Waspada! Kenali 7 Tipe Pria yang Awalnya Memikat tapi Berpotensi Merusak Hubungan

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 27 Juni 2026, 13:27 WIB

ringkasan

  • Clayton Olson mengidentifikasi 7 tipe pria yang awalnya menarik tapi merusak hubungan.
  • Peran pria yang berlebihan bisa menjadi toksik dalam hubungan.
  • Tipe pria seperti Sang Ayah, Si Nakal, dan Pria Baik memiliki daya tarik awal namun masalah tersembunyi.

Fimela.com, Jakarta - Dalam perjalanan mencari pasangan, seringkali kita terpikat oleh pesona awal seseorang yang tampak ideal. Namun, seiring waktu, beberapa sifat tersembunyi dapat muncul dan justru merusak kebahagiaan dalam sebuah hubungan. Clayton Olson, seorang ahli hubungan, menyoroti tujuh tipe pria yang, meskipun awalnya sangat menarik, berpotensi besar membuat jalinan asmara menjadi menyedihkan.

Olson menjelaskan bahwa pria kerap memainkan berbagai peran dalam hidup mereka, seperti teman, saudara, rekan kerja, tetangga, atau pasangan. Akan tetapi, beberapa peran ini bisa menjadi toksik, terutama ketika melampaui batas dan memengaruhi dinamika hubungan. Dalam kadar yang moderat, peran-peran ini sebenarnya bisa sehat dan positif, namun ketika peran tersebut mendominasi seluruh kepribadian seorang pria, hubungan bisa berubah menjadi pemicu masalah yang membuat kedua belah pihak enggan untuk berkencan lagi.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Daya Tarik Awal yang Menyesatkan

Ilustrasi tas pinggang pria stylish. (c) Andrew_shots/Depositphotos

Tipe pertama yang patut diwaspadai adalah Sang Ayah (The Father). Pria dengan tipe ini menawarkan dukungan, keamanan, dan keselamatan, kualitas yang seringkali diasosiasikan dengan sosok ayah yang sesungguhnya. Daya tarik ini bisa sangat kuat bagi sebagian wanita yang mencari stabilitas dan perlindungan dalam hubungan.

Selanjutnya, ada Si Nakal (The Bad Boy). Meskipun sering digambarkan sebagai karakter yang karismatik dan menarik dalam film-film komedi romantis, tipe ini menyimpan potensi masalah serius dalam hubungan jangka panjang. Pesona pemberontaknya mungkin memikat di awal, namun seringkali berujung pada ketidakstabilan dan konflik.

Tipe ketiga adalah Pria Baik (The Nice Guy). Pria ini seringkali terlihat sempurna di mata banyak orang, terutama orang tua, karena sifatnya yang penuh kasih sayang, pengertian, dapat diandalkan, dan mudah dibentuk. Ia cenderung mengorbankan dirinya sendiri demi mendapatkan persetujuan orang lain, sehingga di atas kertas, ia tampak sangat ideal.

3 dari 5 halaman

Ketika Citra Sempurna Mulai Pudar

Sayangnya, seperti kertas, Pria Baik ini cenderung datar dan satu dimensi. Sifat inilah yang pada akhirnya membuat hubungan dengannya terasa membosankan dan ingin segera diakhiri oleh wanita. Keinginan untuk selalu menyenangkan orang lain membuatnya kehilangan jati diri dan kedalaman emosional.

Sulit untuk menjalin hubungan jangka panjang atau membangun masa depan dengan Pria Baik karena wanita sering merasa terjebak dalam dinamika yang stagnan. Ketiadaan tantangan dan inisiatif pribadi dari pihak pria bisa membuat hubungan terasa hambar dan tanpa arah.

Tipe berikutnya adalah Ksatria Berbaju Baja (The Knight in Shining Armor). Pria ini datang dengan pesona, romansa, dan kepercayaan diri yang tinggi, seolah siap menyelamatkan hari seperti pahlawan dalam cerita Disney. Namun, ketergantungan penuh seorang wanita pada pria tipe ini bisa berujung pada codependency.

4 dari 5 halaman

Konsekuensi Ketergantungan dan Ketidakdewasaan

Ketika seorang wanita terus-menerus mengharapkan pasangannya untuk menyelamatkan dirinya, ia akan gagal mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk mandiri. Akibatnya, hubungan mereka berkembang menjadi situasi di mana wanita membutuhkan prianya, bahkan jika ia tidak selalu menginginkannya. Ketergantungan ini menciptakan dinamika yang tidak sehat dan melemahkan.

Ada pula Pria Bisnis (The Business Man), yang dikenal rasional, dapat diprediksi, dan sangat peduli dengan keadilan. Meskipun sifat-sifat ini tampak positif, fokus yang berlebihan pada logika dan keadilan bisa mengabaikan aspek emosional dan spontanitas yang penting dalam sebuah hubungan romantis.

Tipe yang tak kalah problematis adalah Peter Pan, pria yang menolak untuk dewasa. Awalnya, ia menyenangkan dengan sifatnya yang unik, ceria, santai, dan spontan. Namun, setiap orang pada akhirnya harus menghadapi kenyataan dan tumbuh dewasa. Ketidakdewasaan ini menjadi penghalang serius bagi hubungan yang sehat.

5 dari 5 halaman

Realitas Hubungan yang Tidak Otentik

Peter Pan seringkali gagal mendapatkan rasa hormat dari pasangannya karena ia memiliki banyak rencana yang tidak pernah terwujud. Ia tidak bersedia bekerja keras atau berusaha secara konsisten, dan cenderung menjadi pribadi yang selalu kurang berprestasi. Ketidakmampuannya untuk menghadapi emosi dan masalah nyata membuat hubungannya terasa sangat palsu dan tidak otentik.

Terakhir, ada Sang Penggoda (The Seducer). Tipe ini juga termasuk dalam daftar pria yang awalnya sangat memikat, namun dapat menyebabkan masalah besar dalam hubungan. Daya tarik awalnya mungkin kuat, tetapi niatnya yang dangkal dan fokus pada penaklukan seringkali meninggalkan kekecewaan dan rasa sakit.

Memahami berbagai tipe pria ini dapat menjadi panduan berharga bagi setiap wanita dalam menavigasi kompleksitas hubungan. Dengan begitu, pilihan yang lebih bijaksana dapat dibuat demi kebahagiaan jangka panjang.