Fimela.com, Jakarta - Spider-Man: Brand New Day hadir di bioskop Indonesia dengan cerita yang langsung bersinggungan dengan konsekuensi akhir Spider-Man: No Way Home (2021). Mantra Doctor Strange menghapus ingatan orang-orang terdekat Peter Parker (Tom Holland), termasuk MJ (Zendaya) dan sahabatnya, Ned (Jacob Batalon), dan mengubah hidupnya secara menyeluruh.
Di film baru ini, dampak mantra tersebut makin terasa nyata. Peter mengalihkan seluruh energinya untuk memberantas kejahatan sebagai Spider-Man. Di balik topeng, ia memilih berdiam di sebuah apartemen mungil yang dulunya bekas gudang, namun kini dipenuhi mesin dan komputer canggih.
Sejak ingatan MJ dan Ned tentang dirinya lenyap, Peter menjalani hari-hari yang sepi. Rutinitasnya dipenuhi patroli, intervensi kejahatan, dan kembali ke ruang tinggalnya yang minimalis. Semua itu dilakukannya dengan disiplin, seakan-akan komitmen pada misi menjadi satu-satunya hal yang tersisa.
Interaksi personal hampir tak pernah terjadi. Satu-satunya orang yang diajaknya bicara adalah Detektif Polisi Jean DeWolff (Liza Colon-Zayas), dan itu pun sebatas koordinasi terkait operasi menumpas kriminal di New York. Bukan perbincangan untuk berbagi perasaan, melainkan komunikasi praktis yang berorientasi pada tugas.
Waktu berlalu, namun luka lama tidak sepenuhnya pulih. Peter masih menyimpan rindu terhadap MJ dan Ned. Ia memilih memantau kabar keduanya lewat media sosial, sembari mencoba menenangkan pikirannya dengan terus beraksi sebagai pelindung kota. Kesepian menjadi latar yang tak terelakkan dalam langkah-langkahnya.
Kemunculan Musuh Misterius
Di saat yang sama, sebuah ancaman baru muncul. Seorang musuh misterius menargetkan Badan Pemerintah Pengendalian Kerusakan, atau Department of Damage Control, meski tujuannya belum jelas.
Lebih mengerikan lagi, sosok ini sanggup merasuk serta mengendalikan pikiran dan gerak tubuh orang lain, sementara indra Spider-Man mampu menangkap perpindahan sang musuh dari satu korban ke korban lainnya.
Keunggulan Spider-Man ada pada kepekaan indranya. Ia dapat merasakan perpindahan sang musuh di antara para inang, sehingga gerak-gerik lawan tak sepenuhnya tanpa jejak di hadapannya. Namun kemampuan ini sekaligus menjadikannya penghalang utama bagi rencana sang musuh.
Perubahan pada Diri Spider-Man
Sialnya, titik lemah Spider-Man akhirnya diketahui sang musuh. Yakni tak lain adalah MJ. Begitu menyadari ancaman itu mengarah pada orang yang ia sayangi, ia segera bergerak menuju lokasi MJ demi memastikan keselamatannya. Dalam situasi genting ini, Peter terpaksa meminta bantuan pada Frank alias The Punisher (Jon Bernthal).
Beban Peter tidak berhenti pada ancaman dari luar. Di dalam dirinya, terjadi perubahan yang mengganggu. DNA laba-laba dalam tubuhnya mencapai puncak, memicu ledakan emosi yang destruktif muncul tanpa diduga. Pada titik tertentu, ia bahkan mengeluarkan jaring laba-laba dari tubuhnya secara organik.
Gamang dan khawatir, Peter mencari cara untuk menjinakkan laba-laba dalam dirinya. Ia berkonsultasi kepada Bruce Benner (Mark Ruffalo), berharap menemukan kendali agar kekuatan yang bergejolak tidak menelannya.
Pertanyaan lalu mengemuka: mampukah ia menundukkan musuh misterius yang cerdik dan kekuatan mengerikan yang bangkit dari tubuhnya sendiri?