Ternyata Hobi di Tengah Rutinitas Padat Berikan Dampak Positif untuk Mental dan Fisik

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 10 September 2026, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, di tengah ritme hidup modern yang serba cepat, hobi di tengah rutinitas kerap dianggap sebagai kemewahan yang bisa ditunda. Padahal, temuan ilmiah justru menempatkan aktivitas ini sebagai komponen penting bagi kesehatan mental, fisik, dan kesejahteraan secara menyeluruh. Meluangkan waktu untuk kegiatan yang menyenangkan di luar pekerjaan bukan pemborosan, melainkan bentuk investasi untuk diri sendiri.

Beragam riset memperlihatkan bahwa keterlibatan dalam hobi membawa dampak luas: meredakan tekanan psikologis, mendukung fungsi otak, hingga memperkuat jembatan sosial. Para ahli menegaskan, ruang rekreatif seperti ini membantu menyeimbangkan tuntutan harian, memberi kesempatan untuk mengisi ulang energi, serta menemukan makna di luar peran profesional.

Konsensus ilmiah pun menguat: mengabaikan waktu luang meningkatkan risiko masalah kesehatan mental, sementara mereka yang memanfaatkannya menuai manfaat jangka panjang. Kesimpulan ini selaras dengan temuan dari beragam studi yang dilakukan oleh institusi kesehatan terkemuka.

2 dari 5 halaman

Redam Stres, Jaga Kesehatan Mental

ilustrasi menikmati waktu dengan melakukan hobi/copyright freepik.com/freepik

Hobi terbukti efektif meredam stres sekaligus mengangkat kesejahteraan mental. Laporan UCLA Health pada 2025 mengenai studi dengan lebih dari 90.000 peserta di 16 negara menemukan bahwa individu berusia 65 tahun ke atas yang memiliki hobi melaporkan tingkat kesehatan, kebahagiaan, dan kepuasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki hobi.

Keterlibatan dalam aktivitas waktu luang juga menurunkan stres secara signifikan. Dalam satu penelitian, kadar kortisol yang menjadi penanda hormonal stres menurun sekitar 75% setelah peserta membuat karya seni. Selain itu, hobi memicu pelepasan endorfin, kimia "perasaan senang" alami tubuh, yang dapat mengangkat suasana hati dan menurunkan tingkat kecemasan.

Temuan lain dari analisis empat studi yang melibatkan lebih dari 1.300 peserta di empat negara menunjukkan hal sebaliknya: orang yang menganggap waktu luang sebagai pemborosan waktu cenderung memiliki tingkat depresi, kecemasan, dan stres yang lebih tinggi.

3 dari 5 halaman

Dukungan Kognitif dan Jembatan Sosial dari Hobi

ilustrasi menjalani hobi (magnific.com/Lifestylememory)

Di luar manfaat emosional, hobi juga berkontribusi pada peningkatan fungsi kognitif. Aktivitas yang merangsang mental atau melibatkan gerak fisik mendukung kesehatan kognitif, berdampak positif pada memori, dan menurunkan risiko demensia. Studi di Jepang yang menganalisis kegiatan waktu luang 50.000 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas mendapati bahwa risiko demensia menurun seiring bertambahnya jumlah hobi yang dimiliki.

Kegiatan kreatif seperti melukis, menulis, merajut, atau bermain musik mengaktifkan beberapa area otak secara bersamaan, termasuk memori, pemecahan masalah, koordinasi mata–tangan, dan kreativitas. Sinergi ini membantu pembentukan jalur saraf baru serta menjaga pikiran tetap tajam, sehingga membantu melindungi dari penurunan mental.

Di sisi lain, banyak hobi membuka peluang interaksi sosial yang penting untuk mengurangi kesepian dan isolasi. Berpartisipasi dalam kelompok hobi menjaga keterhubungan sosial. Bila hobi dilakukan dalam kelompok atau tim, manfaat sosialisasi yang muncul turut mengurangi kemungkinan seseorang merasa cemas atau stres.

4 dari 5 halaman

Keseimbangan Kerja–Hidup dan Dampak Fisik Positif

Hobi berperan dalam menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dengan menjadi pengalihan yang sehat dari tuntutan harian, hobi menghadirkan kelegaan mental dan emosional. Penelitian oleh para peneliti di University of East Anglia dan Erasmus University Rotterdam menunjukkan bahwa hobi, terutama ketika dijalani dengan niat dan struktur, dapat meningkatkan kreativitas, keterlibatan, dan rasa makna di tempat kerja, dengan efek yang sangat kuat pada karyawan yang lebih tua.

Sejumlah hobi juga berdampak langsung pada kebugaran fisik karena melibatkan aktivitas tubuh. Menari, mendaki, berenang, dan bersepeda berkontribusi pada peningkatan kebugaran kardiovaskular, kekuatan, dan fleksibilitas.

Bahkan hobi berdampak rendah seperti berkebun atau berjalan kaki dapat meningkatkan mobilitas dan mengurangi risiko penyakit kronis.

5 dari 5 halaman

Hobi di Tengah Rutinitas sebagai Pilar Perawatan Diri

Dalam dunia yang serba sibuk, praktik perawatan diri kerap terabaikan. Hobi berfungsi sebagai pilar penting perawatan diri, menyediakan waktu untuk fokus pada diri sendiri tanpa rasa bersalah. Aktivitas ini memberi ruang untuk mengisi ulang energi, merenung, dan memprioritaskan kebahagiaan pribadi.

Mendedikasikan waktu untuk hobi membantu menumbuhkan rasa keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.

Keseimbangan tersebut esensial untuk menjaga produktivitas dan mencegah kelelahan ekstrem atau burnout.