Anak Sering Sakit Perut? Ini Tanda Gangguan Pencernaan pada Anak yang Perlu segera Ditangani

hilya KamilaDiterbitkan 22 Juli 2026, 15:57 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, sering kali anak-anak memiliki permasalahan dengan perutnya. Bahkan, sakit perut bisa terjadi oleh anak-anak berulang kali. Tak jarang hal tersebut membuat orangtua merasa cemas ketika melihat anak sakit perut secara terus-menerus. Apalagi, ketika sakit perut dibarengi dengan gejala mual, sulit buang air besar hingga berat badan yang tak kunjung naik. 

Berbagai gejala seperti anak sakit perut, bisa saja terjadi karena sistem pencernaan anak yang belum matang seperti orang dewasa. Salah satu penyakit yang cukup sering dialami oleh anak-anak adalah masalah pencernaan. Bahkan, masalah pencernaan atau penyakit gastro ini dapat berkaitan dengan gejala gerd pada si kecil. Selaras dengan hal itu, Konsultan Gastroenterohepatologi Anak, Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K) menjelaskan bahwa sering terjadi penyakit gastro pada anak, tetapi masyarakat masih belum aware dengan persoalan ini.

Itulah sebabnya, Sahabat Fimela bisa lebih peduli lagi dengan gejala penyakit pada si kecil. Meskipun gejala penyakitnya terkesan sepele, bukan berarti tidak dapat berisiko pada kesehatan anak. Dengan memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan si kecil, tentunya orangtua bisa menjadi semakin bijak dalam menjaga pertumbuhan dan perkembangan mereka. 

2 dari 3 halaman

Kenali Gangguan Pencernaan yang Tak Boleh Dianggap Sepele

Anak bisa saja mengalami reaksi sistem imun anak jika mengonsumsi makanan yang tidak cocok sehingga berisiko pada masalah pencernaan. (Foto/dok: Pexels/Alex Green)

Biasanya, masalah pencernaan pada anak tentunya memiliki gejala yang berbeda-beda. Hal itu disebabkan dengan sistem pencernaan anak yang mempunyai tingkat sensitivitas tinggi terhadap infeksi, alergi, dan kelainan struktural. Berdasarkan dengan pemaparan dr. Eva, anak yang mengalami gangguan saluran pencernaannya memiliki gerd atau naiknya asam lambung ke kerongkongan, kesulitan menelan, sakit perut, dan muntah berulang yang disertai adanya bercak darah.

Tidak hanya itu, permasalahan pencernaan juga bisa terlihat pada gangguan buang air besar, seperti diare kronis, sembelit, kesulitan buang air besar. Bahkan, gejala yang lebih parah bisa ditandai dengan buang air besar sekaligus adanya darah pada kotoran anak dan terjadi berkali-kali. Selain itu, infeksi dan radang pencernaan kronis juga bisa terjadi karena alergi makanan tertentu. Anak bisa saja mengalami reaksi sistem imun anak jika mengonsumsi makanan yang tidak cocok. 

Lebih dari itu, masalah berat badan dan pola makan pun menjadi gejala, meskipun sering kali kita anggap sepele. Hal itu tampak pada kondisi berat badan si kecil yang sulit naik atau anak yang makan banyak, tetapi berat badannya tetap tidak bertambah. Selain gangguan makan, kurangnya nutrisi tertentu juga bisa menyebabkan masalah pencernaan bagi anak-anak. Oleh sebab itu, Sahabat Fimela perlu untuk memperhatikan si kecil, terutama pada kesehatan pencernaannya agar tidak mengganggu tumbuh kembang.

3 dari 3 halaman

Kapan Waktu yang Tepat agar Si Kecil Perlu Dibawa ke Dokter Gastro Anak?

Orangtua perlu waspada jika anak sering mengalami nyeri perut hebat yang datang berulang hingga mengganggu aktivitas. (Foto/dok: Pexels/www.kaboompics.com)

Gangguan pencernaan pada anak tidak selalu bisa membaik dengan perawatan di rumah. Ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan karena dapat menjadi sinyal bahwa si kecil memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter gastro anak. Misalnya, muntah atau diare yang berlangsung selama berminggu-minggu tanpa menunjukkan perbaikan, buang air besar disertai darah hingga pertumbuhan yang terhambat seperti berat badan yang tidak bertambah atau justru menurun drastis. Kondisi-kondisi tersebut perlu segera dievaluasi agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Selain itu, orangtua juga perlu waspada jika anak sering mengalami nyeri perut hebat yang datang berulang hingga mengganggu aktivitas atau waktu tidurnya. Gejala lain seperti kulit dan bagian putih mata yang tampak menguning, batuk atau sesak yang sulit sembuh, nyeri dada, sendawa berkepanjangan, maupun bau mulut yang terus-menerus juga tidak boleh dianggap sepele. Meski tampak ringan, keluhan tersebut bisa berkaitan dengan gangguan pada saluran pencernaan yang membutuhkan penanganan dari dokter spesialis.

Untuk memastikan kondisi saluran cerna secara lebih menyeluruh, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan endoskopi. Menurut dr. Eva, prinsip pemeriksaan ini memang sama seperti pada orang dewasa, tetapi pelaksanaannya telah disesuaikan dengan kebutuhan anak. Endoskopi pediatrik menggunakan alat berdiameter lebih kecil dan fleksibel agar aman untuk kerongkongan bayi maupun anak. Seluruh tindakan dilakukan oleh dokter gastro anak bersama tim perawat endoskopi khusus yang akan memantau kondisi si kecil demi menjaga keamanan selama prosedur.