Tips Simpel Memilih Ukuran Baju yang Pas Tanpa Fitting

Revania ImmanuelaDiterbitkan 11 Agustus 2026, 11:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, belanja baju tanpa bisa mencoba langsung memang sedikit tricky. Ukuran yang biasanya terasa pas di satu brand belum tentu memiliki ukuran yang sama di brand lainnya. Karena itu, jangan hanya mengandalkan kebiasaan membeli size S, M, atau L. Ada cara yang lebih aman untuk memilih ukuran baju sebelum memasukkan ke keranjang.

Dilansir dari Good Housekeeping, mengetahui ukuran tubuh secara akurat dapat membantu memilih ukuran baju yang lebih sesuai saat berbelanja online. Pengukuran bisa dilakukan di rumah menggunakan measuring tape atau meteran kain. Jika tidak punya, kamu juga bisa menggunakan tali yang tidak elastis, kemudian mengukurnya dengan penggaris. 

Sebelum mengukur, gunakan pakaian yang ringan dan tidak terlalu tebal agar hasilnya lebih akurat. Pastikan meteran berada dalam posisi sejajar dan tidak ditarik terlalu kencang. Kamu bisa mulai dengan mengukur bagian tubuh yang biasanya tercantum pada size chart, seperti lingkar dada, pinggang, dan pinggul.

Setelah mengetahui ukuran tubuh, simpan catatannya di ponsel agar mudah digunakan kembali saat berbelanja. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengukur ulang setiap kali ingin membeli baju.

Jadi, sebelum menentukan size berdasarkan angka atau huruf yang terlihat familiar, kenali dulu ukuran tubuh sendiri. Langkah kecil ini bisa membuat pengalaman belanja online menjadi jauh lebih mudah.

2 dari 3 halaman

Jangan Lewatkan Size Chart dari Brand

Setiap brand dapat memiliki standar ukuran yang berbeda, sehingga penting untuk selalu mencocokkan ukuran tubuh dengan panduan ukuran yang tersedia. (Foto/Dok: Magnific)

Sahabat Fimela, setelah mengetahui ukuran tubuh, jangan langsung memilih size hanya berdasarkan ukuran yang biasa digunakan. Misalnya, kamu biasanya menggunakan M, tetapi bukan berarti semua pakaian berlabel M akan memiliki ukuran yang sama. Perbedaan potongan dan standar setiap brand dapat membuat ukuran pakaian terasa berbeda.

Karena itu, biasakan membuka bagian size chart sebelum membeli. Perhatikan ukuran yang dicantumkan dan bandingkan dengan ukuran tubuhmu. Jika sebuah brand memberikan ukuran dalam sentimeter, gunakan hasil pengukuran tubuh yang sama agar perbandingannya lebih mudah.

Selain ukuran, perhatikan juga fit atau potongan pakaian. Baju dengan model oversized tentu akan terasa berbeda dari pakaian dengan potongan slim fit, meskipun keduanya memiliki label ukuran yang sama.

Kalau tersedia, baca deskripsi produk dengan teliti. Beberapa toko online biasanya memberikan informasi tambahan seperti tinggi model, ukuran yang dikenakan, hingga detail bahan. Informasi tersebut bisa membantu memberikan gambaran mengenai bagaimana pakaian akan terlihat ketika dipakai.

Kamu juga bisa melihat ulasan pembeli. Perhatikan komentar mengenai apakah pakaian cenderung true to size, lebih kecil, atau justru lebih longgar dari ukuran biasanya. Ulasan yang disertai foto bahkan bisa memberikan gambaran tambahan mengenai bentuk dan fit pakaian pada tubuh.

Jadi, jangan terpaku pada label S, M, L, atau ukuran angka. Ukuran tubuh dan panduan dari brand sebaiknya menjadi acuan utama. Dengan membiasakan diri membaca size chart, kemungkinan salah pilih ukuran bisa lebih kecil.

3 dari 3 halaman

Perhatikan Bahan dan Model Sebelum Checkout

Selain ukuran tubuh dan size chart, bahan serta model pakaian juga perlu diperhatikan agar pilihan baju terasa nyaman saat dikenakan. (Foto/Dok: Pexels)

Sahabat Fimela, menemukan ukuran yang tepat bukan hanya soal angka di size chart. Material dan model pakaian juga bisa memengaruhi bagaimana sebuah baju terasa ketika dikenakan. Karena itu, sebelum checkout, luangkan sedikit waktu untuk membaca detail produknya.

Perhatikan apakah bahannya memiliki stretch atau tidak. Material yang elastis biasanya memberikan ruang gerak lebih banyak sehingga terasa berbeda dibandingkan bahan yang kaku. Informasi mengenai bahan juga bisa membantu menentukan apakah kamu ingin memilih ukuran yang lebih pas di badan atau memberikan sedikit ruang untuk kenyamanan.

Selanjutnya, lihat potongan pakaian. Jika ingin tampilan yang lebih fitted, kamu bisa memilih ukuran yang mengikuti ukuran tubuh. Namun, jika lebih menyukai gaya santai atau oversized, pertimbangkan model pakaian terlebih dahulu sebelum sengaja memilih size yang lebih besar.

Satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah kebijakan retur. Jika tersedia, pilih toko yang memberikan opsi penukaran atau pengembalian barang ketika ukuran ternyata tidak sesuai. Hal ini bisa menjadi langkah antisipasi ketika membeli pakaian tanpa fitting langsung. 

Jadi, sebelum klik checkout, jangan lupa cek kembali ukurannya. Sedikit waktu untuk memastikan bisa membantu kamu mendapatkan baju yang lebih nyaman dan sesuai.

Penulis: Revania Immanuela