Fimela.com, Jakarta - Menurunkan berat badan sering kali identik dengan mengurangi porsi makan sebanyak mungkin. Padahal, makan terlalu sedikit menghambat diet belum tentu membantu berat badan turun lebih cepat. Ketika tubuh tidak memperoleh energi yang cukup dalam waktu lama, tubuh akan beradaptasi dengan memperlambat proses metabolisme untuk menghemat energi sehingga pembakaran kalori menjadi kurang optimal.
Dilansir dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, tubuh tetap memerlukan kalori untuk menjalankan berbagai fungsi penting, seperti bernapas, menjaga detak jantung, memperbaiki sel, hingga mendukung aktivitas sehari-hari. Jika asupan energi terlalu rendah, tubuh akan mengurangi pengeluaran energi sebagai mekanisme bertahan hidup. Kondisi ini menjadi salah satu dampak makan terlalu sedikit saat diet yang dapat membuat proses penurunan berat badan berjalan lebih lambat.
Sementara itu, dilansir dari Mayo Clinic, membatasi makanan secara berlebihan juga dapat meningkatkan rasa lapar dan keinginan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar pada waktu berikutnya. Akibatnya, makan terlalu sedikit saat diet justru berisiko membuat pola makan menjadi tidak terkontrol dan target penurunan berat badan lebih sulit tercapai. Karena itu, diet yang sehat sebaiknya dilakukan dengan menciptakan defisit kalori yang wajar serta tetap memenuhi kebutuhan gizi harian agar tubuh dapat berfungsi secara optimal.
Tanda Tubuh Kekurangan Kalori saat Menjalani Diet
Tubuh biasanya akan memberikan sinyal ketika asupan energi tidak mencukupi selama menjalani diet. Salah satu tanda tubuh kekurangan kalori yang paling umum adalah mudah lelah, sulit berkonsentrasi, serta lebih sering merasa lapar dibanding biasanya. Kondisi ini menunjukkan bahwa tubuh memerlukan lebih banyak energi untuk menjalankan fungsi-fungsi penting setiap hari.
Dilansir dari Cleveland Clinic, kekurangan kalori dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan penurunan massa otot, tubuh terasa lemas, hingga meningkatkan risiko kekurangan vitamin dan mineral jika pola makan tidak seimbang. Oleh karena itu, penting untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi meskipun sedang menjalani program penurunan berat badan.
Selain itu, dilansir dari Medical News Today, salah satu dampak makan terlalu sedikit bagi tubuh adalah perubahan suasana hati, sulit tidur, dan proses pemulihan tubuh yang menjadi lebih lambat. Alih-alih mengurangi makan secara ekstrem, cobalah menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan porsi yang sesuai kebutuhan agar tubuh tetap sehat sekaligus mendukung proses diet yang lebih efektif.
Cara Diet Sehat Tanpa Harus Mengurangi Makan Berlebihan
Jika ingin menurunkan berat badan, fokuslah pada cara diet sehat yang tetap memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian. Membatasi kalori memang diperlukan, tetapi jumlahnya sebaiknya tidak berlebihan agar tubuh tetap dapat menjalankan berbagai fungsi penting secara optimal. Memilih makanan tinggi protein, serat, biji-bijian utuh, buah, dan sayuran juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Dilansir dari Academy of Nutrition and Dietetics, menggabungkan pola makan bergizi seimbang dengan aktivitas fisik secara rutin merupakan salah satu cara terbaik untuk mencapai berat badan ideal. Selain membantu membakar kalori, olahraga juga berperan dalam menjaga massa otot selama proses penurunan berat badan.
Agar hasilnya lebih maksimal, terapkan tips menurunkan berat badan seperti tidur yang cukup, minum air putih sesuai kebutuhan, mengelola stres, serta memantau perkembangan berat badan secara berkala. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perubahan gaya hidup yang dilakukan secara bertahap cenderung lebih mudah dipertahankan dibandingkan diet ekstrem. Dengan begitu, penurunan berat badan dapat berlangsung lebih sehat dan berkelanjutan.