Sering Mengalami Kuku Patah? Waspadai Kebiasaan Kecil yang Tanpa Sadar Bisa Merusak Kuku

Devita AdyaDiterbitkan 30 Oktober 2026, 15:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Kuku yang sehat tidak hanya menunjang penampilan, tetapi juga menjadi bagian penting untuk melindungi ujung jari. Namun, sebagian orang sering mengalami kuku patah, terkelupas, atau terasa rapuh meskipun sudah berusaha merawatnya. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali.

Dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), kuku patah dapat berkaitan dengan paparan air yang terlalu sering, penggunaan bahan kimia, serta kebiasaan perawatan kuku yang kurang tepat. Terlalu sering membiarkan kuku terkena air dapat membuat kuku mengembang dan menyusut berulang kali sehingga lebih rentan mengalami kerusakan.

Selain faktor lingkungan, kebiasaan menggunakan kuku sebagai alat untuk membuka benda atau mengorek sesuatu juga dapat memberikan tekanan berlebihan pada permukaannya. Penggunaan produk perawatan kuku tertentu secara berlebihan turut berpotensi membuat kuku semakin kering dan mudah terbelah.

Oleh karena itu, menjaga kekuatan kuku tidak cukup hanya dengan menggunakan kuteks atau produk penguat kuku. Mengenali kebiasaan yang berpotensi merusaknya menjadi langkah awal untuk mempertahankan kondisi kuku agar tetap sehat.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Kebiasaan Sehari-hari yang Membuat Kuku Rapuh

Aktivitas sederhana seperti mencuci piring, menggigit kuku, hingga menggunakan kuku untuk membuka benda bisa menjadi penyebab kuku mudah patah jika terus dilakukan. (Foto/Dok: Pexels)

Kuku yang rapuh sering kali bukan terjadi dalam semalam. Kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang kali dapat membuat permukaan kuku mengalami tekanan, menjadi kering, atau lebih mudah terbelah. Berikut beberapa hal yang sebaiknya mulai diperhatikan.

1. Terlalu Sering Membiarkan Kuku Terkena Air

Aktivitas mencuci piring, mencuci pakaian, atau membersihkan rumah membuat tangan berkali-kali basah. Siklus basah dan kering yang berulang dapat melemahkan kuku. Gunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan rumah yang melibatkan air.

2. Menggunakan Kuku sebagai Alat

Membuka kaleng, mengorek label, atau mencungkil benda dengan ujung kuku dapat menyebabkan kuku retak, terkelupas, bahkan terangkat dari dasar kuku. Sebaiknya gunakan alat yang memang dirancang untuk pekerjaan tersebut.

3. Menggigit atau Mengelupas Kuku

Kebiasaan menggigit kuku maupun menarik bagian kuku yang terkelupas bisa merusak lapisan pelindungnya. Selain membuat ujung kuku tidak rata, tindakan ini juga dapat melukai kulit di sekitarnya dan meningkatkan risiko infeksi.

4. Mengikir Permukaan Kuku Terlalu Keras

Menggosok atau mengikir bagian atas kuku secara berlebihan dapat membuat lempeng kuku semakin tipis. Jika ingin merapikan bentuknya, gunakan kikir dengan lembut pada bagian tepi, bukan mengikis permukaannya.

Kebiasaan-kebiasaan ini sering dianggap praktis karena dilakukan tanpa berpikir panjang. Namun, mengubah cara memperlakukan kuku dalam aktivitas sehari-hari dapat membantu mengurangi risiko kerusakan.

3 dari 3 halaman

Cara Merawat Kuku agar Tetap Kuat dan Sehat

Penggunaan produk kecantikan yang berlebihan dan perawatan yang kurang tepat bisa membuat kuku semakin rapuh. (Foto/Dok: Pexels)

Selain kebiasaan saat beraktivitas, cara merawat dan mempercantik kuku juga perlu diperhatikan. Beberapa tindakan yang terlihat sederhana justru dapat membuat kuku lebih rentan patah jika dilakukan terlalu sering.

Penggunaan kuku palsu atau gel secara terus-menerus, misalnya, dapat memengaruhi kondisi kuku alami. Proses pemasangan dan pelepasannya sering melibatkan pengikiran serta bahan tertentu yang berpotensi membuat kuku menjadi tipis, kering, dan rapuh. Karena itu, memberikan jeda dari penggunaan produk tersebut dapat membantu kuku mendapatkan waktu untuk pulih.

Kelembapan kuku juga tidak boleh diabaikan. Kuku yang sering terkena air dan sabun dapat menjadi lebih kering jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Mengoleskan krim tangan atau pelembap pada kuku dan area kutikula secara rutin dapat membantu menjaga kelembapannya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara merawat kutikula. Bagian kulit yang berada di sekitar pangkal kuku ini memiliki fungsi melindungi area pertumbuhan kuku. Memotong atau mendorongnya terlalu agresif dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko infeksi.

Jika kuku terus-menerus rapuh, berubah warna atau bentuk, terasa nyeri, maupun terlepas dari kulit, sebaiknya konsultasikan kepada dokter kulit. Perubahan tersebut bisa berkaitan dengan infeksi atau kondisi kesehatan tertentu. Dengan perawatan yang tepat dan kebiasaan yang lebih baik, kesehatan kuku dapat lebih terjaga.