Rosemary atau Minyak Kemiri, Mana yang Lebih Baik untuk Rambut Rontok?

Eastara VigaskaDiterbitkan 21 September 2026, 14:19 WIB

Fimela.com, Jakarta - Rosemary dan minyak kemiri sama-sama sering digunakan sebagai bahan perawatan rambut, terutama untuk membantu menjaga kondisi kulit kepala dan mengatasi rambut rontok. Namun, keduanya memiliki latar belakang penelitian yang berbeda. Rosemary lebih banyak mendapat perhatian dalam penelitian mengenai pertumbuhan rambut, sementara minyak kemiri masih banyak digunakan berdasarkan pengalaman dan pemanfaatan tradisional.

Dilansir dari Skinmed, sebuah penelitian pada 100 orang dengan androgenetic alopecia atau kebotakan berpola membandingkan penggunaan minyak rosemary dengan minoxidil 2 persen selama enam bulan. Hasilnya menunjukkan peningkatan jumlah rambut pada kedua kelompok setelah enam bulan, meskipun penelitian tersebut masih memiliki keterbatasan dan dilakukan pada jenis kerontokan tertentu.

Sementara itu, penelitian mengenai minyak kemiri untuk rambut masih lebih terbatas. Salah satu penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Public Health in Africa menguji minyak kemiri dalam sistem pembawa tertentu pada tikus dan melihat aktivitas yang berkaitan dengan pertumbuhan rambut.

Hasil tersebut belum dapat langsung disamakan dengan efek penggunaan minyak kemiri pada manusia atau dijadikan bukti bahwa minyak kemiri dapat mengatasi rambut rontok. Dengan demikian, rosemary dan minyak kemiri sama-sama menarik untuk dibahas, tetapi bukti ilmiah yang tersedia untuk keduanya belum berada pada tahap yang sama.

2 dari 3 halaman

Rosemary untuk Rambut Rontok, Ini Hasil Penelitiannya

Minyak kemiri juga diteliti, tetapi bukti yang tersedia masih lebih terbatas dan sebagian berasal dari penelitian pada hewan. (Foto/Dok: Pexels)

Rosemary memiliki bukti penelitian yang relatif lebih jelas dalam kaitannya dengan pertumbuhan rambut. Dilansir dari Skinmed, penelitian yang melibatkan 100 peserta dengan androgenetic alopecia membandingkan penggunaan minyak rosemary dengan minoxidil 2 persen selama enam bulan.

Setelah enam bulan, kedua kelompok menunjukkan peningkatan jumlah rambut. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dalam jumlah rambut yang bertambah. Meski hasilnya cukup menarik, penelitian ini dilakukan pada jenis kerontokan tertentu sehingga hasilnya tidak dapat langsung diterapkan pada semua kondisi rambut rontok.

Sementara itu, bukti mengenai minyak kemiri masih lebih terbatas. Dilansir dari Journal of Public Health in Africa, penelitian mengenai minyak kemiri dilakukan menggunakan hewan percobaan untuk melihat potensinya terhadap pertumbuhan rambut. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas yang berkaitan dengan pertumbuhan rambut, tetapi temuan pada hewan belum dapat dianggap sama dengan hasil pada manusia.

Karena itu, minyak kemiri masih membutuhkan penelitian klinis lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas dan keamanannya sebagai perawatan rambut. Perbedaan jenis penelitian ini penting diperhatikan sebelum memilih salah satu bahan untuk digunakan secara rutin.

3 dari 3 halaman

Cara Menggunakan Rosemary dan Minyak Kemiri untuk Rambut

Meski sama-sama berasal dari bahan alami, penggunaannya tetap perlu diperhatikan untuk menghindari iritasi pada kulit kepala. (Foto/Dok:)

Rosemary dan minyak kemiri dapat digunakan sebagai bagian dari perawatan rambut, tetapi cara pemakaiannya perlu disesuaikan dengan bentuk bahan yang digunakan. Minyak rosemary umumnya berupa minyak esensial yang memiliki konsentrasi tinggi sehingga perlu diencerkan terlebih dahulu menggunakan carrier oil sebelum diaplikasikan ke kulit kepala.

Sementara itu, minyak kemiri dapat ditemukan dalam bentuk minyak siap pakai yang digunakan dengan cara mengoleskannya secara merata pada kulit kepala dan rambut. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan keduanya:

  1. Lakukan uji tempel terlebih dahulu untuk melihat apakah kulit mengalami kemerahan, gatal, atau iritasi.
  2. Gunakan secukupnya dan hindari mengoleskan minyak terlalu banyak karena dapat membuat kulit kepala terasa berminyak atau tidak nyaman.
  3. Jangan mengenai area mata, terutama saat menggunakan minyak rosemary yang telah diencerkan.
  4. Perhatikan respons kulit kepala. Hentikan penggunaan jika muncul iritasi atau reaksi yang mengganggu.

Dilansir dari National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), minyak esensial yang digunakan pada kulit dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada sebagian orang. Sementara itu, bukti mengenai manfaat minyak kemiri untuk rambut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Karena itu, keduanya sebaiknya dipandang sebagai pilihan perawatan tambahan, bukan pengganti penanganan medis untuk kerontokan rambut yang menetap atau semakin parah.