer fashion ternama Bibi Borthwick dengan iringan lagu Fame is a Gun, kampanye ini menampilkan masing-masing sosok bersama Baguette pilihan mereka.
Alih-alih tampil seragam, setiap individu dibiarkan mengekspresikan hubungan personal mereka dengan tas tersebut. Hasilnya adalah rangkaian visual yang terasa intim, spontan, dan autentik. Masing-masing figur bahkan menyampaikan interpretasi berbeda tentang makna Baguette dalam hidup mereka melalui pernyataan seperti "it's mine", "it's my attitude", "it's family", "it's history", hingga "it's controlled chaos".
Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: Baguette bukan sekadar aksesori, melainkan cerminan identitas.
Tahun ini, FENDI juga membawa Baguette kembali ke siluet aslinya yang dikenal dengan style code 26424.
Koleksi tersebut menjadi bagian dari lini Fall/Winter 2026-27 yang menandai debut kreatif baru di bawah arahan Maria Grazia Chiuri untuk FENDI. Meski menghadirkan sentuhan baru yang relevan dengan generasi saat ini, desainnya tetap mempertahankan karakter utama yang membuat Baguette dicintai sejak akhir 1990-an.
Peluncuran kembali siluet ikonis ini menjadi pengingat bahwa beberapa desain memang mampu bertahan melampaui zaman. Bukan karena mengikuti tren, tetapi karena memiliki cerita dan identitas yang kuat.