Membongkar Kreativitas Perfumer Prancis Pauline Ginisty Bersama Chemarome dalam 'Inside the Brain of a Perfumer'

Wuri AnggariniDiterbitkan 24 Oktober 2026, 19:35 WIB

Fimela.com, Jakarta - Memahami parfum tidak berhenti pada memilih aroma yang terasa menyenangkan. Ada proses kreatif dan keahlian perfumer di balik setiap karakter wewangian yang menemani keseharian. Melalui 'Inside the Brain of a Perfumer' pada 9 September 2026 di The Summit Club, WTC Sudirman, Jakarta, Chemarome menghadirkan perfumer asal Prancis, Pauline Ginisty, untuk mengajak para pelaku industri dan pemilik brand mengenal lebih dekat proses penciptaan sebuah fragrance.

Pauline membagikan pengalaman mengenai bagaimana seorang perfumer membangun kemampuan olfactive sebelum menciptakan komposisi aroma. Kepekaan indra penciuman menjadi pondasi penting untuk mengenali karakter setiap bahan dan memahami bagaimana aroma dapat berkembang ketika dipadukan.

Dalam sesi tersebut, Pauline juga menjelaskan bahwa pengerjaan sebuah proyek fragrance dapat berlangsung sekitar tiga minggu hingga satu tahun, bergantung pada kompleksitasnya. Proses tersebut membutuhkan ketelitian sejak pemilihan bahan hingga formulasi akhir. Tidak semua bahan dapat dicampurkan secara bebas karena terdapat pertimbangan keamanan serta karakter kimiawi yang perlu diperhatikan.

“Kami akan tetap mencoba menemukan cara bagaimana menggabungkan bahan-bahan yang tidak bisa bersama, namun dengan kehati-hatian sehingga menghasilkan wangi yang berkarakter,” ujar Pauline.

Menurut Pauline, proses penciptaan fragrance juga berkaitan dengan kreativitas dalam mencari solusi ketika karakter bahan tertentu memiliki keterbatasan untuk dipadukan. Pendekatan tersebut memungkinkan perfumer menghasilkan aroma yang memiliki identitas sekaligus tetap memperhatikan aspek keamanan.

Pauline juga mengungkapkan patchouli atau nilam sebagai salah satu bahan favoritnya. Karakter patchouli yang hangat dan dalam membuat bahan tersebut fleksibel untuk dikembangkan ke berbagai gaya fragrance. Preferensi tersebut menunjukkan bahwa setiap perfumer dapat memiliki signature material yang menjadi bagian dari pendekatan kreatifnya.

Peserta juga diajak mengeksplorasi karakter aroma secara langsung melalui fragrance showcase. Tak hanya itu, showcase ini turut membahas perspektif pasar melalui tema 'Regions & Quality', yang menyoroti perbedaan preferensi antarwilayah serta pertimbangan kualitas ketika sebuah fragrance dikembangkan. Sementara itu, pembahasan 'Luxury & Popularity' memperlihatkan bagaimana karakter aroma dapat membentuk persepsi mengenai eksklusivitas maupun daya tarik yang lebih luas.

Perfumer asal Prancis, Pauline Ginisty, mencium aroma pada fragrance showcase dalam acara 'Inside the Brain of a Perfumer'.

Chemarome melihat kehadiran perfumer internasional sebagai kesempatan untuk mempertemukan pengalaman global dengan perkembangan industri fragrance Indonesia. Brand Experience Manager Chemarome, Dinda, berharap perspektif dari Prancis dapat menjadi inspirasi bagi brand lokal.

“Prancis memang terkenal dengan tradisi parfumnya yang kuat. Saya berharap setidaknya brand lokal dapat melihat pendekatan versi perfumer dari Prancis. Harapan paling utama, yaitu terinspirasi untuk berinovasi,” ujar Dinda.

Dinda juga menyampaikan tujuan kegiatan tersebut dalam memperluas pemahaman mengenai proses di balik perfumery.

“Kami ingin membawa proses di balik perfumery lebih dekat kepada industri di Indonesia. Bukan hanya tentang aroma yang disukai atau tidak disukai, tetapi tentang bagaimana sebuah fragrance dibangun melalui kreativitas, pemahaman terhadap market, dan expertise seorang perfumer,” ujar Dinda, Brand Experience Manager Chemarome.

Fragrance showcase yang menampilkan berbagai karakter aroma dalam acara 'Inside the Brain of a Perfumer'.

Sementara itu, Chemarome juga menargetkan kegiatan serupa dapat digelar sebagai agenda rutin tahunan dan kemungkinan menghadirkan perfumer Prancis lainnya.

“Kami ingin menyediakan pengetahuan secara menyeluruh mengenai fragrance sehingga memberikan dampak berkelanjutan seperti penghubung antara keahlian perfumer internasional dan perkembangan industri fragrance di Indonesia,” pungkas Dinda.

Bagi pencinta fragrance, pemahaman ini dapat menjadi perspektif baru ketika memilih parfum untuk menemukan aroma yang terasa paling sesuai dengan dirinya.