Panduan Praktis Cara Membuat Kolam DIY dengan Budget Terjangkau di Rumah

Selma Intania HafidhaDiterbitkan 20 Juni 2026, 21:35 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, menghadirkan kolam kecil di halaman bisa menjadi cara sederhana untuk menambah suasana alami di rumah. Cara membuat kolam DIY dengan biaya terjangkau dapat dilakukan tanpa jasa profesional, asalkan perencanaan matang, pemilihan material tepat, dan ukuran disesuaikan dengan kondisi lahan.

Dengan pendekatan bertahap, area kosong dapat disulap menjadi kolam yang estetik sekaligus fungsional: mulai dari menandai bentuk, menggali, memasang liner, hingga menata tepi kolam dengan batu. Mengacu pada panduan di thegardenglove.com, langkah-langkah berikut membantu menjaga biaya tetap efisien tanpa mengorbankan tampilan.

Selain mempercantik taman, kombinasi air, batu, dan tanaman menghadirkan nuansa sejuk yang nyaman untuk bersantai. Bila diperlukan, strategi hemat seperti konsep raised pond, pemakaian material ekonomis, dan filter DIY dapat memangkas anggaran secara signifikan.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Menentukan Lokasi, Ukuran, dan Fungsi Kolam

Langkah awal adalah memilih lokasi dan ukuran kolam. Ukuran umum yang banyak digunakan adalah sekitar 4×8 kaki, namun tetap sesuaikan dengan luas halaman. Penempatan yang mendapat paparan cahaya yang cukup dan mudah dijangkau akan membantu perawatan harian.

Bila kolam berada di area terbuka tanpa pagar, cek aturan setempat terlebih dahulu. Di beberapa wilayah, kedalaman kolam dibatasi sekitar 30 cm demi alasan keselamatan. Informasi ini penting agar desain yang dibuat tetap aman dan sesuai regulasi.

Tentukan sejak awal apakah kolam bersifat dekoratif (misalnya ditambah air mancur) atau menjadi taman air yang berisi tanaman hidup dan ikan. Kolam dekoratif umumnya lebih mudah dirawat, sedangkan kolam dengan ikan atau tanaman memerlukan sistem lebih lengkap dan perawatan rutin.

3 dari 5 halaman

Penggalian dan Persiapan Dasar Kolam

Setelah bentuk kolam ditandai menggunakan cat, kapur, atau selang, lakukan penggalian mengikuti pola yang telah dibuat. Proses ini menentukan kontur dan kedalaman yang akan memengaruhi stabilitas serta tampilan akhir kolam.

Kedalaman dapat disesuaikan kebutuhan. Sekitar 45 cm cukup untuk kolam sederhana, sementara kolam dengan ikan biasanya memerlukan kedalaman lebih. Pada praktiknya, kolam bisa digali lebih dalam terlebih dahulu, kemudian disesuaikan kembali agar perawatan lebih mudah.

Agar pemasangan lapisan pelindung (liner) rapi dan tidak cepat rusak, buat sisi kolam cukup tegak. Lapisi dasar dengan koran bekas, karpet lama, atau pasir untuk mencegah benda tajam seperti batu menghimpit liner dan menyebabkan kebocoran.

4 dari 5 halaman

Memasang Liner, Pompa, dan Menyamar Tepi

Gunakan pond liner untuk menahan air agar tidak meresap ke tanah. Ukurannya perlu menyesuaikan kedalaman dan lebar kolam, dengan tambahan beberapa kaki di setiap sisi untuk memudahkan penempatan dan penyesuaian di lapangan.

Setelah liner dipasang, isi air hingga setengah kolam. Diamkan beberapa jam atau semalaman agar material menyesuaikan kontur tanah. Rapikan bagian tepi, lalu potong sisa liner, tetapi sisakan beberapa inci di bagian atas untuk keamanan dan fleksibilitas penyesuaian.

Bila menambahkan pompa air atau air mancur, pasang pada tahap ini sebelum tepi kolam ditutup sepenuhnya. Untuk tampilan lebih natural, tutupi bibir liner dengan batu alam seperti batu pipih atau potongan slate. Isi celah dengan kerikil sungai, lalu nyalakan pompa guna memastikan aliran air berjalan baik.

5 dari 5 halaman

Cara Membuat Kolam DIY dengan Biaya Terjangkau: Finishing & Opsi Hemat

Tahap akhir adalah mempercantik area sekitar kolam. Tambahkan tanaman hias untuk memperkuat nuansa alami sekaligus membantu menciptakan mikroklimat yang sejuk. Penempatan bangku atau kursi di dekat kolam akan membuat area ini nyaman sebagai ruang bersantai.

Bila memungkinkan, sediakan tempat makan burung di sekitar taman. Kehadiran burung-burung kecil akan membuat suasana kolam terasa lebih hidup sekaligus menyenangkan untuk dinikmati bersama keluarga.

Dari sisi anggaran, pembuatan kolam ikan DIY yang terjangkau dimungkinkan dengan bujet di bawah 3 juta rupiah. Strateginya antara lain menggunakan hebel, menerapkan konsep raised pond, memilih finishing semen ekspos, serta membuat filter secara mandiri.

Pilihan material ekonomis meliputi terpal HDPE (High-Density Polyethylene) sebagai liner, hebel (bata ringan) atau bis beton untuk struktur, serta barang bekas seperti kotak kulkas, styrofoam, atau ember. Untuk tampilan akhir yang rapi dan tetap hemat, semen ekspos dapat menjadi alternatif finishing.

Filter memegang peranan penting untuk menjaga kebersihan, kejernihan, dan kadar oksigen air, sekaligus mencegah air keruh dan berbau. Filter DIY dapat dibuat dari pompa air, wadah bekas (ember atau keranjang), pipa PVC, serta media filter seperti batu zeolite, bioballs, karbon aktif, dan kapas filter.

Bila lahan terbatas atau Anda ingin proses yang lebih praktis, konsep raised pond bisa dipertimbangkan. Kolam tanpa galian ini lebih mudah dibuat, fleksibel untuk dipindahkan atau dimodifikasi, serta menghemat tenaga dan biaya tukang karena tidak memerlukan penggalian tanah.