Fimela.com, Jakarta - Enam tahun meninggalkan panggung mode bukan berarti berhenti berkarya. Bagi Andhita Siswandi, masa hiatus justru menjadi bagian dari perjalanan untuk bertumbuh, menyeimbangkan kehidupan personal, sekaligus menemukan kembali arah kreatif yang ingin ia bawa sebagai seorang perancang busana.
Kini, desainer yang dikenal lewat karakter rancangan quirky, comfortable, dan fun tersebut resmi kembali ke panggung mode melalui koleksi musim semi terbarunya, Adorn. Dipresentasikan di Half Patiunus pada 23 Oktober 2026, koleksi ini menjadi penanda babak baru perjalanan Andhita Siswandi setelah enam tahun tidak menggelar presentasi mode.
Bukan sekadar nostalgia atas karya-karya sebelumnya, Adorn memperlihatkan bagaimana identitas desain Andhita berkembang dengan eksplorasi yang lebih kaya. Sebanyak 50 tampilan busana perempuan dihadirkan melalui permainan siluet, manipulasi material, serta detail dekoratif yang menjadi ciri khasnya.
Keputusan Andhita untuk kembali ke panggung mode tidak terjadi secara instan. Setelah sempat ingin menggelar presentasi dalam beberapa tahun terakhir, ia baru merasa waktunya tepat pada 2026, ketika telah menemukan tim, rekan kolaborasi, serta jalur pemasaran yang sesuai.
Kembali dengan Perspektif Desain yang Lebih Matang
Selama masa hiatus, Andhita juga mengamati perubahan industri mode yang semakin dinamis. Menurutnya, banyak hal telah berkembang, mulai dari para penjahit, sesama desainer, jurnalis mode, figur panutan fashion, hingga model yang kini hadir dengan perspektif berbeda.
Jika sebelumnya ia lebih banyak berfokus memenuhi kebutuhan klien dan mengikuti tren secara umum, kali ini Andhita ingin kembali memperkenalkan karakter desainnya sekaligus memperluas jangkauan brand. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya kembali, tetapi juga berkembang.
Adorn, Perpaduan Busana Nyaman dengan Detail yang Tidak Biasa
Nama Adorn memiliki makna memperindah atau mempercantik. Filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam koleksi yang menggabungkan kenyamanan dan keindahan, dua elemen yang menjadi perhatian utama Andhita dalam merancang busana perempuan.
Salah satu fokusnya adalah kemeja dan kaus berkerah yang dirancang dengan pendekatan lebih ekspresif. Potongan yang relatif klasik diberi sentuhan embellishment dan detail unik sehingga tampil lebih istimewa tanpa kehilangan sisi praktisnya.
Koleksi ini juga menawarkan ragam pilihan siluet, mulai dari blazer, bomber jacket, rok pensil, rok balon, rok A-line, rok midi, rok lebar, hingga skort yang memadukan rok dan celana. Celana pendek, celana panjang, gaun, serta cape turut melengkapi keseluruhan presentasi.
Palet warna lembut seperti kuning, merah muda, lavender, hijau, dan biru memberikan kesan segar dan feminin. Warna-warna tersebut kemudian diseimbangkan dengan hitam untuk menghadirkan karakter yang lebih tegas.
Eksplorasi Tekstur, Pita, dan Teknik Konstruksi
Daya tarik Adorn semakin terasa melalui permainan material dan detail yang menjadi kekuatan desain Andhita. Material premium seperti duchess dan tweed dipadukan dengan bahan yang lebih ringan dan nyaman, di antaranya sutra, katun, organza, chiffon, serta semi wool.
Salah satu elemen yang paling menonjol adalah eksplorasi bentuk pita yang telah menjadi ciri khas Andhita. Detail tersebut dihadirkan melalui berbagai teknik manipulasi bahan, menyesuaikan karakter masing-masing material.
Selain pita, koleksi ini juga mengeksplorasi ruffles, teknik anyaman atau weaving, permainan volume, drapery, hingga sematan bulu unggas. Detail-detail tersebut membuat setiap busana memiliki karakter visual yang berbeda, sekaligus memperlihatkan proses kreatif di balik konstruksinya.
