Sukses

Lifestyle

Tips Atur Waktu Antara Kerja Kantoran, Side Hustle, dan Me Time

Fimela.com, Jakarta - Memiliki pekerjaan kantoran sekaligus menjalankan side hustle bisa menjadi pilihan untuk menambah penghasilan atau mengembangkan minat di luar pekerjaan utama. Namun, menjalani keduanya tentu membutuhkan pengaturan waktu yang lebih cermat. Setelah menghabiskan sebagian besar hari di kantor, masih ada pekerjaan sampingan yang perlu diselesaikan. Belum lagi kebutuhan pribadi yang sering kali ikut tersisih karena jadwal terlalu padat.

Kondisi ini berkaitan dengan konsep work-life balance. Dilansir dari Verywell Mind, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bukan berarti membagi waktu secara sama rata, melainkan memastikan tanggung jawab profesional tidak menghabiskan ruang untuk kesehatan, hubungan sosial, istirahat, dan kebutuhan pribadi lainnya. Hal ini menjadi semakin penting bagi mereka yang menjalani kerja kantoran sekaligus memiliki kesibukan tambahan di luar jam kerja.

Ketika terlalu fokus mengejar produktivitas, seseorang bisa tanpa sadar mengisi hampir seluruh waktu luangnya dengan pekerjaan. Akibatnya, kesempatan untuk melakukan hal-hal yang disukai semakin berkurang dan rutinitas terasa melelahkan.

Karena itu, memiliki banyak kesibukan bukan berarti harus selalu produktif setiap saat. Pekerjaan utama, proyek sampingan, dan kehidupan pribadi sama-sama memiliki peran penting. Mengenali batas kemampuan diri menjadi langkah awal agar semua tanggung jawab bisa dijalani dengan lebih seimbang.

Dengan pengaturan yang lebih realistis, kamu tetap bisa mengembangkan pekerjaan sampingan tanpa harus mengorbankan seluruh waktu di luar jam kantor.

Cara Mengatur Waktu antara Kerja Kantoran dan Side Hustle

1. Tentukan prioritas setiap minggu

Sebelum memulai aktivitas, buat daftar pekerjaan yang perlu diselesaikan selama seminggu. Pisahkan tanggung jawab kantor dan side hustle, kemudian tandai tugas yang memiliki tenggat waktu paling dekat. Dengan begitu, kamu bisa melihat pekerjaan mana yang perlu diselesaikan lebih dulu.

2. Buat jadwal khusus untuk side hustle

Hindari mengerjakan proyek sampingan secara spontan setiap kali ada waktu kosong. Tentukan beberapa waktu khusus, misalnya dua atau tiga malam dalam seminggu atau beberapa jam saat akhir pekan. Jadwal yang jelas membantu pekerjaan tambahan tetap berjalan tanpa mengambil seluruh waktu istirahat.

3. Kelompokkan pekerjaan berdasarkan jenisnya

Coba gunakan teknik time blocking dengan mengalokasikan waktu tertentu untuk tugas yang sejenis. Misalnya, satu sesi digunakan untuk membalas pesan klien, sementara sesi lainnya untuk mengerjakan desain atau menyelesaikan laporan. Cara ini membantu menjaga fokus karena kamu tidak perlu terus berpindah dari satu jenis pekerjaan ke pekerjaan lain.

4. Sesuaikan target dengan kemampuan

Tidak semua pekerjaan sampingan harus diselesaikan dalam waktu singkat. Buat target yang masuk akal sesuai dengan waktu dan energi yang dimiliki. Jika jadwal sedang padat di kantor, kamu bisa mengurangi sementara beban proyek tambahan daripada memaksakan diri menyelesaikan semuanya.

Mengatur waktu bukan tentang memenuhi setiap jam dengan aktivitas. Justru, jadwal yang baik perlu memberi ruang untuk perubahan dan waktu istirahat agar rutinitas tetap bisa dijalani secara konsisten.

Jangan Lupakan Self-Care di Tengah Kesibukan

Ketika pekerjaan kantor dan side hustle sama-sama menyita waktu, aktivitas untuk diri sendiri sering menjadi hal pertama yang dikorbankan. Padahal, menjaga kondisi fisik dan pikiran juga penting agar kamu tetap memiliki energi untuk menjalani berbagai tanggung jawab. Karena itu, self-care sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas, bukan hanya dilakukan ketika sudah merasa kelelahan.

1. Sisihkan waktu untuk me time

Tidak harus selalu pergi berlibur atau melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak biaya. Kamu bisa menikmati waktu sendiri dengan membaca buku, menonton film, mendengarkan musik, atau sekadar menikmati minuman favorit setelah bekerja. Pilih aktivitas sederhana yang membuat pikiran lebih rileks.

2. Tetapkan batas waktu bekerja

Tentukan kapan waktunya berhenti mengerjakan pekerjaan kantor maupun proyek sampingan. Hindari kebiasaan terus membuka laptop atau memeriksa pesan pekerjaan menjelang tidur. Batasan ini membantu kamu memiliki waktu pribadi tanpa terus memikirkan tugas yang belum selesai.

3. Tetap perhatikan kebutuhan tubuh

Di tengah jadwal yang padat, jangan sampai melewatkan waktu makan, kurang tidur, atau terus duduk tanpa bergerak. Usahakan tetap memiliki waktu untuk makan teratur, melakukan aktivitas fisik ringan, dan mendapatkan istirahat yang cukup. Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga kondisi tubuh selama menjalani rutinitas.

4. Berani mengambil jeda ketika dibutuhkan

Ada kalanya pekerjaan terasa lebih padat dari biasanya. Jika memungkinkan, kurangi sementara aktivitas sampingan atau sisihkan satu hari tanpa pekerjaan tambahan. Kamu tidak harus selalu menerima setiap kesempatan atau menyelesaikan semua hal dalam waktu bersamaan.

Menyeimbangkan pekerjaan kantoran, side hustle, dan self-care memang membutuhkan penyesuaian. Tidak ada jadwal yang harus selalu berjalan sempurna setiap hari. Dengan mengenali prioritas dan memberi ruang bagi kebutuhan pribadi, kamu bisa tetap berkembang dalam pekerjaan sekaligus menikmati waktu di luar kesibukan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading