Fimela.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 menjadi salah satu ajang olahraga yang paling dinantikan tahun ini. Bagi banyak penggemar sepak bola, menyaksikan pertandingan melalui acara nonton bareng atau nobar menjadi cara terbaik untuk merasakan atmosfer kompetisi bersama sesama suporter. Mulai dari fan zone, sports bar, kafe, hingga restoran, berbagai lokasi diprediksi akan dipadati penonton yang ingin menikmati setiap momen pertandingan.
Namun di balik kemeriahan tersebut, ada satu hal yang kerap luput dari perhatian: keamanan perjalanan pulang, terutama bagi perempuan. Banyak pertandingan Piala Dunia berlangsung hingga larut malam atau bahkan dini hari waktu Indonesia. Kondisi ini membuat penonton harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kerumunan yang padat, keterbatasan transportasi umum, hingga potensi risiko pelecehan atau tindak kriminal di ruang publik.
Berbagai studi dan laporan internasional menunjukkan bahwa perempuan masih menghadapi risiko yang lebih tinggi terhadap pelecehan verbal maupun fisik di area keramaian, termasuk saat berlangsungnya acara olahraga berskala besar. Situasi tersebut tidak berarti perempuan harus membatasi diri untuk menikmati pertandingan, tetapi menjadi pengingat bahwa perencanaan perjalanan yang matang dapat membantu mengurangi berbagai risiko yang mungkin terjadi.
Memilih lokasi nobar yang aman, menentukan moda transportasi sebelum berangkat, berbagi lokasi dengan orang terdekat, hingga menghindari perjalanan sendirian pada jam-jam rawan merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat meningkatkan rasa aman. Di tengah euforia mendukung tim favorit, keselamatan diri tetap perlu menjadi prioritas utama.
Melalui infografis berikut, simak berbagai risiko yang perlu diwaspadai, pilihan transportasi yang dapat dipertimbangkan, serta tips aman pulang dari nobar Piala Dunia 2026 agar pengalaman menonton tetap menyenangkan dari awal pertandingan hingga tiba kembali di rumah. ⚽✨