Usia 25 Jadi Waktu Tepat Memulai Dana Pensiun, Ini Alasannya

Eastara VigaskaDiterbitkan 02 Agustus 2026, 10:29 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, banyak orang berpikir dana pensiun baru perlu dipersiapkan ketika karier sudah mapan. Padahal, usia 25 merupakan salah satu waktu terbaik untuk mulai merencanakannya. Memulai lebih awal memberi kesempatan lebih lama bagi tabungan maupun investasi untuk berkembang sehingga target dana pensiun dapat dicapai dengan kontribusi yang lebih ringan setiap bulannya.

Dilansir dari Fidelity Investments, waktu merupakan salah satu faktor terpenting dalam membangun dana pensiun karena memungkinkan aset bertumbuh melalui efek compound growth, yaitu keuntungan yang terus menghasilkan keuntungan baru dari waktu ke waktu. Semakin cepat seseorang mulai berinvestasi, semakin besar pula potensi pertumbuhan dana dalam jangka panjang.

Dilansir dari Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) menyarankan agar dana pensiun dimasukkan ke dalam anggaran bulanan sejak awal bekerja, meskipun nominalnya masih kecil. Kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilan secara konsisten dapat membantu membangun disiplin finansial sekaligus mempersiapkan kondisi ekonomi yang lebih stabil di masa pensiun. Dengan perencanaan yang dimulai sejak usia muda, tujuan keuangan jangka panjang pun akan terasa lebih mudah dicapai.

2 dari 3 halaman

Langkah Sederhana Menyiapkan Dana Pensiun agar Tetap Konsisten

Selain menabung, pengelolaan anggaran dan investasi yang tepat dapat membantu dana pensiun berkembang lebih optimal. (Foto/Dok: Unsplash)

Sahabat Fimela, setelah memiliki tujuan pensiun yang jelas, langkah berikutnya adalah membuat strategi yang sesuai dengan kondisi keuangan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menetapkan persentase tertentu dari penghasilan untuk dialokasikan khusus sebagai dana pensiun. Dengan cara ini, kebutuhan jangka panjang tetap menjadi prioritas tanpa mengganggu pengeluaran sehari-hari. 

Dilansir dari Vanguard, konsistensi berinvestasi secara rutin lebih efektif dibandingkan menunggu waktu yang dianggap paling tepat untuk mulai berinvestasi. Pendekatan ini membantu memanfaatkan fluktuasi pasar dalam jangka panjang sekaligus mengurangi risiko mengambil keputusan berdasarkan emosi. Selain itu, Dilansir dari Investopedia menyarankan untuk melakukan evaluasi portofolio secara berkala agar strategi investasi tetap sesuai dengan usia, tujuan keuangan, dan toleransi risiko.

Seiring bertambahnya pendapatan, tidak ada salahnya meningkatkan nominal tabungan atau investasi pensiun secara bertahap. Dengan disiplin mengelola keuangan dan berinvestasi secara konsisten, dana pensiun memiliki peluang tumbuh lebih optimal sehingga dapat memberikan rasa aman ketika memasuki masa pensiun nanti.

3 dari 3 halaman

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Menyiapkan Dana Pensiun

Menunda menabung hingga menggunakan dana investasi untuk kebutuhan konsumtif dapat menghambat kesiapan finansial di masa pensiun. (Foto/Dok: Unsplash)

Sahabat Fimela, menyiapkan dana pensiun bukan hanya soal rutin menabung, tetapi juga menghindari kebiasaan yang dapat menghambat pertumbuhan aset. Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah menunda memulai karena merasa masih memiliki banyak waktu. Padahal, semakin lama menunggu, semakin besar jumlah dana yang perlu disisihkan untuk mencapai target pensiun yang sama.

Selain itu, hindari menggunakan tabungan atau investasi yang telah dialokasikan untuk pensiun demi memenuhi kebutuhan konsumtif. Dilansir dari Charles Schwab, menjaga konsistensi investasi jangka panjang dapat membantu mengoptimalkan potensi pertumbuhan aset dan mengurangi dampak fluktuasi pasar. Karena itu, dana pensiun sebaiknya dipisahkan dari rekening yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari agar tidak mudah diambil.

Dilansir dari FINRA (Financial Industry Regulatory Authority) untuk meninjau kembali rencana pensiun secara berkala, terutama ketika terjadi perubahan pendapatan, pekerjaan, atau tujuan keuangan. Evaluasi rutin membantu memastikan strategi yang digunakan tetap sesuai dengan kondisi saat ini sehingga target dana pensiun dapat tercapai dengan lebih optimal.

 

Penulis: Eastara Vigaska Dymiard