Gaya Korea Selatan yang Eksperimen Siluet dan Gender-Fluid di Jakarta Fashion Week 2027

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 04 November 2026, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Pengaruh fashion Korea Selatan di industri mode global terus menguat. Bukan hanya melalui arus K-fashion di kalangan penggemar K-Pop dan drama Korea, tetapi juga lewat eksplorasi desain yang kian inovatif. Dinamika ini tampak jelas di Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 saat dua label asal Korea Selatan, KIMOUI dan VALOREN, menyuguhkan perspektif baru tentang busana kontemporer: dari siluet eksperimental, konstruksi artistik, hingga pendekatan desain yang lebih berkelanjutan.

Lewat program Fashion KOREA, Korea Creative Content Agency (KOCCA) Indonesia kembali membawa karya desainer Korea ke panggung JFW 2027 yang berlangsung pada Minggu, 1 November 2026, di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta. Kehadiran dua label ini bukan semata memperkenalkan karakter desain Korea yang beragam, melainkan juga memperkuat pertukaran kreatif antara ekosistem fesyen Korea Selatan dan Indonesia.

Kedua koleksi menyoroti arah K-fashion yang semakin luas: KIMOUI menekankan siluet gender-fluid dan eksperimen material, sementara VALOREN menggarap struktur dan dekontruksi secara presisi. Keseluruhannya menghadirkan ragam gagasan baru tentang pakaian sebagai medium ekspresi dan inovasi.

2 dari 4 halaman

KIMOUI Usung Gender-Fluid dan Material Berkelanjutan

JFW 2027 turut hadirkan tren busana Korea Selatan dengan siluet eksperimental (dok. JFW 2027)

KIMOUI, label berbasis di Seoul yang didirikan oleh Kim Daesung, mengeksplorasi konsep “Purity” melalui koleksi yang mengedepankan siluet gender-fluid, bentuk skulptural, serta teknik rajut eksperimental. Busana yang ditampilkan tidak terikat batasan gender konvensional, melainkan merayakan kebebasan berekspresi melalui permainan bentuk dan tekstur.

Salah satu kekuatan KIMOUI terletak pada eksplorasi material. Label ini memadukan pengerjaan yang presisi dengan penggunaan material berkelanjutan, termasuk benang kertas dan tekstil daur ulang. Perpaduan tersebut memperlihatkan bagaimana inovasi material dapat menjadi bagian penting dari ekspresi artistik dalam fashion.

Sejak diluncurkan pada 2022, KIMOUI telah memperkenalkan koleksinya di sejumlah platform fashion internasional seperti Seoul Fashion Week, WHITE Milano, dan TRANOÏ Paris. Jejak presentasi ini menandai konsistensi label dalam mengembangkan bahasa visualnya di berbagai panggung global.

Partisipasi KIMOUI di JFW 2027 turut memperluas ruang eksplorasi label di kawasan Asia Tenggara. Kehadiran ini membuka kesempatan untuk mempertemukan narasi desain KIMOUI dengan audiens yang lebih beragam di Jakarta.

3 dari 4 halaman

VALOREN dan Filosofi Refined Deconstruction

JFW 2027 turut hadirkan tren busana Korea Selatan dengan siluet eksperimental (dok. JFW 2027)

Berbeda dari pendekatan KIMOUI yang menonjolkan eksperimen material dan bentuk, VALOREN tampil dengan karakter desain yang lebih struktural melalui filosofi “Refined Deconstruction”. Label besutan Jung Hyo Chan ini mengeksplorasi konstruksi busana lewat potongan berani, detail eksperimental, serta pola tiga dimensi.

VALOREN menafsirkan kembali karakter klasik busana pria dengan perspektif kontemporer. Siluet yang tegas dan konstruksi yang tidak konvensional menjadi elemen utama dalam membentuk tampilan yang modern sekaligus berkarakter kuat.

Melalui pendekatan tersebut, VALOREN berupaya menghadirkan pengalaman estetika baru tanpa mengesampingkan kualitas dan nilai intrinsik pakaian. Desainnya menunjukkan bagaimana elemen klasik dalam menswear dapat dikembangkan menjadi karya yang lebih dinamis dan eksperimental.

4 dari 4 halaman

Satu Dekade Sinergi KOCCA–JFW–CFDK di Jakarta Fashion Week 2027

Dian Sastrowardoyo, Eva Celia, dan Yoshi Sudarso tampil di JFW 2027 wakili film DOTS (dok. JFW 2027)

Partisipasi Fashion KOREA di JFW 2027 juga menjadi momentum perayaan 10 tahun kolaborasi antara KOCCA, Jakarta Fashion Week, dan Council of Fashion Designers of Korea (CFDK). Selama satu dekade, kemitraan ini membuka ruang pertukaran kreatif sekaligus mendukung pengembangan desainer dari Korea Selatan dan Indonesia.

Tahun ini, kolaborasi tersebut meluas ke ranah lintas disiplin. Fashion KOREA mempertemukan industri fashion dan perfilman melalui keterlibatan Dian Sastrowardoyo, Eva Celia, dan Yoshi Sudarso, tiga pemeran utama film Descendants of the Sun (DOTS) versi Indonesia.

Film adaptasi tersebut diarahkan oleh Hanung Bramantyo dan dikembangkan lewat kolaborasi sejumlah rumah produksi dari Indonesia dan Korea Selatan. Keterlibatan lintas negara ini menegaskan peran kreatif kedua industri dalam satu ekosistem.

Sinergi yang terbangun menjadi representasi potensi kerja sama lintas industri kreatif kedua negara sekaligus memperluas ruang kolaborasi antara fashion dan film. Langkah ini memperlihatkan koneksi yang semakin erat dalam memajukan konten kreatif.

Melalui kehadiran KIMOUI dan VALOREN di Jakarta Fashion Week 2027, tren busana Korea Selatan memperlihatkan arah yang semakin beragam. Mulai dari desain gender-fluid, eksplorasi material berkelanjutan, hingga konstruksi busana yang eksperimental, fashion Korea kini tidak hanya menawarkan estetika yang menarik, tetapi juga gagasan baru tentang bagaimana pakaian dapat menjadi medium ekspresi artistik dan inovasi.