Fimela.com, Jakarta - Selama bertahun-tahun, istilah anti-aging menjadi kata kunci dalam dunia skincare. Namun, seiring berkembangnya ilmu tentang longevity skincare, cara memandang proses penuaan kulit mulai mengalami perubahan. Penuaan kini tidak lagi semata-mata dianggap sebagai sesuatu yang harus dilawan, melainkan sebuah proses biologis yang dapat dipahami, didukung, dan dirawat secara lebih presisi.
Konsep inilah yang menjadi dasar perkembangan longevity skincare, pendekatan yang melihat kesehatan kulit bukan hanya dari tanda-tanda yang terlihat di permukaan, tetapi juga dari proses biologis yang berlangsung di dalamnya. Sebab, meski usia kronologis seseorang terus bertambah, usia biologis tubuh dan kulit dapat menunjukkan kondisi yang berbeda.
Melihat perkembangan tersebut, Lancôme memperkenalkan Absolue Longevity MD, rangkaian skincare terbaru yang disebut sebagai meta-discovery skincare range pertama dari Lancôme dan dikembangkan berdasarkan Longevity Integrative Science™. Inovasi ini dirancang untuk membantu merespons perubahan usia biologis kulit pada berbagai tahap kehidupan melalui formula topikal dengan pendekatan yang lebih spesifik.
Memahami Usia Biologis Kulit, Bukan Hanya Usia Kronologis
Dalam pendekatan longevity, angka usia bukan satu-satunya indikator untuk memahami kondisi seseorang. Hal serupa juga berlaku pada kulit. Dua orang dengan usia kronologis yang sama belum tentu memiliki kondisi kulit yang identik karena faktor seperti lingkungan, gaya hidup, stres, serta proses biologis dapat memengaruhi bagaimana kulit mengalami perubahan.
Lancôme mengembangkan pendekatan ini melalui lebih dari 20 tahun penelitian yang dilakukan para peneliti L'Oréal Group serta pemanfaatan Longevity AI Cloud. Penelitian tersebut menghasilkan pemetaan terhadap 267 biomarker yang berkaitan dengan sembilan biological hallmarks of skin aging atau karakteristik biologis utama yang berhubungan dengan penuaan kulit.
Temuan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam Longevity Integrative Science™ melalui konsep Longevity Wheels. Kerangka ini mengelompokkan fungsi biologis kulit ke dalam tiga fungsi utama, yaitu Structural, Metabolic, dan Signaling.
Ketiga fungsi tersebut menjadi dasar untuk menentukan pendekatan perawatan yang berbeda sesuai dengan tahap perubahan biologis kulit. Dengan kata lain, longevity skincare tidak menggunakan satu formula untuk semua usia, tetapi mencoba memahami kebutuhan kulit berdasarkan fase kehidupannya.
Mitopure by Timeline, Menghadirkan Longevity Biotech ke Dalam Skincare
Salah satu teknologi utama dalam rangkaian Absolue Longevity MD adalah Mitopure™ by Timeline, bentuk Urolithin-A yang diklaim memiliki tingkat kemurnian 98,5 persen dan telah dimikronisasi.
Urolithin-A menjadi bagian penting dalam pendekatan longevity karena dikaitkan dengan proses mitochondrial recycling. Mitokondria sendiri dapat dianalogikan sebagai pusat energi sel. Dalam konteks kulit, kesehatan mitokondria berkaitan dengan energi, kemampuan pembaruan, serta ketahanan kulit.
Melalui Mitopure™, Lancôme membawa teknologi longevity biotechnology ke dalam produk skincare dalam skala global melalui kolaborasi dengan Timeline. Teknologi tersebut dikembangkan berdasarkan 15 tahun penelitian ilmiah dan menjadi salah satu komponen utama dalam rangkaian Absolue Longevity MD.
