Power Dressing Tak Harus Terlihat Kaku, VAIA Rayakan Sisi Tegas dan Feminin Perempuan di JFW 2027

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 27 Oktober 2026, 13:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Perempuan modern tidak selalu harus memilih antara terlihat kuat atau feminin. Keduanya bisa hadir dalam satu tampilan, saling melengkapi tanpa harus menghilangkan karakter masing-masing.

Gagasan inilah yang dibawa VAIA melalui koleksi terbarunya, Femme Alignée, yang diperkenalkan di Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. Di bawah arahan Founder Fanie Balqis, koleksi ini menerjemahkan karakter perempuan melalui permainan siluet, struktur, dan proporsi yang memberikan kesan elegan sekaligus berkarakter.

Mengusung pesan “For the Woman Who Defines Herself”, Femme Alignée berbicara tentang kebebasan perempuan dalam menentukan bagaimana dirinya ingin dilihat. Tidak ada satu formula untuk menjadi feminin, begitu pula tidak ada satu definisi tentang perempuan yang kuat.

Justru, kekuatan dapat hadir dalam berbagai bentuk—termasuk melalui pilihan busana.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Saat Estetika Militer Bertemu Feminitas

Intip koleksi terbaru Vaia yang rayakan sisi ketegasan perempuan lewat busana (dok. VAIA)

Salah satu karakter paling kuat dalam Femme Alignée hadir melalui inspirasi estetika militer. Elemen tersebut diterjemahkan ke dalam jaket berstruktur, kerah tinggi, hingga tuxedo shirt yang menghadirkan garis-garis tegas pada siluet.

Namun, VAIA tidak membiarkan karakter maskulin dan formal tersebut tampil terlalu kaku. Struktur yang kuat dipertemukan dengan detail feminin untuk menciptakan keseimbangan visual.

Hasilnya adalah pendekatan power dressing yang terasa lebih modern. Potongan busana memberikan kesan tegas dan percaya diri, sementara elemen feminin menjaga tampilan tetap elegan dan memiliki kelembutan.

Kontras tersebut justru menjadi daya tarik utama koleksi. Alih-alih melihat ketegasan dan feminitas sebagai dua hal yang berlawanan, VAIA memperlakukannya sebagai elemen yang dapat berdampingan dalam satu tampilan.

Melalui Femme Alignée, VAIA juga menyampaikan perspektif bahwa gaya personal tidak seharusnya membuat perempuan terjebak dalam satu karakter.

Ada hari ketika seseorang ingin tampil lebih powerful dengan blazer berstruktur dan siluet yang tegas. Di kesempatan lain, sisi feminin mungkin terasa lebih dominan melalui detail yang lembut dan elegan. Bahkan, keduanya bisa dipadukan sekaligus.

Cara berpakaian kemudian menjadi medium untuk menentukan bagaimana seseorang ingin mengekspresikan dirinya, bukan sekadar mengikuti tren. Pesan tersebut terasa semakin relevan di tengah perkembangan gaya personal saat ini. Ketika tren datang dan berganti dengan cepat, kemampuan untuk mengenali apa yang terasa autentik justru menjadi bagian penting dari personal style.

 

3 dari 3 halaman

Dari Sepatu hingga Tampilan Head-to-Toe

Intip koleksi terbaru Vaia yang rayakan sisi ketegasan perempuan lewat busana (dok. VAIA)

Femme Alignée juga menjadi babak baru dalam perjalanan VAIA. Selama sembilan tahun, brand ini dikenal melalui koleksi alas kaki yang mengedepankan keindahan, kenyamanan, dan craftsmanship.

Kini, eksplorasi apparel membuka ruang baru bagi VAIA untuk melihat fashion secara lebih menyeluruh. Untuk pertama kalinya di JFW 2027, VAIA memperkenalkan pendekatan head-to-toe, setelah sebelumnya berpartisipasi dengan mendukung brand lain.

Langkah ini membuat apparel dan alas kaki tidak lagi berdiri sebagai elemen yang terpisah. Keduanya dirancang sebagai bagian dari satu narasi gaya yang saling melengkapi.

Sepatu bukan sekadar pelengkap dari pakaian, tetapi ikut membangun karakter keseluruhan look. Begitu pula busana dirancang untuk memberikan konteks bagi alas kaki yang menjadi bagian dari identitas VAIA.

Femme Alignée bukan hanya tentang jaket berstruktur, kerah tinggi, atau perpaduan elemen maskulin dan feminin. Di balik permainan desain tersebut terdapat gagasan yang lebih personal: perempuan memiliki hak untuk menentukan sendiri bagaimana ia ingin tampil.

Ketegasan tidak harus menghilangkan kelembutan. Feminitas juga tidak berarti harus tampil rapuh. Keduanya dapat hadir bersamaan dan membentuk karakter yang lebih kompleks.

Melalui Femme Alignée, VAIA seolah mengajak perempuan untuk tidak terlalu sibuk mencari definisi tentang bagaimana seharusnya mereka berpakaian. Sebaliknya, temukan karakter sendiri, lalu biarkan pakaian menjadi cara untuk mengungkapkannya.

Sebab pada akhirnya, gaya terbaik bukanlah tentang terlihat seperti orang lain, melainkan ketika pakaian terasa seperti versi diri sendiri yang paling autentik.