Mengapa Lagu Pengantar Tidur Efektif Menidurkan Bayi? Ini Penjelasan Para Ahli

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 25 Juni 2026, 15:21 WIB

ringkasan

  • Lagu pengantar tidur membantu mengatur detak jantung dan pernapasan bayi, terutama pada bayi prematur.
  • Melodi yang berulang dan menenangkan menciptakan rasa aman serta menstimulasi perkembangan otak bayi.
  • Momen menyanyikan lullabies memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak melalui produksi oksitosin.

Fimela.com, Jakarta - Bagi banyak orangtua, lagu pengantar tidur atau lullabies telah menjadi ritual malam yang tak terpisahkan untuk menidurkan buah hati. Lebih dari sekadar tradisi, para ahli kini menyoroti berbagai faktor ilmiah dan psikologis yang menjelaskan mengapa melodi lembut ini begitu ampuh membantu bayi terlelap.

Menurut para pakar, efektivitas lullabies berakar pada kemampuannya untuk mengatur fungsi tubuh bayi dan menciptakan lingkungan yang menenangkan. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa lullabies dengan tempo 60-70 detak per menit selaras dengan detak jantung yang rileks, membantu bayi mengatur pernapasan dan detak jantung mereka secara alami.

Interaksi ini tidak hanya menenangkan secara fisik, tetapi juga membangun jembatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak, serta mendukung perkembangan kognitif si kecil. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mengakui pentingnya musik untuk relaksasi, bantuan tidur, dan perkembangan otak bayi selama lebih dari satu dekade.

Menenangkan Fisiologis dan Mengatur Ritme Tubuh

Lagu pengantar tidur memiliki peran krusial dalam membantu regulasi fisiologis bayi. Melodi yang lembut dan ritmis dapat menstabilkan detak jantung dan pernapasan bayi, membawa mereka ke kondisi yang lebih tenang dan siap untuk tidur. Efek ini sangat terlihat pada bayi prematur, di mana penelitian menunjukkan adanya peningkatan fungsi pernapasan dan penurunan detak jantung, yang mengindikasikan tingkat stres yang lebih rendah.

Studi lain menguatkan temuan ini, menyatakan bahwa bayi prematur yang orang tuanya bernyanyi untuk mereka mengalami peningkatan detak jantung, ritme pernapasan, pola tidur, dan pola menyusu yang lebih baik. Bahkan, di unit perawatan intensif neonatal, nyanyian ibu dapat menstabilkan detak jantung dan pernapasan bayi prematur, serta mendorong mereka untuk makan lebih banyak.

Para ahli menjelaskan bahwa musik lullaby yang lembut dapat membuat saraf parasimpatik bekerja dan menurunkan hormon adrenalin, sehingga tubuh menjadi lebih rileks. Nada yang rendah dan irama yang lambat, sekitar 60 detak per menit, seperti pada musik klasik, dapat membantu menurunkan denyut jantung dan tekanan darah, mempersiapkan tubuh untuk tidur.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Membangun Rasa Aman dan Stimulasi Kognitif

ilustrasi arti mimpi anak digigit ular/Minnie Zhou/unsplash

Di luar manfaat fisiologis, lullabies juga menciptakan kenyamanan psikologis dan prediktabilitas bagi bayi. Frasa yang berulang dalam lagu pengantar tidur menawarkan pola yang dapat diprediksi, memberikan sinyal kepada bayi bahwa aman untuk beristirahat. Melodi yang lambat, berulang, dan menenangkan adalah ciri khas lullabies yang membantu menenangkan pendengarnya.

Menariknya, penelitian yang dilakukan di Harvard's Music Lab menemukan bahwa bayi merespons bagian universal dari lullabies, bahkan dalam bahasa asing atau melodi yang tidak familiar, menunjukkan bahwa mereka tetap merasa rileks. Studi ini mengamati bahwa detak jantung bayi melambat saat mendengarkan lullabies, disertai dengan penurunan pelebaran pupil dan aktivitas elektrodermal yang melemah, menandakan relaksasi.

Selain itu, lullabies berkontribusi pada perkembangan otak bayi. Para ilmuwan saraf di Harvard University menemukan bahwa pola musik dalam lagu pengantar tidur merangsang jalur saraf yang terkait dengan pengenalan pola, pembentukan memori, dan pemrosesan emosional. Bahkan sebelum bayi bisa berbicara, lullabies mengajarkan mereka pola fonetik bahasa ibu, kosakata melalui kata dan frasa berulang, serta ritme alami bicara. Musik yang stabil ini juga berfungsi sebagai penyamaran suara, meredam gangguan bising dari luar seperti gonggongan anjing atau suara pintu terbanting.

3 dari 3 halaman

Memperkuat Ikatan Emosional dan Mengurangi Stres

Momen menyanyikan lagu pengantar tidur adalah pengalaman yang sangat emosional, tidak hanya bagi bayi tetapi juga bagi orang tua. Kombinasi suara orang tua, sentuhan lembut, dan rutinitas yang konsisten selama waktu lullaby dapat meningkatkan produksi oksitosin, yang dikenal sebagai 'hormon cinta' atau 'hormon ikatan'. Ini mendorong pola keterikatan yang aman antara orang tua dan anak.

Menyanyikan lagu favorit telah terbukti mengurangi tingkat stres dan meningkatkan perasaan tenang dan aman, sekaligus membantu terjalinnya ikatan dengan bayi. Pengalaman positif ini tidak hanya menenangkan bayi, tetapi juga orang tua. Hal ini membangun keterikatan dan meningkatkan ikatan, sehingga mengurangi pengalaman stres yang terkait dengan merawat bayi.

Dengan demikian, menyanyikan lagu pengantar tidur dapat meningkatkan kesejahteraan orang tua dan memperkuat ikatan dengan bayi mereka. Abby Whitlock, seorang terapis musik bersertifikat, secara khusus merekomendasikan orang tua untuk langsung menyanyikan lagu pengantar tidur kepada bayi, menekankan pentingnya memilih lagu yang tidak rumit dengan ritme yang lambat.