Tiga Tahap Perawatan untuk Tiga Fase Biologis Kulit
Salah satu hal yang membedakan pendekatan Absolue Longevity MD adalah pembagian rutinitas berdasarkan tiga tahap usia biologis kulit. Setiap tahap memiliki tujuan dan pendekatan formula yang berbeda sehingga pengguna tidak dianjurkan mencampurkan rangkaian antar-tahap.
1. Early Onset — ANTICIPATE, untuk Usia di Bawah 35 Tahun
Pada tahap pertama, fokus perawatan adalah mengantisipasi perubahan sebelum tanda-tanda penuaan terlihat semakin jelas.
Rangkaian Early Onset — ANTICIPATE ditujukan bagi kulit di bawah usia 35 tahun dengan tujuan mempertahankan potensi kulit yang tampak muda sekaligus membantu melindunginya dari berbagai stresor sehari-hari.
Formulanya menggunakan protective flavonoids, skin-recognizable sugars, dan amino-acid derivatives. Berdasarkan klaim pengujian yang diberikan Lancôme, tahap ini dikaitkan dengan peningkatan radiance sebesar 27 persen, penurunan oksidasi kulit yang masuk sebesar 50 persen berdasarkan pengujian ex-vivo, serta pengurangan tampilan fine lines sebesar 16 persen berdasarkan uji klinis.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa konsep longevity skincare tidak harus menunggu munculnya kerutan untuk mulai merawat kulit. Fokusnya justru berada pada upaya mempertahankan kondisi kulit sebelum perubahan terlihat semakin nyata.
2. Mid-Age — INTERCEPT, untuk Usia 35–55 Tahun
Memasuki usia 35 hingga 55 tahun, kebutuhan kulit mulai berubah. Pada fase ini, pendekatan INTERCEPT dirancang untuk membantu merespons tanda-tanda perubahan yang mulai terlihat, mendukung proses pembaruan alami kulit, serta membantu mengembalikan kepadatan kulit.
Formulanya menggabungkan amino-acid building blocks, NAD+ precursor, skin-recognizable sugars, dan derivatives. Dalam data yang diberikan Lancôme, rangkaian ini diklaim membantu mengurangi lower face sagging sebesar 30 persen berdasarkan uji klinis. Pengujian juga menunjukkan tambahan tiga juta sel yang mengalami proses renewal per hari berdasarkan Dansyl Chloride Test pada 38 perempuan.
Sementara itu, dalam uji konsumen, sembilan dari 10 responden menyatakan kulit tampak lebih terangkat dan kontur wajah terlihat lebih terdefinisi.
3. Mature Age — RESET, untuk Usia di Atas 55 Tahun
Pada tahap usia di atas 55 tahun, fokusnya bergeser menjadi RESET. Perawatan diarahkan untuk mendukung proses pemulihan kulit, menargetkan sel-sel senescent atau sel yang telah kehilangan fungsi optimalnya, sekaligus membantu membangun kembali struktur kulit.
Formula pada tahap ini memadukan signaling, biomimetic, dan skin-recognizable sugars, serta NAD+ precursor dan turunannya.
Hasil pengujian yang diberikan Lancôme menunjukkan peningkatan skin rebound sebesar 41 persen dan kulit yang 22 persen lebih firm dalam empat jam berdasarkan uji klinis. Sementara berdasarkan uji konsumen, seluruh responden menyatakan rangkaian ini membantu mengurangi tampilan fine lines. Data lainnya menunjukkan peningkatan kecepatan pembaruan sel permukaan sebesar 15 persen.
Kehadiran Absolue Longevity MD memperlihatkan bagaimana perkembangan ilmu longevity mulai memengaruhi cara industri kecantikan memandang penuaan kulit. Jika pendekatan anti-aging tradisional lebih banyak berfokus pada menyamarkan tanda-tanda yang sudah terlihat, konsep longevity menawarkan perspektif yang lebih proaktif: memahami proses biologis kulit dan memberikan dukungan berdasarkan perubahan yang terjadi sepanjang kehidupan.