Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, meluangkan waktu berlibur ke tempat edukatif merupakan salah satu cara terbaik untuk menyegarkan pikiran sekaligus menambah wawasan baru. Jika Anda berencana melakukan perjalanan ke Singapura dalam waktu dekat, ada satu destinasi wisata edukasi yang sangat direkomendasikan. ArtScience Museum berkolaborasi dengan organisasi eksplorasi laut global OceanX resmi menghadirkan pameran imersif terbaru.
Pameran bertajuk Into the Ocean Journey Beneath ini dibuka untuk umum mulai tanggal 6 Juni hingga 1 November 2026 di ArtScience Museum Singapura. Kolaborasi ini membawa rahasia kedalaman samudra yang selama ini tersembunyi langsung ke hadapan para pengunjung. Melalui perpaduan seni kontemporer dan sains mutakhir, Anda akan diajak menyelami misteri laut dalam yang jarang terlihat oleh manusia. Pengalaman multisensori ini dirancang sangat nyata dengan memanfaatkan teknologi digital interaktif yang canggih.
Petualangan Anda akan dimulai dengan merasakan atmosfer di atas kapal riset canggih bernama R/V OceanXplorer. Suara peralatan penelitian dan komunikasi tim misi yang berlangsung secara langsung akan menemani langkah awal Anda. Pengunjung kemudian akan seolah masuk ke dalam kapal selam OceanX untuk memulai fase Descent atau penurunan menuju kegelapan samudra. Selama simulasi penyelaman ini, Anda akan melewati beberapa lapisan ekosistem laut yang sangat unik dan menakjubkan. Area pameran terbagi menjadi Photic Zone, Twilight Zone, hingga Aphotic Zone yang menyimpan sejuta pesona alam. Simak ulasan detail mengenai keindahan zona laut yang diterangi sinar matahari pada halaman berikutnya.
Keindahan Zona Fotik dan Zona Senja yang Penuh dengan Karya Seni Interaktif
Sahabat Fimela, mari kita bedah keunikan ekosistem pertama yang akan Anda jumpai yaitu Photic Zone atau wilayah laut dangkal. Pada area ini, Anda akan disuguhkan keindahan terumbu karang yang berkembang pesat di bawah paparan sinar matahari. Pameran ini menampilkan sampel inti terumbu karang kuno dari Cyrene Reef, Pulau Semakau, dan Pulau Hantu yang merekam sejarah 8000 tahun pembentukan terumbu di Singapura.
Hasil penelitian ekologi ini dihadirkan berkat kerja sama dengan Lee Kong Chian Natural History Museum dari National University of Singapore. Anda juga bisa mencoba pengalaman interaktif Dive and Discover untuk mengendalikan simulasi kapal selam OceanX secara mandiri. Area ini juga dimeriahkan oleh karya seni visual bertajuk The Ocean in Motion serta instalasi sensorik Echinoidea Future Adriatic Sensing. Karya dari seniman Robertina Šebjanič, Marco Barotti, dan bit.studio ini menyoroti pergerakan dinamis serta kerentanan biota bawah air.
Setelah puas menikmati zona terang, perjalanan berlanjut menuju Twilight Zone atau zona senja yang minim cahaya. Di tempat ini, penelitian ilmiah berpadu dengan pengalaman sensorik yang mengagumkan dari para seniman dunia. Inovasi DataXplorer yang dikembangkan bersama University of Bristol memvisualisasikan arus laut global penyeimbang iklim bumi. Pengalaman imersif ini dilengkapi dengan instalasi seni cahaya dan suara dari kolektif Marshmallow Laser Feast serta Lachlan Turczan. Anda akan merasakan sensasi getaran energi bawah air yang sangat tenang sekaligus misterius melalui instalasi tersebut. Bersambung pada halaman berikutnya untuk menjelajahi wilayah kegelapan abadi laut dalam yang menantang adrenalin.
Menjelajahi Kedalaman Zona Afotik
Sahabat Fimela, bersiaplah untuk memasuki Aphotic Zone atau zona afotik yang dipenuhi oleh kegelapan abadi tanpa sinar matahari sama sekali. Di area ekstrem ini, Anda akan menyaksikan ketahanan hidup luar biasa dari berbagai makhluk laut asing yang langka. Pameran menampilkan spesimen asli seperti bintang keranjang yang melilit kipas laut serta kepiting kristal barat yang menakjubkan. Rekaman video eksklusif dari tim OceanX juga memperlihatkan bagaimana biota laut dalam memancarkan cahaya biologis atau berpendar di kegelapan. Atmosfer sunyi samudra terdalam ini diperkuat oleh karya suara multikanal bertajuk Towards Abyssal Plains hasil rancangan seniman Jana Winderen. Setelah melewati kegelapan, petualangan Anda akan berakhir di area Resurface yang membawa pesan penuh harapan.
Zona penutup ini mengalihkan fokus pengunjung dari eksplorasi menuju aksi nyata perlindungan ekosistem laut global. Dikembangkan bersama World Wide Fund for Nature atau WWF Singapore, instalasi Seagrass Stories Help the Ocean to Heal mengajak kita belajar. Anda bisa mempelajari teknik restorasi lamun yang digunakan dalam berbagai proyek konservasi penting di kawasan Asia. Selain itu, pameran menampilkan area People of OceanX yang berisi kisah inspiratif para peneliti perintis. Salah satu daya tarik utama yang tidak boleh dilewatkan adalah karya olfaktori Invisible Ocean buatan Sissel Tolaas. Karya unik ini menerjemahkan sampel kimia molekuler laut pesisir Kosta Rika menjadi bentuk aroma wewangian yang imersif bagi penciuman Anda.
Rangkaian Festival Film Gratis Sustainable Futures Di ArtScience Cinema Singapura
Sahabat Fimela, selain menikmati keindahan ruang pameran, kunjungan Anda akan semakin lengkap dengan hadirnya festival film khusus. Sustainable Futures Film Festival menghadirkan 12 pemutaran film berkualitas secara gratis di ruang ArtScience Cinema. Rangkaian festival sinema edukatif ini berlangsung mulai tanggal 12 Juni -31 Agustus 2026. Rangkaian program film ini terbagi ke dalam tiga alur tematik utama yaitu Uncharted Waters, Deep Imagination, dan Hidden Connections. Alur film tersebut merayakan laut sebagai sumber inspirasi artistik sekaligus menelusuri hubungan rapuh antara alam dan manusia. Dua karya sinema yang menjadi sorotan utama adalah film A Life Illuminated dan Blue Carbon Nature's Hidden Power.
Film "A Life Illuminated" karya sutradara Tasha Van Zandt menyajikan potret menakjubkan ahli biologi kelautan Edith Widder tentang misteri bioluminesensi. Sementara itu, dokumenter Blue Carbon mengungkap solusi sederhana ekosistem pesisir seperti hutan mangrove dalam menyimpan karbon dunia. Seluruh pemutaran film ini disediakan tanpa biaya tiket masuk bagi seluruh pengunjung yang sudah mendaftarkan diri. Pameran Into the Ocean ini menjadi bukti nyata bahwa perpaduan seni dan sains mampu memperluas cara kita mencintai bumi.