Fimela.com, Jakarta - Prokrastinasi bisa menjadi salah satu hal yang mengganggu jadwal mingguan, terutama ketika tenggat waktu semakin dekat. Hampir semua orang mungkin pernah berada di situasi ketika kebiasaan menunda justru membuat hidup terasa semakin berantakan. Alih-alih memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan dengan tenang, kita malah harus terburu-buru mengejar deadline.
Melansir dari Hunimed, sebenarnya, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk melawan kebiasaan menunda. Mulai mengerjakan tugas jauh sebelum tenggat waktu, mengurangi terlalu banyak komitmen, hingga membuat perencanaan sejak awal dapat menjadi beberapa pilihan yang patut dicoba.
Namun, ada satu metode manajemen waktu yang cukup populer dan telah banyak digunakan untuk membantu mengatasi prokrastinasi, yaitu Teknik Pomodoro.
Dikembangkan oleh Francesco Cirillo, Teknik Pomodoro merupakan metode manajemen waktu yang membagi waktu kerja ke dalam interval tertentu. Metode ini umumnya menggunakan sesi kerja selama 25 menit, kemudian dilanjutkan dengan waktu istirahat singkat. Penggunaan timer membantu seseorang tetap fokus sekaligus memiliki batas waktu yang jelas selama mengerjakan tugas.
Menariknya, nama “Pomodoro” berasal dari bahasa Italia yang berarti “tomat”. Nama tersebut terinspirasi dari timer dapur berbentuk tomat yang digunakan Cirillo ketika pertama kali menerapkan metode ini. Teknik Pomodoro dapat menjadi salah satu cara untuk memutus siklus prokrastinasi, apa pun pekerjaan yang sedang dilakukan. Dengan membagi tugas menjadi beberapa sesi yang lebih singkat dan terstruktur, pekerjaan yang awalnya terasa berat bisa menjadi lebih mudah untuk dimulai.
Cara Menerapkan Teknik Pomodoro
1. Pilih satu tugas yang ingin diselesaikan
Tentukan satu pekerjaan yang akan menjadi fokus selama sesi berlangsung. Hindari multitasking karena berpindah-pindah tugas justru dapat membuat konsentrasi lebih mudah terpecah. Selama 25 menit, fokuslah hanya pada pekerjaan tersebut.
2. Catat setiap gangguan yang muncul
Ketika tiba-tiba teringat pekerjaan lain, ingin membuka media sosial, atau bahkan terpikir untuk melakukan aktivitas lain, jangan langsung mengikutinya. Siapkan selembar kertas atau catatan kecil untuk menuliskan hal-hal tersebut. Dengan begitu, kamu bisa kembali fokus tanpa khawatir melupakannya.
3. Bekerja selama 25 menit
Atur timer selama 25 menit dan gunakan waktu tersebut untuk mengerjakan tugas sebaik mungkin. Tidak perlu memikirkan kapan pekerjaan akan selesai. Fokus saja pada apa yang bisa kamu kerjakan selama 25 menit.
4. Ambil waktu istirahat selama 5 menit
Setelah timer berbunyi, berhenti sejenak dan berikan waktu bagi tubuh serta pikiran untuk beristirahat. Kamu bisa minum air, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan ringan sebelum kembali bekerja.
5. Ulangi siklus sebanyak empat kali
Setelah menyelesaikan satu sesi, ulangi kembali langkah yang sama hingga total empat sesi. Empat sesi kerja selama 25 menit dengan jeda singkat akan membuat waktu produktif terasa lebih terstruktur.
6. Berikan diri sendiri jeda yang lebih panjang
Setelah menyelesaikan empat sesi, saatnya mengambil istirahat lebih lama sebelum kembali bekerja. Manfaatkan waktu ini untuk benar-benar beranjak dari meja, mengambil minum, berjalan-jalan sebentar, atau melakukan stretching. Istirahat secara berkala justru dapat membantu menjaga produktivitas dan membuat tubuh tidak terlalu cepat lelah.
Mengapa Teknik Pomodoro Efektif untuk Mengatasi Prokrastinasi?
1. Membantu membangun disiplin dari luar diri
Ketika mengandalkan kemauan sendiri, ada kalanya kita merasa sulit memaksa diri untuk terus menyelesaikan tugas. Penggunaan timer membuat batas waktu menjadi sesuatu yang lebih konkret. Kamu tidak perlu terus-menerus meyakinkan diri untuk bekerja karena timer menjadi pengingat kapan harus fokus dan kapan waktunya beristirahat.
2. Mengubah tugas besar menjadi tantangan yang lebih sederhana
Membayangkan harus menulis esai 12 halaman tentang penggunaan kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan tentu bisa terasa berat. Besarnya pekerjaan tersebut bahkan dapat membuat kita semakin ingin menundanya. Teknik Pomodoro mengubah fokus dari “kapan tugas ini selesai?” menjadi “apa yang bisa saya kerjakan dalam 25 menit?”. Dengan begitu, tugas besar terasa lebih mudah untuk dimulai.
3. Membantu mengelola berbagai gangguan
Munculnya keinginan untuk membuka media sosial atau mengerjakan hal lain saat sedang fokus adalah hal yang cukup wajar. Dengan mencatat gangguan tersebut tanpa langsung mengikutinya, kamu bisa memisahkan antara keinginan melakukan sesuatu dan tindakan untuk benar-benar melakukannya. Jika dilakukan secara rutin, cara ini dapat membantu melatih kemampuan untuk tetap fokus pada pekerjaan.
Jangan Terlalu Memikirkan Kesempurnaan dan Kegagalan
Karena setiap orang memiliki alasan yang berbeda, strategi yang efektif bagi satu orang belum tentu cocok untuk orang lain. Cobalah berbagai pendekatan untuk mengetahui cara yang paling membantu meningkatkan fokus dan produktivitasmu.
Beri Penghargaan untuk Diri Sendiri
Saat merasa sulit memulai pekerjaan, cobalah menyelesaikan satu tugas kecil terlebih dahulu, kemudian berikan apresiasi kepada diri sendiri. Penghargaan sederhana dapat membantu otak menghubungkan usaha dengan pengalaman yang menyenangkan.
Misalnya, setelah menyelesaikan satu tagihan, kamu bisa memberikan waktu 15 menit untuk menonton serial favorit sebelum melanjutkan tugas berikutnya. Cara ini dapat menjadi dorongan kecil agar kamu tetap termotivasi menyelesaikan pekerjaan.
Keinginan memberikan hasil terbaik tentu bukan hal yang buruk. Namun, ketika standar yang terlalu tinggi justru membuatmu takut memulai, perfeksionisme bisa berubah menjadi penghambat.
Rasa takut gagal terkadang membuat seseorang menunda pekerjaan sebagai cara untuk menghindari rasa kecewa atau malu. Cobalah melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai gambaran tentang nilai dirimu. Ingat, sebuah tugas tidak harus sempurna untuk tetap menjadi pencapaian yang berarti.