Strategi Jitu Hadapi Mom-Shaming Tanpa Stres

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 24 Juni 2026, 12:52 WIB

ringkasan

  • Mom-shaming adalah kritik atau penghakiman terhadap pilihan parenting ibu, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.
  • Strategi efektif untuk menghadapinya meliputi memprioritaskan perawatan diri, membangun sistem dukungan yang kuat, dan mengembangkan kepercayaan diri pada pilihan parenting.
  • Menetapkan batasan yang jelas, merespons dengan bijak, menghindari perbandingan, dan memahami motivasi di balik mom-shaming juga penting untuk menjaga kesejahteraan emosional.

Fimela.com, Jakarta - Menjadi seorang ibu adalah perjalanan yang penuh dengan tantangan sekaligus kebahagiaan. Namun, di tengah peran vital ini, banyak ibu menghadapi fenomena yang dikenal sebagai mom-shaming. Mom-shaming adalah tindakan mengkritik, menghakimi, atau mempermalukan ibu atas pilihan dan tindakan mereka dalam mengasuh anak. Perilaku ini bisa terjadi secara langsung, di forum daring, maupun di media sosial. Sebuah survei menunjukkan bahwa hampir 80% ibu milenial pernah mengalami mom-shaming dari orang yang mereka kenal, dan sekitar 70% merasa masalah ini semakin memburuk dalam lima tahun terakhir.

Dampak mom-shaming terhadap ibu bisa sangat luas, baik secara emosional maupun fisik. Beban kritik ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan mental, termasuk peningkatan kecemasan, stres, dan bahkan depresi. Ibu mungkin merasa terjebak dalam siklus kritik diri dan kekhawatiran, terus-menerus berusaha mencapai standar yang tidak realistis yang ditetapkan oleh masyarakat. Selain itu, mom-shaming juga dapat menurunkan kepercayaan diri seorang ibu, meningkatkan stres, dan mengurangi energinya, yang pada akhirnya berdampak langsung pada suasana hati dan harga diri anak-anak.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Membangun Fondasi Diri yang Kuat di Tengah Kritik

Ibu cenderung menempatkan diri mereka di urutan terakhir, yang dapat membuat pengalaman menjadi ibu terasa sangat melelahkan. /copyright freepik.com/bristekjegor

Salah satu strategi krusial untuk menghadapi mom-shaming adalah dengan memprioritaskan perawatan diri dan pertumbuhan pribadi. Ibu cenderung menempatkan diri mereka di urutan terakhir, yang dapat membuat pengalaman menjadi ibu terasa sangat melelahkan. Fokus pada kebutuhan dan perkembangan diri sendiri menjadi versi yang lebih bahagia dan terpenuhi adalah langkah awal yang penting.

Dengan menemukan cara efektif untuk mengelola stres, para ibu dapat meningkatkan kesehatan mental mereka secara signifikan. Perawatan diri yang konsisten membantu membangun ketahanan mental, menjadikan ibu lebih kuat dalam menghadapi tekanan eksternal.

Ketika ibu memiliki ketahanan mental yang baik, mereka akan menjadi kurang rentan terhadap pendapat dan penilaian orang lain. Ini memungkinkan mereka untuk mempertahankan fokus pada kesejahteraan diri dan keluarga tanpa terlalu terpengaruh oleh kritik yang tidak membangun.

3 dari 5 halaman

Pentingnya Jaringan Dukungan dan Kepercayaan Diri Ibu

Membangun sistem pendukung yang solid, atau yang sering disebut sebagai "Mom Tribe", sangatlah penting dalam membesarkan anak. Mencari dan membangun hubungan dengan ibu-ibu lain di sekitar Anda dapat menciptakan lingkungan saling mendukung, di mana Anda bisa berbagi pengalaman dan membantu satu sama lain menjadi ibu terbaik.

Bergabung dengan kelompok orang tua atau komunitas daring juga dapat menyediakan ruang yang aman untuk berbagi pengalaman, mencari nasihat, dan menemukan kepastian bahwa Anda tidak sendirian dalam menghadapi tantangan menjadi ibu. Dukungan positif dari sesama ibu bisa menjadi benteng yang kuat melawan perasaan terisolasi.

