Adu Kreasi Desainer Muda Beri Warna Baru di Fashion Nation 2026

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 25 September 2026, 16:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Fashion Nation 2026 di Senayan City, Jakarta, menjadi panggung bagi generasi baru untuk menunjukkan bagaimana fashion dapat diterjemahkan melalui perspektif yang lebih segar. Dalam perayaan 13 tahun Sparks Fashion Academy (SFA), belasan desainer muda hadir dengan gagasan yang beragam, mulai dari eksplorasi masa lalu, kekayaan budaya Nusantara, hingga pendekatan avant-garde yang lebih eksperimental.

Mengusung tema “The Future Nostalgic”, SFA mempertemukan dua dunia yang sekilas bertolak belakang: nostalgia terhadap masa lalu dan imajinasi mengenai fashion masa depan. Namun di tangan para desainer muda, keduanya justru menjadi ruang untuk bereksperimen dan menciptakan interpretasi baru.

Salah satu bagian yang paling menunjukkan keberagaman gagasan tersebut hadir melalui sequence The New Wave. Sembilan desainer muda SFA—Asta, Marsha, Ayesha, Gina, Cherry, Ratih, Meike, Yeane, dan Ersi—menampilkan karya yang mengeksplorasi hubungan antara past dan future.

 

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

The New Wave, Adu Kreativitas Generasi Baru

Intip deretan kreasi desainer muda di Fashion Nation 2026 (dok. SFA)

Alih-alih menghadirkan kembali elemen masa lalu secara literal, mereka mengolah romantisme dan referensi historis melalui perspektif generasi baru. Eksplorasi terlihat dari permainan siluet, tekstur, detail, hingga pendekatan desain yang lebih eksperimental.

Hasilnya adalah koleksi dengan karakter yang beragam, tetapi memiliki satu benang merah: keberanian untuk melihat kembali masa lalu dan menerjemahkannya ke dalam bahasa fashion yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Panggung ini sekaligus memperlihatkan bahwa generasi baru desainer memiliki cara masing-masing dalam membangun identitas. Inspirasi yang sama-sama berasal dari masa lalu dapat menghasilkan interpretasi yang berbeda ketika bertemu dengan pengalaman, selera, dan perspektif personal seorang desainer.

Eksplorasi semakin beragam ketika panggung berlanjut ke sequence Emerging Brands. Tiga desainer SFA, yaitu Malsa Sarah, Destyani Samadi, dan Christa Flora Lay, membawa karya dengan karakter desain yang lebih spesifik.

 

3 dari 4 halaman

Dari Warisan Dayak hingga Anggrek Hitam Kalimantan

Intip deretan kreasi desainer muda di Fashion Nation 2026 (dok. SFA)

Malsa Sarah hadir melalui koleksi “Arunika”, yang terinspirasi dari budaya dan warisan masyarakat Dayak di Kalimantan. Inspirasi tersebut diterjemahkan melalui siluet, tekstur, dan detail busana yang merefleksikan nilai kebersamaan serta hubungan antargenerasi.

Berbeda dengan Malsa, Destyani Samadi mengambil inspirasi dari kekayaan flora Kalimantan melalui koleksi “Black Orchid of Borneo”. Anggrek hitam khas Kalimantan menjadi titik awal eksplorasi yang kemudian diterjemahkan ke dalam siluet dan karakter busana dengan pendekatan yang lebih modern.

Sementara itu, Christa Flora Lay menghadirkan energi yang lebih dramatis lewat “Saint and Sinners”. Koleksi tersebut menampilkan gaun-gaun avant-garde dengan dominasi warna merah dan putih sebagai refleksi dua sisi perubahan manusia. Perbedaan pendekatan ketiganya membuat sequence ini terasa seperti pertemuan berbagai bahasa desain dalam satu panggung.

 

 

4 dari 4 halaman

Ketika Desainer Muda Mulai Menemukan Identitas

Lebih dari sekadar fashion show, kehadiran para desainer muda SFA di Fashion Nation 2026 memperlihatkan proses panjang di balik lahirnya sebuah karya. Dari eksplorasi ide, pencarian inspirasi, hingga penerjemahannya menjadi koleksi, setiap desainer mendapatkan kesempatan untuk menguji gagasan mereka dalam konteks panggung fashion profesional.

Founder & CEO Sparks Fashion Academy, Floery D. Mustika, juga menekankan bahwa fashion tidak berhenti pada proses menciptakan busana. Kreativitas perlu berkembang menjadi identitas, brand, hingga potensi bisnis. Hal ini membuat The Future Nostalgic terasa lebih dari sekadar tema pertunjukan. Ia menjadi gambaran tentang bagaimana generasi baru fashion designer mulai membangun suara mereka sendiri.

Menariknya, kolaborasi SFA dalam Fashion Nation 2026 juga memperlihatkan bagaimana proses pengembangan talenta dapat berjalan berdampingan dengan upaya membawa material dan budaya lokal ke dalam konteks fashion masa kini. Dalam rangkaian acara yang sama, lima UMKM binaan Yayasan Astra–YDBA turut menghadirkan tenun Manggarai Barat dalam desain siap pakai yang lebih modern.