Kembali Bekerja Sambil Menyusui, Ini Tantangan yang Dihadapi Working Mom dan Cara Menjalaninya

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 24 Agustus 2026, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Kembali bekerja setelah melahirkan menjadi fase penuh penyesuaian bagi banyak ibu. Selain kembali menjalani rutinitas profesional, ibu juga perlu memastikan kebutuhan bayi tetap terpenuhi, termasuk mempertahankan proses menyusui dan pumping di tengah kesibukan.

Tantangannya bukan hanya soal membagi waktu. Sebuah systematic review yang menganalisis 14 penelitian dengan total lebih dari 42 ribu perempuan menemukan bahwa angka ibu yang tetap menyusui setelah kembali bekerja sangat beragam di berbagai negara. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa kembali bekerja menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keberlanjutan menyusui.

Studi lain menemukan bahwa beban kerja tinggi, masa cuti yang lebih singkat, serta minimnya kebijakan pendukung di tempat kerja dapat menjadi hambatan bagi ibu untuk melanjutkan menyusui. Sebaliknya, dukungan pasangan, keluarga, rekan kerja, dan atasan dapat membantu ibu melewati masa transisi tersebut.

 

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Pumping di Tengah Kesibukan Menjadi Tantangan Tersendiri

Ilustrasi Makanan Sehat Ibu Menyusui / Freepik by garetsvisual

Bagi ibu yang kembali bekerja, pumping menjadi bagian penting dari rutinitas baru. Namun, menemukan waktu untuk memerah ASI di antara meeting, pekerjaan, hingga perjalanan tidak selalu mudah.

Karena itu, persiapan sebelum kembali bekerja dapat membantu. CDC menyarankan ibu berlatih menggunakan pompa beberapa minggu sebelumnya dan mendiskusikan dengan perusahaan mengenai tempat, waktu, serta fasilitas yang dibutuhkan untuk pumping. Ketika berjauhan dengan bayi, ibu juga dapat mempertimbangkan memerah ASI sesering bayi biasanya minum untuk membantu mempertahankan produksi.

Dukungan dari tempat kerja pun terbukti penting. Tinjauan sistematis terhadap berbagai intervensi di tempat kerja menemukan bahwa ruang laktasi, waktu khusus untuk memerah ASI, kebijakan perusahaan, serta dukungan rekan kerja dapat membantu keberlangsungan menyusui.

 

3 dari 4 halaman

Jangan Lupakan Nutrisi dan Waktu Istirahat

Ilustrasi Ibu Menyusui/Credit: pexels.com/Mart  

Di tengah jadwal yang padat, kebutuhan dasar ibu juga perlu diperhatikan. Melewatkan waktu makan, kurang minum, hingga minimnya waktu istirahat dapat membuat rutinitas sebagai working mom terasa semakin berat.

Karena itu, ibu tetap perlu berusaha mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan, dan mendapatkan waktu istirahat sebisa mungkin. Jika dibutuhkan, produk pendamping nutrisi juga dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Namun, penting dipahami bahwa ASI booster bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan produksi ASI. Frekuensi menyusui atau pumping, kondisi kesehatan ibu, serta efektivitas pengeluaran ASI juga berperan penting.

Bukti ilmiah mengenai bahan yang dikategorikan sebagai galaktagog atau ASI booster juga masih beragam. Karena itu, ibu yang mengalami masalah produksi ASI sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi sebelum mengandalkan produk tertentu.

 

4 dari 4 halaman

Pentingnya Pendamping Nutrisi

Meski kembali bekerja, para ibu masih bisa menyusui dengan maksimal (Nutrimom)

Bagi working mom yang membutuhkan pendamping nutrisi praktis, ProtaBumin Nutrimom hadir dengan formulasi yang terdiri dari daun katuk, bayam, almond, kelor, dan ekstrak ikan gabus.

Produk ini dapat menjadi salah satu pilihan pendamping nutrisi dalam rutinitas ibu menyusui yang memiliki aktivitas padat. Meski demikian, konsumsinya tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari pola hidup sehat, bukan pengganti makanan bergizi maupun konsultasi profesional ketika ibu mengalami kendala menyusui.

Menjadi ibu bekerja tidak berarti harus memilih antara karier dan menyusui. Dengan persiapan yang realistis, jadwal pumping yang sesuai, asupan nutrisi yang diperhatikan, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan kerja, keduanya dapat dijalankan secara bersamaan.