Fimela.com, Jakarta - Musim kemarau panjang yang tengah berlangsung membawa kekhawatiran baru terkait potensi lonjakan kasus Influenza A. Di kawasan Asia Pasifik, sejumlah negara tetangga Indonesia seperti Singapura dan Vietnam turut melaporkan peningkatan aktivitas influenza dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan Singapura disebut mengalami lonjakan cukup signifikan. Kondisi ini turut menjadi perhatian mengingat tingginya mobilitas masyarakat lintas negara, khususnya para pekerja yang kerap melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.
Dilansir dari Global Respiratory Virus Activity WHO, edisi minggu ke-36 2026 secara global deteksi virus influenza tipe A tercatat mendominasi dibandingkan tipe lainnya, dengan positivity rate berkisar 10 persen di berbagai kawasan, termasuk area tropis seperti Indonesia.
Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan proporsi kasus influenza positif dalam beberapa pekan terakhir, meski secara nasional aktivitasnya masih dikategorikan dalam level rendah dan belum menunjukkan tanda-tanda wabah.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun turut angkat bicara, meminta masyarakat tetap waspada, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit tertentu yang berpotensi mengalami gejala berat, bahkan komplikasi serius akibat infeksi Influenza A.
Kenali Gejala Influenza A dan Bedanya dengan Flu Biasa
Banyak orang masih menganggap flu dan pilek biasa sebagai hal yang sama, padahal keduanya berbeda. Influenza berbeda dengan selesma atau common cold biasa. Begitu virus masuk ke tubuh, ia akan memperbanyak diri di dalam sel hingga menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, yang kemudian memicu gejala sistemik seperti demam tinggi, nyeri di seluruh tubuh, sakit kepala, hingga batuk kering yang terasa gatal dan seret di tenggorokan.
Gejala influenza umumnya muncul lebih cepat dan lebih berat dibandingkan selesma biasa, dengan puncak keparahan yang biasanya terjadi pada hari ke-4 hingga ke-5 sejak infeksi. Meski gejala mulai membaik setelahnya, rasa tidak nyaman dan lemas dapat berlangsung hingga dua minggu ke depan, sehingga pemulihan pun butuh waktu lebih lama dibandingkan pilek biasa.
Kelompok anak-anak, terutama balita di bawah dua tahun, disebut memiliki risiko dua kali lipat mengalami flu bergejala dibandingkan orang dewasa, karena sistem imun mereka belum banyak terpapar berbagai jenis virus influenza sebelumnya.
Anak dengan komorbid, seperti gangguan neurologi atau yang membutuhkan perawatan jangka panjang, juga berisiko mengalami gejala yang jauh lebih berat dan berkepanjangan dibandingkan anak-anak sehat pada umumnya, sehingga memerlukan pemantauan medis yang lebih ketat.
Pencegahan Influenza A, Vaksinasi Jadi Kunci Utama
Di tengah kekhawatiran meningkatnya kasus Influenza A, para ahli mengingatkan pentingnya langkah pencegahan yang tepat sejak dini. Vaksinasi influenza menjadi salah satu upaya perlindungan paling efektif, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, hingga tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien setiap harinya. Vaksinasi disebut dapat membantu mengurangi risiko gejala berat sekaligus menekan potensi komplikasi lebih lanjut.
Selain vaksinasi, menjaga pola hidup sehat turut berperan penting dalam memperkuat daya tahan tubuh terhadap infeksi virus ini, mulai dari istirahat yang cukup, asupan gizi seimbang, hingga menjaga kebersihan tangan secara rutin. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap gejala awal, seperti demam mendadak yang disertai nyeri tubuh, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila gejala tersebut memberat atau tak kunjung membaik.
Kewaspadaan ini penting mengingat Influenza A dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, mulai dari perburukan asma hingga gangguan kardiovaskular yang berisiko fatal.
Melalui edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan tidak panik namun tetap disiplin menjalankan langkah pencegahan, demi melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan lainnya di sekitar kita.