Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernah merasa terlalu lelah untuk memasak setelah seharian beraktivitas? Alih-alih menyiapkan hidangan lengkap, kita bisa memilih makanan sederhana yang tersedia di kulkas, seperti roti, keju, buah, telur rebus, atau crackers. Kebiasaan ini dikenal sebagai girl dinner, tren makan malam praktis yang menyajikan berbagai makanan kecil dalam satu piring tanpa perlu banyak persiapan.
Dilansir dari Cleveland Clinic, girl dinner pada dasarnya merupakan cara makan yang low maintenance dan bisa menjadi pilihan praktis ketika seseorang tidak punya banyak energi untuk menyiapkan makan malam. Namun, isi piring tetap perlu diperhatikan agar kebutuhan nutrisi tubuh tidak terabaikan.
Hal inilah yang membuat girl dinner terasa menarik. Di tengah rutinitas yang padat, makan malam tidak harus selalu terlihat seperti hidangan restoran atau membutuhkan waktu lama untuk disiapkan. Bahkan, menggabungkan beberapa makanan sederhana yang ada di rumah juga bisa terasa lebih santai.
Namun, sederhana bukan berarti asal makan. Justru karena konsepnya sangat fleksibel, isi girl dinner bisa berbeda-beda. Ada yang cukup dengan buah dan keju, ada pula yang menambahkan telur, sayuran, roti, kacang-kacangan, hingga makanan sisa dari hari sebelumnya.
Tren ini bukan tentang seberapa sedikit makanan yang bisa disantap, melainkan tentang membuat makan malam terasa lebih mudah dan menyenangkan.
Praktis, tapi Jangan Sampai Minim Nutrisi
Daya tarik utama girl dinner memang ada pada kepraktisannya. Setelah menjalani hari yang panjang, tidak semua orang punya tenaga untuk memasak. Menyiapkan beberapa makanan dari kulkas atau pantry bisa menjadi solusi sederhana agar tetap makan tanpa harus menghabiskan banyak waktu di dapur.
Masalahnya, konsep girl dinner bisa menjadi kurang seimbang jika pilihan makanannya terlalu terbatas. Misalnya, hanya mengonsumsi keripik, popcorn, biskuit, atau makanan ringan lainnya sebagai makan malam. Makanan tersebut memang bisa mengganjal perut, tetapi belum tentu memberikan nutrisi yang cukup untuk tubuh.
Karena itu, girl dinner sebaiknya tetap terdiri dari beberapa jenis makanan. Protein bisa diperoleh dari telur, ikan, ayam, tahu, tempe, keju, atau kacang-kacangan. Kemudian, tambahkan sumber karbohidrat seperti roti, kentang, nasi, crackers, atau biji-bijian.
Jangan lupa memasukkan buah dan sayuran untuk membantu memenuhi kebutuhan serat serta berbagai vitamin dan mineral. Lemak sehat juga bisa ditambahkan melalui alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, atau minyak zaitun.
Dengan begitu, piring makan malam tetap terasa santai tanpa mengorbankan kebutuhan nutrisi. Bahkan, tidak harus memasak semuanya dari awal. Telur rebus yang sudah tersedia di kulkas, potongan buah, roti gandum, keju, dan sayuran mentah bisa langsung disusun menjadi satu piring.
Yang penting, jangan menjadikan tampilan minimalis sebagai patokan bahwa makan malam harus sedikit. Kebutuhan makan setiap orang berbeda. Jika masih lapar setelah makan, tidak ada salahnya menambah makanan.
Girl dinner juga tidak harus selalu cantik dan aesthetic seperti yang terlihat di media sosial. Intinya adalah makan dengan cukup, menikmati makanan yang tersedia, dan tidak membuat waktu makan terasa seperti pekerjaan tambahan.
Boleh Simpel, Asal Tetap Seimbang
Pada akhirnya, tidak ada yang salah dengan menikmati girl dinner sesekali. Justru, konsep ini bisa menjadi pengingat bahwa makan malam tidak selalu membutuhkan persiapan rumit. Ada kalanya kita hanya ingin makan sesuatu yang sederhana setelah hari yang melelahkan.
Namun, perlu diingat bahwa apa yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan kebutuhan setiap orang. Piring kecil berisi beberapa makanan mungkin terlihat menarik dalam video, tetapi jumlah dan jenis makanan yang dibutuhkan tubuh setiap orang bisa berbeda.
Girl dinner juga sebaiknya tidak dimaknai sebagai alasan untuk mengurangi porsi makan secara berlebihan. Ketika tren makanan mulai membuat seseorang merasa harus makan sesedikit mungkin agar terlihat ideal, konsep sederhananya justru bisa bergeser menjadi kebiasaan yang kurang sehat.
Karena itu, daripada terpaku pada aturan girl dinner yang ada di media sosial, lebih baik gunakan konsepnya sebagai inspirasi untuk membuat makan malam yang praktis. Coba lihat isi kulkas dan pilih beberapa makanan yang bisa saling melengkapi.
Misalnya, satu piring bisa berisi telur rebus, roti, potongan alpukat, tomat, mentimun, dan buah. Tidak perlu dimasak berjam-jam, tetapi tetap ada protein, karbohidrat, lemak, serat, serta vitamin dan mineral. Pilihan lainnya bisa berupa nasi sisa dengan telur dan sayuran, atau kentang dengan tuna dan buah.
Jadi, apakah girl dinner praktis atau bermasalah? Jawabannya tergantung pada bagaimana kita menerapkannya. Jika hanya sesekali dan tetap memperhatikan keberagaman makanan, konsep ini bisa menjadi cara makan malam yang praktis dan menyenangkan.