Perhatian terhadap detail juga terlihat pada penggunaan teknik French seam finishing di setiap busana. Teknik penyelesaian jahitan tersebut menjadi bagian dari eksplorasi konstruksi yang ingin diperlihatkan Andhita dalam presentasi comeback-nya.
“Memang ada banyak manipulasi bahan dan teknik yang saya angkat di comeback show saya kali ini, tujuannya agar clientele tahu ada banyak opsi yang bisa Andhita dan tim proses,” jelasnya.
Memahami Tubuh Perempuan Lewat Pengalaman Personal
Di balik pilihan siluet dan detail dekoratif, Adorn juga membawa perspektif personal Andhita mengenai kebutuhan perempuan dalam berpakaian.
Menargetkan perempuan aktif berusia 25 tahun ke atas dengan karakter gaya yang kuat, Andhita ingin menghadirkan busana yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga nyaman dikenakan. Pengalamannya menjalani empat kali kehamilan dan masa post-partum membuatnya semakin memahami perubahan bentuk tubuh perempuan serta bagian-bagian tubuh yang terkadang membuat pemakainya kurang percaya diri.
Pengalaman tersebut turut memengaruhi pendekatannya dalam merancang potongan busana. Ia memahami bagaimana siluet tertentu dapat membantu menyiasati bagian tubuh, sekaligus memberikan kenyamanan bagi perempuan dengan bentuk tubuh yang beragam.
“Saya empat kali mengandung dan mengalami post-partum diiringi perubahan fisik yang amat nyata, jadi saya memahami betul bagian-bagian tubuh perempuan yang kerap membuat mereka merasa stres dan tidak percaya diri di kala tertentu. Saya paham bagian tubuh mana yang bisa disiasati dan ditutupi agar pemakainya merasa nyaman dan percaya diri,” ungkap Andhita.
Karena itu, kemeja dan kaus berkerah menjadi salah satu andalan dalam koleksi ini. Selain mudah dipadupadankan, keduanya dirancang dengan perhatian pada kenyamanan dan fit, sehingga dapat menjadi pilihan busana untuk berbagai aktivitas perempuan modern.
Comeback yang Membawa Pesan Lebih Personal
Presentasi Adorn juga dilengkapi kolaborasi dengan sejumlah label dan brand, mulai dari alas kaki yang dibuat khusus oleh Rajnik untuk Andhita Siswandi, koleksi kacamata dari Optik Seis, hingga aksesori dari Havilah.
Ada pula kaus edisi khusus yang dirancang untuk kegiatan sosial. Dipasarkan secara terbatas dalam pilihan warna hitam dan putih dengan harga Rp300.000, seluruh keuntungan dari penjualannya akan disumbangkan kepada para korban terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kaus tersebut dapat dibeli selama acara berlangsung atau melalui tim Andhita Siswandi.
Lebih dari sekadar presentasi koleksi terbaru, comeback ini memiliki makna tersendiri bagi Andhita sebagai seorang desainer sekaligus ibu dari empat anak. Melalui karyanya, ia ingin menyampaikan bahwa kehidupan berkeluarga tidak harus mengakhiri perjalanan perempuan dalam berkarya dan mengejar pilihan personal.
“Saya ingin menyampaikan pesan untuk anak-anak saya, bahwa bekerja dan berkarya itu akan tetap menjadi sebuah pilihan. Bahkan setelah mereka memiliki anak dan berkeluarga,” tutupnya.
Lewat Adorn, Andhita Siswandi memperlihatkan bahwa enam tahun hiatus bukanlah akhir dari perjalanan kreatif. Justru, pengalaman hidup, perubahan perspektif, dan eksplorasi desain yang lebih luas menjadi bekal untuk kembali dengan karakter yang semakin kuat. Sebuah comeback yang tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga membawa cerita tentang perempuan, kreativitas, dan keberanian untuk memulai kembali.