Selain dukungan eksternal, mengembangkan kepercayaan diri dan keyakinan pada pilihan Anda sendiri adalah kunci. Anda adalah satu-satunya yang paling tahu apa yang terbaik untuk keluarga Anda. Percayai insting Anda dan ingatkan diri sendiri bahwa Anda mengenal anak Anda lebih baik daripada siapa pun. Bersikaplah percaya diri tentang apa yang Anda yakini terbaik untuk anak dan diri Anda, bukan apa yang orang lain pikirkan atau katakan.

4 dari 5 halaman

Menetapkan Batasan dan Merespons dengan Bijak

Ketika dihadapkan pada mom-shaming, penting untuk meluangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri sebelum memberikan tanggapan. Anda memiliki kekuatan penuh untuk memutuskan bagaimana merespons kritik tersebut. Dalam beberapa situasi, mengabaikan komentar dan tidak membiarkannya memengaruhi Anda mungkin merupakan pilihan terbaik.

Namun, dalam kasus lain, respons yang sopan namun tegas dapat membantu menetapkan batasan yang sehat. Misalnya, Anda bisa mengatakan, "Saya menghargai kekhawatiran Anda, tetapi ini yang berhasil untuk keluarga saya" atau "Saya lebih suka membuat keputusan sendiri tentang anak saya". Pendekatan ini menunjukkan bahwa Anda menghargai masukan, tetapi tetap memegang kendali atas keputusan parenting Anda.

Jika mom-shaming terjadi di media sosial, Anda memiliki opsi untuk berhenti mengikuti (unfollow), berhenti berteman (unfriend), memblokir, atau menghapus komentar yang tidak relevan. Jika pelaku adalah anggota keluarga atau teman, Anda berhak untuk menegur mereka dan menyatakan bahwa Anda tidak menghargai kata-kata atau komentar mereka. Penting bagi ibu untuk menjaga jarak dari orang-orang yang terlalu sering mengkritik, termasuk anggota keluarga sendiri, untuk menjaga kesehatan mental dan menghindari konflik berkepanjangan.

5 dari 5 halaman

Mengatasi Perbandingan dan Memahami Akar Mom-Shaming

Berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain adalah langkah penting dalam mengatasi mom-shaming. Fenomena ini sering kali didorong oleh persaingan dan perbandingan antar ibu. Di dunia yang dipenuhi oleh influencer media sosial dan gambaran ibu-ibu lain yang tampak sempurna, sangat mudah untuk terjebak dalam membandingkan hidup kita dengan apa yang kita lihat secara daring.

Namun, penting untuk menyadari bahwa mengalami keraguan diri adalah bagian yang sepenuhnya normal dari menjadi seorang ibu. Setiap ibu memiliki perjalanan uniknya sendiri, dan tidak ada standar tunggal yang harus dipenuhi.

Memahami alasan di balik mom-shaming juga dapat membantu. Penilaian dan kritik terkadang membuat beberapa orang merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri. Mom-shaming seringkali merupakan kedok untuk ketidakamanan atau rasa bersalah seseorang tentang hal-hal yang mereka harap telah mereka lakukan secara berbeda. Alasan lain orang melakukan mom-shaming bisa meliputi kebosanan, kemarahan, kecemburuan, atau rasa bersalah.

Sebagai bagian dari solusi, mempromosikan lingkungan yang mendukung adalah hal yang krusial. Berlatihlah bersikap baik kepada ibu-ibu lain, berikan dukungan alih-alih penilaian, dan rayakan setiap pencapaian kecil. Secara aktif mendukung ibu-ibu lain, baik dengan memberikan dukungan kepada ibu yang mengalami shaming, maupun hanya sekadar memberi tahu ibu lain bahwa ia melakukan pekerjaan yang hebat, dapat menciptakan komunitas yang lebih positif.